Bola.com, Jakarta - Max Verstappen meninggalkan F1 GP Monako 2026 dengan kekecewaan besar setelah mobil Red Bull miliknya mengalami masalah mesin, bahkan sebelum balapan benar-benar berjalan.
Juara dunia asal Belanda itu terpaksa menghentikan lomba hanya beberapa saat setelah start.
Kendati sempat berhasil menghidupkan kembali mesinnya, Verstappen sudah tertinggal jauh di belakang rombongan pembalap lain dan tidak memiliki peluang untuk melanjutkan balapan secara kompetitif.
Situasi tersebut langsung memicu kemarahan Verstappen melalui komunikasi radio tim.
Ketika menyadari mobilnya bermasalah, Verstappen sempat bertanya kepada kru Red Bull mengenai langkah yang harus diambil.
"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Verstappen lewat radio.
Tim kemudian menjawab, "Bawa mobil kembali, Max."
Verstappen Kesal
Instruksi tersebut secara praktis mengonfirmasi bahwa balapan Verstappen berakhir bahkan sebelum ia menyelesaikan satu putaran penuh.
Dalam perjalanan kembali ke pit, pembalap berusia 28 tahun itu meluapkan kekesalannya.
Ia menilai masalah pada mobil sebenarnya sudah muncul sejak sebelum start.
"Well. Nice. Completely f***** guys. What the f*** man. Even at the formation lap, the engine is broken (Bagus. Benar-benar kacau. Apa-apaan ini. Bahkan saat lap formasi, mesinnya sudah rusak)," cetus Verstappen dengan nada marah melalui radio tim.
Kehilangan Poin Berharga
Hasil buruk di Monako menjadi pukulan tambahan bagi Verstappen dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.
Sebelum balapan dimulai, ia sudah tertinggal 88 poin dari pemimpin klasemen pembalap, Kimi Antonelli. Kegagalan meraih poin di Monako membuat jaraknya makin lebar.
Ekspresi Verstappen terlihat sangat kecewa ketika kembali ke garasi Red Bull.
Tak lama setelah insiden tersebut, ia menjelaskan penyebab utama yang memaksanya mengakhiri balapan lebih cepat saat diwawancarai Sky Sports.
"Sejak lap formasi semuanya sudah tidak berjalan dengan baik. Setelah itu, prosedur menjelang start juga sangat buruk, tidak ada konsistensi, lalu mesinnya benar-benar mati," kata Verstappen.
Hari Sulit
Ia mengaku sempat berusaha mempertahankan mobil tetap berjalan agar bisa terus berlomba. Namun, kondisi mesin tidak memungkinkan.
"Saya hanya mendapatkan sedikit tenaga kembali setelah tikungan pertama. Setelah itu suara mesinnya sangat buruk. Saya tidak bisa membuka gas penuh, jadi kami memutuskan membawa mobil kembali ke pit dan selesai sampai di situ," jelasnya.
Grand Prix Monako menjadi hari yang sulit bagi Red Bull. Bukan hanya Verstappen yang mengalami masalah, rekan setimnya, Isack Hadjar, juga menghadapi gangguan serius pada mobilnya sepanjang akhir pekan balapan.
Sumber: Give Me Sport