Kimi Antonelli Makin Bersinar di F1, Toto Wolff Ungkap Kunci Perkembangannya

Kimi Antonelli terus menunjukkan perkembangan menggembirakan pada Formula 1 2026.

Bola.com, Jakarta - Kimi Antonelli terus menunjukkan perkembangan pesat pada Formula 1 2026. Kemenangan di Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (19-7-2026), menjadi kemenangan keenamnya musim ini sekaligus memperlebar keunggulan menjadi 45 poin di puncak klasemen pembalap.

Hasil tersebut terasa makin spesial karena diraih tepat setahun setelah Antonelli mengalami satu di antara akhir pekan tersulit dalam karier Formula 1.

Pada musim debutnya, pembalap Mercedes itu dua kali tersingkir pada sesi kualifikasi pertama (Q1) dan gagal bersaing di barisan depan pada Sprint maupun balapan utama.

Kini, di usia 19 tahun, Antonelli justru menjadi kandidat kuat juara dunia.

Bos Mercedes, Toto Wolff, menilai perubahan terbesar anak didiknya bukan hanya dari sisi kemampuan membalap, tetapi juga kematangan mental yang berkembang pesat setelah melewati musim debut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mentalitas yang Berubah

Wolff menjelaskan pengalaman sepanjang musim 2025 membuat Antonelli lebih siap menghadapi tekanan di Formula 1.

Pembalap asal Italia itu kini sudah memahami tuntutan teknis, ritme kerja tim, hingga tekanan di luar lintasan, sehingga mampu tampil lebih konsisten sepanjang musim.

Namun, menurut Wolff, aspek yang paling mengejutkan adalah perubahan cara berpikir Antonelli. Ia menilai sang pembalap selalu bersikap tenang, baik setelah menjalani sesi yang buruk maupun saat meraih kemenangan.

Dalam setiap evaluasi bersama tim, Antonelli disebut lebih fokus mencari solusi dibanding meluapkan emosi.

"Yang tidak kami perkirakan adalah ketenangan dan cara berpikirnya yang sangat terstruktur. Entah sesi berjalan baik atau buruk, Anda tidak akan melihat perbedaan emosinya saat evaluasi bersama tim. Yang dia pikirkan hanya, 'Apa masalahnya? Bagaimana cara menyelesaikannya? Bagaimana kami bisa melangkah maju?' ujar Wolff.

Wolff juga menilai Antonelli memiliki kedewasaan yang tidak lazim untuk pembalap seusianya. Bahkan ketika Mercedes mengalami kendala teknis di GP Spanyol dan GP Inggris, Antonelli justru menenangkan tim dengan mengingatkan bahwa masalah mekanis merupakan bagian dari dunia balap.

Sikap itulah yang diyakini Wolff menjadi satu di antara alasan bakat besar pembalap berusia 19 tahun tersebut bisa berkembang begitu cepat.

Bangkit dari Titik Terendah

Antonelli mengakui dirinya tidak pernah membayangkan bisa berada di posisi sekarang ketika meninggalkan Spa-Francorchamps tahun lalu. Saat itu, ia merasa berada di titik terendah setelah menjalani akhir pekan yang sangat berat secara mental.

Meski begitu, pengalaman pahit tersebut justru menjadi bekal berharga baginya untuk berkembang. Setahun berselang, Antonelli berhasil membalikkan keadaan dengan memenangi GP Belgia dan makin kukuh di puncak klasemen sementara Formula 1 2026.

"Tahun lalu di Spa mungkin saya berada di titik terendah. Itu adalah akhir pekan yang sangat sulit secara mental bagi saya. Namun, tahun ini semuanya jauh lebih baik. Jika Anda bertanya kepada saya saat itu apakah saya akan berada di posisi sekarang, saya mungkin akan menjawab tidak," kata Antonelli.

 

Sumber: Motorsport

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Trilogi Sepak Bola Wanita
Trilogi Sepak Bola Wanita
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer