Bola.com, Jakarta - Wasit asal Somalia, Omar Artan, yang berpeluang mencatat sejarah sebagai orang pertama dari negaranya yang bertugas di Piala Dunia 2026, dilaporkan tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat.
Menurut sejumlah laporan, Artan ditolak masuk saat tiba di Bandara Internasional Miami pada akhir pekan lalu, meski ia telah mengantongi visa perjalanan yang masih berlaku.
Somalia termasuk satu di antara negara yang saat ini terdampak kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hingga kini, alasan pasti di balik keputusan otoritas Amerika Serikat menolak masuk Artan belum dijelaskan secara terbuka.
Namun, pemerintah Somalia menilai langkah tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung sepak bola internasional.
Rusak Sportivitas
Perwakilan pemerintah Somalia menyebut keputusan itu telah "merusak komitmen sepak bola terhadap sportivitas". Mereka juga menyerukan dukungan dari komunitas sepak bola internasional untuk Artan.
"Omar Artan adalah salah satu wasit paling dihormati di Afrika dan layak mendapatkan dukungan dari seluruh komunitas sepak bola," kata penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia sekaligus mantan kapten tim nasional Somalia, Ciise Aden Abshir, dalam pernyataan yang pertama kali dibagikan kepada Agence France-Presse (AFP).
"Menolak dirinya masuk ke Amerika Serikat dan mencegahnya memimpin pertandingan yang sudah dijadwalkan bukan hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga merusak komitmen sepak bola terhadap keadilan, penghargaan berdasarkan prestasi, dan semangat sportivitas."
Wasit Terbaik Afrika Tahun Lalu
Saat ini Artan diketahui berada di Istanbul, Turki, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi tempat tinggalnya.
Artan merupakan satu di antara wasit paling berpengaruh di benua Afrika. Tahun lalu ia dinobatkan sebagai wasit terbaik Afrika dan sebelumnya bertugas pada ajang Piala Afrika 2023.
Ia juga telah menyandang lisensi wasit FIFA sejak 2018.
Pada Piala Dunia 2026, Artan seharusnya menjadi bagian dari kelompok yang terdiri atas 170 wasit, asisten wasit, dan video assistant referee (VAR) yang bertugas memimpin total 104 pertandingan sepanjang turnamen.
Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, bahkan pernah menyebut Artan sebagai "simbol inspirasi bagi generasi baru rakyat Somalia".
Bukan Kasus Pertama Jelang Piala Dunia 2026
Persoalan terkait izin masuk ke Amerika Serikat sebenarnya telah lama diprediksi menjadi salah satu tantangan menjelang Piala Dunia 2026, terutama di tengah kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Trump.
Kasus yang menimpa Artan menjadi satu di antara contoh terbaru.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemain dan ofisial Iran juga mengalami sejumlah kendala serupa. Situasi tersebut bahkan membuat Timnas Iran memindahkan pusat pelatihannya dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Pekan ini, pejabat Iran mengklaim sejumlah staf pendukung tim ditolak mendapatkan visa pada saat-saat terakhir. Namun, klaim tersebut dibantah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Sementara itu, penyerang Irak, Aymen Hussein, sempat ditahan dan menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam di Bandara O'Hare, Chicago.
Kasus lain menimpa gelandang Swiss, Breel Embolo, yang juga sempat ditolak memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat. Akan tetapi, otoritas Swiss menyatakan keputusan tersebut berhasil dibatalkan melalui proses banding.
Sumber: The Guardian