Wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia Ditolak Masuk AS karena Alasan Keamanan, FIFA Tak Berkutik

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang bertugas memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026, ditolak masuk otoritas imigrasi Amerika Serikat.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 09 Juni 2026, 11:30 WIB
Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 karena tak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. (AFP/Khaled DESOUKI)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 belum resmi dimulai, tetapi kontroversi sudah lebih dulu mencuri perhatian. Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang bertugas memimpin pertandingan di turnamen terakbar tersebut, ditolak masuk otoritas imigrasi Amerika Serikat.

Keputusan itu diumumkan U.S. Customs and Border Protection (CBP) atau Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat pada Senin (9/6/2026).

Advertisement

CBP menyebut Artan ditolak masuk karena adanya "kekhawatiran dalam proses pemeriksaan keamanan" atau vetting concerns. Namun, hingga kini tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan spesifik di balik keputusan tersebut.

Di sisi lain, FIFA tak mampu berkutik terkait keptusan CBP Amerika Serikat yang tak memberikan izin Omar Abdulkadir Artan untuk masuk ke negara tersebut.

 


Kewenangan Negara Penyelenggara

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 karena tak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. (AFP/Issouf SANOGO)

Badan sepak bola dunia itu menegaskan, sama seperti pada turnamen-turnamen sebelumnya keputusan akhir mengenai pemberian visa dan izin masuk menjadi kewenangan pemerintah negara penyelenggara.

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk urusan visa dan izin masuk. Kami telah diberi tahu oleh pihak berwenang bahwa status Tuan Artan tidak akan berubah untuk saat ini," demikian pernyataan FIFA.

Dengan situasi tersebut, Artan dipastikan tidak dapat mengikuti pemusatan latihan maupun bertugas sebagai wasit selama perhelatan Piala Dunia 2026 berlangsung.

 


Ditolak Setelah Tiba di Miami

Menurut keterangan resmi CBP, Artan tiba di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (06/06/2026) lalu setelah melakukan perjalanan dari Istanbul, Turki.

Setelah mendarat, dia menjalani pemeriksaan tambahan yang disebut sebagai prosedur standar ketika petugas memerlukan verifikasi lebih lanjut terhadap seorang pelancong.

Namun setelah proses tersebut selesai, petugas memutuskan Artan tidak memenuhi syarat untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

"Individu tersebut dinyatakan tidak dapat diterima masuk karena adanya kekhawatiran dalam proses pemeriksaan keamanan dan ditolak masuk ke Amerika Serikat," bunyi pernyataan CBP.

 


Diduga Terkait Kebijakan Travel Ban

Meski alasan pasti penolakan belum diungkapkan, kasus ini langsung dikaitkan dengan kebijakan pembatasan perjalanan atau travel ban yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Somalia termasuk daftar 39 negara yang masuk dalam kebijakan tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Memang terdapat pengecualian bagi atlet, pelatih, dan staf yang terlibat dalam Piala Dunia. Namun, petugas imigrasi tetap memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah seseorang dapat diizinkan masuk atau tidak.

"Penilaian dilakukan berdasarkan informasi penegakan hukum, keamanan nasional, dan data imigrasi yang tersedia saat pemeriksaan berlangsung," jelas CBP.

Sumber: CBS News

Berita Terkait