Bola.com, Jakarta - Nova Arianto tampak ikhlas dan santai ketika Mathew Baker diminta John Herdman bergabung ke Timnas Indonesia Senior untuk dua laga FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik pada 5 dan 9 Juni 2026.
Bahkan Nova Arianto sangat mendukung promosi sang pemain ke level lebih tinggi. Padahal Mathew Baker merupakan pemain kunci di lini pertahanan Timnas Indonesia U-19 yang telah disiapkan untuk berkiprah pada Piala AFF U-19 2026 di Deli Serdang, Sumut, 4-14 Juni ini.
Dari komentar yang diucapkan, Nova Arianto kelihatan enjoy aja dan tak merasa kehilangan pemain Melbourne City di Liga Australia itu.
"Yang pertama pastinya saya sangat senang, karena gol terbesar saya sebagai pelatih timnas usia muda adalah ada pemain dari Timnas U-17 dan U-20 bisa masuk di tim senior. Saya ingin dibilang sukses kalau ada pemain dari U-17 dan U-20 bisa bergabung di tim senior," kata pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Dapat Pengalaman
Menurut Nova, pengalaman berlatih dan bertanding di level senior akan sangat bermanfaat bagi perkembangan Mathew Baker. Situasi itu diyakini bisa mempercepat proses kematangan sang pemain dalam bermain.
"Pastinya pencapaian yang luar biasa dari Baker dengan usianya saat ini mendapatkan kesempatan bermain di level senior dan pastinya baik untuk perkembangan Baker ke depan. Saya berharap ini menjadi pembuka jalan untuk pemain muda lainnya untuk mendapatkan kesempatan yang sama di tim senior," harap pelatih kelahiran Semarang tersebut.
Kenapa putra pelatih kawakan Sartono Anwar tak keberatan anak asuhnya itu harus absen di tiga laga fase Grup A saat Timnas Indonesia U-19 mengalahkan Myanmar U-19, Timor Leste U-19, dan Vietnam U-19?
Usut punya usut, ternyata Nova Arianto telah memiliki dua pemain lain yang kualitasnya tak kalah dibanding Mathew Baker. Mereka adalah Ibra Ohorella dan Radityo Raharjo.
Pengganti
Kepergian Mathew Baker ke Timnas Indonesia malah jadi berkah bagi kedua pemain tersebut. Ibra Ohorella tampil penuh ketika Garuda Muda menggilas Myanmar U-19 dengan skor 3-0 dan menjegal Vietnam U-19 yang berakhir 2-1. Sementara Radityo Raharjo beraksi melawan Timor Leste U-19 yang dimenangkan Timnas Indonesia U-19 3-0.
"Secara hierarki Nova Arianto tak kuasa menolak permintaan John Herdman. Secara pribadi, Nova Arianto pasti bangga jika ada pemainnya yang naik kelas ke level senior. Itu jadi prestasi sebagai pelatih dan sangat bermanfaat bagi si pemain," kata Gusnul Yakin.
Mantan pelatih Arema dan Persibo Bojonegoro ini sempat penasaran dengan keputusan Nova Arianto merelakan Mathew Baker yang akhirnya melakoni debutnya pada duel Timnas Indonesia kontra Oman.
"Saya sempat heran, kok Nova Arianto melepas Mathew Baker. Padahal dia juga membutuhkan tenaga dia di Piala AFF U19. Sementara dia punya target berat di Timnas Indonesia U-19. Akhirnya saya salut atas kebijakan dan kedewasaan Nova Arianto sebagai pelatih yang tak egois," jelasnya.
Sepak Terjang di Timnas Indonesia
Setelah menyaksikan sepak terjang Timnas Indonesia U-19 di fase grup Piala AFF U-19, Gusnul Yakin merasa tercerahkan. Karena keputusan yang diambil Nova Arianto telah melalui pertimbangan matang.
"Ternyata Nova Arianto punya kedalaman tim bagus. Makanya dia tak ragu melepas Mathew Baker. Fokus pertama saya saat melihat Timnas Indonesia U-19 bermain adalah pemain yang mengisi posisi Mathew Baker. Ternyata ada Ibra Ohorella dan Radityo Raharjo yang punya kemampuan tak kalah dari Mathew Baker," tuturnya.