Mengulas Strategi John Herdman saat Timnas Indonesia Gulung Mozambik di FIFA Matchday

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali menyajikan strategi permainan yang menarik saat anak asuhnya menumbangkan Mozambik.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 09 Juni 2026, 22:22 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali menyajikan strategi permainan yang menarik saat anak asuhnya menumbangkan Mozambik pada pertandingan FIFA Matchday periode Juni 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Selasa (9/6/2026) malam WIB itu, Timnas Indonesia berhasil menumbangkan Timnas Mozambik dengan skor tipis 1-0.

Advertisement

Strategi yang diterapkan John Herdman memang cukup efektif sejak awal laga. Terbukti, skuad Merah Putih mampu membuka keunggulan lewat gol cepat yang dicetak oleh Ole Romeny ketika laga menginjak menit ke-11.

Di laga ini, ada beberapa strategi menarik yang disajikan Timnas Indonesia. Meskipun ada sejumlah perubahan dari laga sebelumnya, skuad Garuda bisa mengamankan kemenangan keduanya di jendela FIFA Matchday bulan ini.


Masih Dinamis dan Fleksibel

Timnas Indonesia tampaknya sudah bisa benar-benar menjalankan ide yang diinginkan oleh John Herdman saat berdua Mozambik ini. Sebab, skuad Garuda bisa bermain dengan cukup dinamis dan cair dalam penempatan posisi.

Hal yang paling terlihat berada di area depan. Di atas kertas, Timnas Indonesia mengandalkan trio Marselino Ferdinan, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Memang hanya dua pemain yang disebut paling akhir yang tampil oke.

Mereka mampu bertukar posisi dengan cukup fleksibel. Selain itu, mereka tidak hanya terpaku dengan posisinya di depan, tetap juga sering turun ke area antarlini untuk bisa menyambung alur distribusi bola.

Kombinasi antarpemain di lini depan juga berjalan oke. Terbukti, Ragnar mampu mengirimkan umpan terobosan yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Ole Romeny pada awal pertandingan, tepatnya pada menit ke-11.


Counter-Press Efektif

Timnas Indonesia dalam duel melawan Mozambik di FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di babak pertama, Timnas Indonesia sempat menyajikan penampilan yang agresif ketika berada dalam fase out of possession alias tidak menguasai bola. Sebab, pressing yang ditampilkan skuad Garuda sangat ketat.

Dengan garis pertahanan yang tinggi dan agresif, Timnas Indonesia berhasil memaksa para pemain Mozambik melakukan kesalahan. Strategi ini sebetulnya beberapa kali efektif dalam membuat lawan kesulitan.

Bahkan, dari situasi yang disebabkan pressing tinggi ini, Ole Romeny dan kawan-kawan mampu menciptakan sejumlah peluang. Sebab, Indonesia bisa langsung merebut bola dari penguasaan pemain Mozambik di area permainan lawan.

Namun, di babak kedua, intensitas pressing yang dilakukan skuad Merah Putih mengalami penurunan. Faktor kelelahan membuat Timnas Indonesia harus lebih cermat dalam mengelola ritme permainan ini.


Transisi Cepat Jadi Senjata

Di atas kertas, Timnas Indonesia memang tampil lebih dominan dalam menguasai bola. Namun, persentase penguasaan skuad Garuda memang tak sebanyak laga sebelumnya karena Mozambik juga sempat memberikan perlawanan.

Meskipun demikian, peluang-peluang Timnas Indonesia lebih banyak tercipta melalui skema transisi cepat, terutama dari serangan balik. Gol pertama skuad Garuda di laga ini bermula dari skema semacam itu.

Ragnar bisa langsung memberikan umpan terobosan saat melihat Ole tanpa pengawalan. Pada babak kedua, Rayhan Hannan mampu menghasilkan peluang yang sangat matang bermula dari serangan transisi cepat.

Sayangnya, umpan Rayhan yang sukses dieksekusi oleh Nathan Tjoe-A-On gagal membuahkan gol karena membentur tiang gawang. Padahal, Nathan sudah berdiri bebas tanpa pengawalan saat mengeksekusi peluang tersebut.

Berita Terkait