Ancaman Boikot Menghantui Laga Pembuka Piala Dunia 2026 di Mexico City

Ancaman boikot mewarnai jelang laga pembuka Piala Dunia 2026, FIFA didesak segera turun tangan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Juni 2026, 08:00 WIB
Cover Stadion Azteca menjadi venue laga pembuka Piala Dunia 2026. (Bola.com/AI Generated)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi FIFA sudah menghadapi ancaman boikot yang berpotensi mengganggu pertandingan pembuka antara Meksiko versus Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat (12-6-2026) dini hari WIB.

Sejumlah pemilik boks eksekutif dan kursi tribune premium di Stadion Azteca mengaku dirugikan oleh kebijakan FIFA yang mengambil alih kendali penuh operasional stadion selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Advertisement

Mereka mendesak FIFA segera membuka dialog. Jika tidak ada pembicaraan dalam beberapa hari ke depan, kelompok tersebut mengancam akan menggelar aksi protes hingga boikot dengan dukungan sejumlah organisasi lain.

Masalah ini memengaruhi lebih dari 15 ribu kursi di Stadion Azteca yang baru saja direnovasi.

Stadion berkapasitas 87 ribu penonton itu akan menjadi lokasi pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.


Sengketa Hak Pemilik Boks

Pemandangan udara Stadion Azteca di Mexico City pada 28 Oktober 2025. (Carl de Souza / AFP)

Perselisihan bermula dari kebijakan FIFA yang sejak Piala Dunia 1998 selalu mengambil alih pengelolaan penuh stadion penyelenggara selama turnamen berlangsung.

Namun, pemilik boks di Stadion Azteca berpendapat mereka memiliki hak berbeda.

Saat stadion tersebut menjalani pembangunan ulang total pada 1966, boks-boks stadion dijual dengan hak penggunaan selama 99 tahun tanpa pembatasan.

Hak tersebut mencakup seluruh kegiatan olahraga maupun konser musik yang digelar di stadion, termasuk Piala Dunia 1970 dan 1986.

Kini, para pemilik boks mengeluhkan pembatasan baru terkait penjualan kursi serta distribusi makanan dan minuman kepada tamu yang mereka undang selama Piala Dunia 2026 berlangsung.


Ancam Aksi Protes

Foto sky view Estadio Azteca di Meksiko, venue pembukaan Piala Dunia 2026. (CARL DE SOUZA / AFP)

Perwakilan Asosiasi Pemilik Boks dan Kursi Tribune Meksiko, Roberto Ruano, mengatakan kelompoknya mulai mempertimbangkan langkah yang lebih keras apabila tidak ada upaya penyelesaian dari FIFA maupun pihak stadion.

"Mereka memaksa kami menerima dukungan yang ditawarkan CNTE. Jika tidak ada dialog pada Rabu atau Kamis, kami akan meminta dukungan dari rekan-rekan kami yang juga sedang melakukan protes," kata Ruano.

CNTE merupakan serikat pekerja pendidikan nasional yang memiliki pengaruh besar di Meksiko.

Ruano juga menyampaikan seruan terbuka kepada Presiden Grupo Ollamani, Emilio Azcarraga.

Perusahaan tersebut merupakan pemilik Stadion Azteca sekaligus klub Liga Meksiko, Club America.

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ajakan secara baik-baik kepada Emilio Azcarraga. Saya siap duduk bersama dan berbicara dengannya," ujar Ruano.


Waktu Terbatas

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Ruano menegaskan waktu makin sempit menjelang kick-off Piala Dunia.

"Kami hanya berjarak tiga hari dari Piala Dunia. Kami memiliki CNTE, pekerja transportasi, dan banyak kelompok lain yang siap mendukung jika mereka terus menghalangi kami," ucapnya.

"Manajemen stadion, FIFA, FIFA Meksiko, Grupo Ollamani, dan Grupo Banorte menolak bertemu dengan kami."

Ruano juga menyatakan para pemilik boks akan tetap menjalankan hak mereka untuk membawa makanan dan minuman ke area stadion.

"Kami secara terbuka memberi tahu mereka, sesuai langkah perlindungan yang dikeluarkan Hakim Distrik Keenam Mexico City, bahwa besok pukul 14.00 kami akan datang bersama seluruh pemilik boks dan kursi tribune untuk mengantarkan makanan dan minuman kami," tegas Ruano.

"Mereka tidak mau menerima pemberitahuan itu, tetapi kami akan menyelipkannya di depan pintu mereka," lanjutnya.


Kontroversi Terus Bermunculan

Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan, memberi isyarat selama pertandingan Grup D Piala Afrika (CAN) 2024 antara Mauritania dan Aljazair di Stade de la Paix di Bouake pada 23 Januari 2024. (KENZO TRIBOUILLARD/AFP)

Piala Dunia 2026 telah diwarnai berbagai kontroversi bahkan sebelum pertandingan pertama dimainkan. Keluhan mengenai harga tiket yang dianggap terlalu mahal menjadi salah satu sorotan utama.

Situasi politik juga ikut memanaskan atmosfer turnamen, terutama karena Amerika Serikat sebagai satu di antara tuan rumah sedang berada dalam konflik dengan Iran, salah satu dari 48 peserta Piala Dunia.

Perkembangan terbaru menunjukkan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengklaim jatah tiket untuk pendukung mereka telah dicabut.

Di sisi lain, wasit asal Somalia, Omar Artan, juga dicoret dari daftar perangkat pertandingan setelah ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.

 

Sumber: Express

Berita Terkait