Sempat Bikin Heboh, AS Tegaskan Timnas Iran Tak Harus Pulang Pergi di Hari Pertandingan Piala Dunia 2026

Pemerintah AS memastikan Timnas Iran bisa masuk sehari sebelum laga Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Juni 2026, 15:15 WIB
Pemain Timnas Iran berpose di Bandara Antalya, Turki, sebelum terbang ke Meksiko untuk mengikuti Piala Dunia FIFA 2026 pada 6 Juni 2026. Pada hari yang sama, Iran memprotes Amerika Serikat karena menolak visa bagi sejumlah staf pendukung tim. (Handout / Iran Football Federation Press Office / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat memastikan Timnas Iran tidak harus keluar-masuk wilayah negaranya pada hari yang sama dengan pertandingan Piala Dunia 2026.

Kepastian itu disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS), Selasa (9-6-2026), setelah muncul laporan yang menyebut skuad Iran hanya diperbolehkan memasuki Amerika Serikat pada hari pertandingan dan harus langsung meninggalkan negara tersebut setelah laga selesai.

Advertisement

Saat ini Timnas Iran menjalani pemusatan latihan di Tijuana, Meksiko.

Sebelumnya, sejumlah media mengutip pernyataan Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, yang mengatakan Timnas Iran harus masuk dan keluar Amerika Serikat pada hari yang sama dengan jadwal pertandingan mereka.

Pernyataan itu memicu pertanyaan mengenai pengaturan perjalanan tim serta potensi dampaknya terhadap performa pemain.


Bantahan Pemerintah AS

Pelatih Amir Ghalenoei membawa sekitar 30 pemain termasuk Mehdi Taremi dalam pemusatan latihan tersebut. (AFP/Oner San)

Namun, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat membantah informasi tersebut.

"Pernyataan-pernyataan itu tidak benar," kata juru bicara DHS dalam keterangan resmi.

"Berkat kemurahan hati Presiden Donald Trump, tim Iran akan dapat tiba sehari sebelum pertandingan mereka," lanjutnya.

Pasandideh, yang berbicara kepada Reuters di Tijuana melalui penerjemah, Senin (8-6-2026), sebelumnya juga mengkritik keputusan pemerintah Amerika Serikat yang menolak visa sejumlah staf Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI).

Meski begitu, ia menegaskan visa yang telah diberikan kepada anggota delegasi lainnya tidak mengatur kewajiban untuk segera meninggalkan Amerika Serikat.

"Visa mereka tidak mencantumkan ketentuan apa pun yang mengharuskan mereka pergi pada waktu tertentu," kata Pasandideh.


Visa Pemain Akhirnya Disetujui

Ilustrasi visa. (Gambar oleh Jaydeep Joshi dari Pixabay)

Setelah berpekan-pekan diliputi ketidakpastian, seluruh pemain Timnas Iran akhirnya memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat pada Jumat lalu, hanya 10 hari sebelum pertandingan pertama mereka di Piala Dunia.

Namun, tidak semua anggota delegasi mendapatkan izin masuk.

FFIRI menyatakan beberapa anggota penting dalam struktur tim tidak memperoleh visa, termasuk personel yang menangani urusan manajerial dan administrasi.

Menurut Kedutaan Besar Iran di Meksiko, mereka yang ditolak visanya mencakup manajer tim, dua analis tim, direktur media, serta seorang perwakilan Kementerian Luar Negeri Iran.

Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, kemudian melawan Belgia di kota yang sama pada 21 Juni, sebelum menantang Mesir di Seattle pada 26 Juni.

 


Penyataan Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Awalnya, Iran berencana menggelar pemusatan latihan di Arizona. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, Februari lalu.

Pada Maret, Presiden Donald Trump mengatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Namun, menurutnya, tidak tepat jika Iran menetap di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

Trump saat itu menyatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan mereka sendiri.

"Iran dipersilakan mengikuti Piala Dunia, tetapi saya tidak berpikir tepat jika tim Iran tinggal di Amerika Serikat, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri," kata Trump.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait