Bola.com, Jakarta - Tak terasa, pembukaan Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam. Piala Dunia edisi kali ni akan menghadirkan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen paling akbar sejagat itu, tiga negara tuan rumah akan menggelar upacara pembukaan masing-masing dengan konsep berbeda, tetapi membawa satu pesan yang sama: persatuan melalui sepak bola.
Rangkaian pertunjukan tersebut dirancang oleh produser asal Italia, Marco Balich, sosok yang juga berada di balik upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.
Balich mengatakan tantangan menggelar tiga upacara pembukaan di tiga kota berbeda bukan hal yang membuatnya gentar. Setiap lokasi akan didukung tim produksi beranggotakan 260 hingga 300 orang.
Tema utama yang menghubungkan ketiga pertunjukan itu adalah perayaan olahraga dan kecintaan terhadap sepak bola yang diwujudkan melalui simbol trofi Piala Dunia.
"Idenya adalah menceritakan kisah yang sama dari tiga sudut pandang dan tiga bahasa visual yang berbeda," kata Balich.
Usung Konsep Berbeda
Ia menjelaskan bahwa setiap negara akan menampilkan identitas budayanya masing-masing melalui elemen desain yang khas.
Kanada akan mengusung konsep mosaik sebagai simbol masyarakat multikultural. Meksiko akan menampilkan motif papel picado, seni potong kertas tradisional yang identik dengan berbagai perayaan di negara tersebut.
Sementara Amerika Serikat akan menonjolkan representasi trofi Piala Dunia yang berkilau dan memancarkan cahaya.
"Amerika Serikat akan memiliki trofi yang sangat berkilau dan bercahaya," ujar Balich, yang sebelumnya juga memproduksi upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pesan Persatuan
Menurut Balich, kerja sama Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dalam menyelenggarakan turnamen menjadi sinyal positif di tengah berbagai dinamika politik yang terjadi saat ini.
Ia menilai penting untuk menyoroti bahwa ketiga negara tetap mampu bekerja bersama demi menghadirkan ajang olahraga terbesar di dunia.
"Saya pikir sangat penting untuk menegaskan bahwa tiga negara ini bekerja sama menyelenggarakan kejuaraan yang sangat penting dan relevan, terutama di saat muncul begitu banyak kontroversi di ranah politik," kata pendiri Balich Wonder Studios tersebut.
"Tetapi, masyarakat tetaplah masyarakat, dan mereka akan berkumpul serta menikmati momen ini bersama-sama."
Setiap upacara pembukaan akan menampilkan pertunjukan seni yang mencerminkan identitas nasional masing-masing negara. Namun, Balich menegaskan publik tidak perlu membayangkan format yang menyerupai pertunjukan paruh waktu Super Bowl.
Beda Piala Dunia dan Super Bowl
Acara pembukaan akan berisi pidato penyambutan, parade bendera peserta, penyerahan bola pertandingan, serta hiburan musik berdurasi sekitar 30 menit.
"Ini adalah perayaan sepak bola, FIFA, dan fakta bahwa berkat sepak bola orang-orang bisa berkumpul dalam suasana damai dan harmonis," ujarnya.
Ketiga upacara dijadwalkan berlangsung sekitar 90 menit sebelum kick-off. Sebelumnya, pemain akan menjalani sesi pemanasan selama 25 menit. Penyelenggara berharap format tersebut mendorong penonton datang lebih awal ke stadion.
Balich juga menyoroti perbedaan karakter antara Piala Dunia dan Super Bowl.
"Super Bowl merayakan sebuah olahraga yang hanya populer di Amerika Serikat. Sementara seluruh dunia memainkan sepak bola dan memiliki gairah yang sama terhadap olahraga ini," katanya.
Deretan Pengisi Opening Ceremony
Rangkaian perayaan akan dimulai pada 11 Juni atau pada Jumat (12-6-2026) dini hari WIB di Kota Meksiko sebelum laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan.
Upacara pembukaan di ibu kota Meksiko akan dimeriahkan grup rock Latin, Mana, J Balvin (penyanyi Kolombia), serta bintang pop Afrika Selatan, Tyla.
Sehari kemudian, perayaan berlanjut di Toronto menjelang pertandingan Kanada melawan Bosnia dan Herzegovina. Alanis Morissette dan Michael Buble akan menjadi penampil utama.
Masih pada 12 Juni waktu setempat atau Sabtu (13-6-2026) pagi WIB, pusat perhatian kemudian bergeser ke Stadion Los Angeles untuk laga pembuka Amerika Serikat menghadapi Paraguay.
Sejumlah nama besar industri musik dunia dijadwalkan tampil, di antaranya Katy Perry, LISA, Rema, Anitta, dan Future.
Ironi Balich
Bagi Balich, tahun 2026 menjadi momen istimewa karena ia dipercaya menangani dua seremoni olahraga terbesar di dunia dalam tahun yang sama, yakni pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dan pembukaan Piala Dunia 2026.
Ironisnya, keberhasilan tersebut datang ketika Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
"Sebenarnya cukup menghibur untuk menutupi kabar menyedihkan bahwa Italia tidak berada di sana kali ini," kata Balich.
Ia menambahkan absennya Italia, yang menurutnya merupakan "bencana bagi negaranya", justru membuat tim produksinya bisa bersikap lebih netral dalam merayakan setiap negara tuan rumah.
"Hal itu membuat kami bisa merayakan masing-masing negara dengan cara yang sama," ungkapnya.
Sumber: Japan Today