Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Sepak mula atau kick-off laga perdana dimainkan Jumat (12-6-2026) dini hari WIB, mempertemukan Meksiko versus Afrika Selatan untuk persaingan Grup A.
Menjelang Piala Dunia 2026, masih ada saja hal-hal berbau kontroversial mengiringi. Timnas Haiti ikut disorot, saat mereka diwajibkan mengganti jersey desain terbaru, alias berbeda dari yang sudah dirilis untuk pertandingan.
FIFA memaksa Fderasi Sepak Bola Haiti (FHF) untuk mengubah seragam tempurnya di Piala Dunia 2026 karena desain yang sudah ada dianggap bermuatan politis sejarah.
Situasi ini membuat Timnas Haiti membuat jersey dengan model terbaru secara dadakan.
Padahal Haiti akan memainkan pertandingan pertamanya melawan Skotlandia, Minggu (14-6-2026) pagi WIB. Haiti tergabung di Grup C Piala Dunia 2026 bersama Brasil, Maroko, dan Skotlandia.
Sejarah Revolusi Haiti
FHF berarti hanya memiliki waktu beberapa hari untuk membuat jersey dengan model terbaru. FIFA menyoroti adanya muatan politis yang ada di satu di antara bagian dari jersey asli Haiti untuk Piala Dunia 2026.
Hal yang dimaksud adalah bahwa dalam desain jersey asli terdapat gambar sejarah revolusi rakyat Haiti. Singkat cerita, para budak dan mantan budak di pulau itu mengalahkan tentara Napoleon untuk mendapatkan kebebasan dari Prancis.
"Di suatu titik antara sekarang dan saat itu, FIFA memutuskan untuk menghentikannya. FIFA maupun SAETA tidak memberikan penjelasan atas penolakan tersebut. Tapi, kita semua tahu apa yang terjadi," tulis Brobible.
"Regulasi FIFA mengatur apa yang boleh dikenakan pemain selama pertandingan. Dikatakan bahwa simbol atau referensi sejarah dapat dilarang jika FIFA menentukan bahwa simbol atau referensi tersebut ditafsirkan sebagai politis."
Turuti Permintaan FIFA
SAETA, perusahaan pakaian olahraga yang memproduksi jersey Timnas Haiti, sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa tujuan penggunaan desain berupa gambar perjuangan revolusi rakyat Haiti adalah murni untuk penghormatan kebanggaan, ketahanan, dan semangat rakyat Haiti.
"Beberapa konsep dikembangkan dan disempurnakan selama beberapa bulan dan diajukan melalui proses persetujuan standar FIFA. Desain akhir yang dipresentasikan oleh SAETA dimaksudkan sebagai penghormatan kepada para pria dan wanita yang setiap hari berkontribusi untuk masa depan Haiti dan bukan sebagai pernyataan politik," demikian pernyataan SAETA.
"Selama proses peninjauan, FIFA menentukan bahwa elemen visual tertentu dapat diinterpretasikan secara berbeda berdasarkan peraturan peralatan mereka dan akhirnya meminta modifikasi pada desain. Meski interpretasi ini berbeda dari niat kami, SAETA menghormati proses tersebut dan menerapkan persyaratan akhir yang dikomunikasikan oleh FIFA," lanjut SAETA.
Sumber: Brobible