Best XI Pemain Serie A di Piala Dunia 2026: Nama-Nama Beken, Termasuk Luka Modric dan Lautaro Martinez

Berikut Best XI Serie A yang tampil di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 11 Juni 2026, 20:30 WIB
Tiga pemain Kroasia, Luka Modric (tengah), Mateo Kovacic (kiri), dan Ivan Perisic berpose dengan medali setelah meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2022. Ini merupakan kedua kalinya Kroasia meraih peringkat ketiga dalam perhelatan akbar empat tahunan ini, sebelumnya pada Piala Dunia 1998 Kroasia langsung menjadi tim peringkat ketiga dalam debut mereka di Piala Dunia. (AP Photo/Frank Augstein)

Bola.com, Jakarta - Masih banyak yang tak menyangka, Italia kembali absen di Piala Dunia 2026. Mereka tak berangkat ke pentas terakbar empat tahunan edisi ke-36 yang berlangsung di Ameris Serikat, Kanada, dan Meksio lantaran takluk dari Bosnia & Herzegovina di babak play-off.

Sebelumnya, Gli Azzurri juga gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2028 dan 2022. Sebuah keironisan yang susah diterima akal, mengingat Italia tak hanya salah satu kiblat sepak bola modern tapi juga pengoleksi gelar kedua terbanyak setelah Brasil, yakni 1934, 1938, 1982, dan 2006.

Advertisement

Meski absen untuk kali ketiga secara beruntun, namun Italia masih boleh sedikit bangga karena tak sedikit pemain bintang Serie A yang masuk skuad tim nasional (timans) masing-masing di Piala Dunia 2026.

Ambil contoh Luka Modric. Gelandang sarat pengalaman berhati baja kepunyaan AC Milan akan kembali menjadi motor bagi Kroasia.

Veteran berusia 40 tahun sosok krusial di balik kebangkitan Kroasi dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Pada 2018, bersama Luka Modric, Kroasia melaju ke final sebelum akhirnya kalah dari Prancis.

Kemudian, empat tahun berselang di Qatar, eks pemain Real Madrid lagi-lagi memimpin timnya ke babak perempat final Piala Dunia 2022.

Selain Luka Modric, pemain lainnya juga siap beraksi menorehkan prestasi dan sensasi di bawah panji-panji kebesaran negara.

Dilansir Planetfootball, berikut Best XI Serie A yang tampil di Piala Dunia 2026:


Kiper: Mike Maignan

Kiper AC Milan, Mike Maignan, merayakan golnya di akhir pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan AS Roma di Stadion San Siro, Milan, pada 2 November 2025. (Isabella BONOTTO / AFP)

Lima tahun setelah didatangkan sebagai pengganti Gianluigi Donnarumma di AC Milan, Mike Maignan kini menjadi kapten Rossoneri.

Meski Milan sempat mengalami masa sulit pada akhir musim 2025-2026, Maignan tetap tampil konsisten dengan mencatatkan 14 clean sheet dalam 37 laga Serie A. Ia menjadi salah satu kiper paling andal di liga, meski gagal meraih penghargaan kiper terbaik musim ini yang jatuh kepada Mile Svilar dari Roma.

 


Bek kanan: Denzel Dumfries

Pemain Timnas Belanda, Denzel Dumfries (kanan) berduel udara dengan pemain Timnas Argentina, Nicolas Otamendi dalam laga babak perempatfinal Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Sabtu (10/12/2022) dini hari WIB. (AP/Ebrahim Noroozi)

Denzel Dumfries kemungkinan segera meninggalkan Serie A karena dikabarkan dekat dengan Real Madrid. Namun, performanya musim ini tetap layak diperhitungkan. Bek sayap Belanda itu menjalani musim kelima bersama Inter dan turut membantu klub meraih Scudetto kedua.

Meski hanya tampil dalam 20 laga liga akibat cedera pergelangan kaki, Dumfries tetap menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek sayap terbaik Serie A dan berpeluang menjadi andalan Belanda di Piala Dunia 2026.


Bek tengah: Gleison Bremer

Bek Juventus, Gleison Bremer mengontrol bola saat menghadapi Hellas Verona pada laga Liga Italia 2022/2023 di Bentegodi Stadium, Verona (10/11/2022). Juventus berhasil mendatangkan Gleison Bremer pada awal musim 2022/2023 setelah bersaing dengan Arsenal, Tottenham dan Newcastle United. Dalam kondisi finansial seperti sekarang ini, Juventus bisa saja melepas sang pemain musim depan ke Tottenham atau Arsenal yang masih membutuhkan jasa Gleison Bremer. (AFP/Marco Bertorello)

Bremer telah bermain di Serie A selama delapan tahun, empat tahun bersama Torino dan kemudian empat tahun bersama Juventus.

Anehnya, ia memiliki jumlah penampilan dan gol yang sama persis di liga untuk kedua rival Turin tersebut: 98 dan 11 untuk masing-masing tim.

Pemain internasional Brasil itu bermain dua kali di Piala Dunia terakhir, yang merupakan penampilan kedua dan ketiganya untuk negaranya.

Kini berusia 29 tahun, Bremer dalam performa terbaiknya adalah seorang bek dominan, kuat dalam duel udara dan satu lawan satu.

 


Bek tengah: Evan Ndicka

Jonathan David dan Evan Ndicka dalam duel perebutan bola di laga Liga Italia antara AS Roma vs Juventus di Stadio Olimpico, 2 Maret 2026. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)

Lahir di Prancis dan telah 20 kali membela timnas junior Prancis, Ndicka berganti kewarganegaraan ke Pantai Gading pada tahun 2023, di musim panas yang sama saat ia bergabung dengan Roma.

Bek tengah berkaki kiri ini bermain di setiap menit musim Serie A 2024-25, sebelum membantu timnya lolos ke Liga Champions pada akhir musim 2025-26.

Ndicka biasanya pandai membaca permainan dan cukup baik dalam mengontrol bola, karakteristik yang diharapkan Pantai Gading dapat membantu mereka di Piala Dunia pertama mereka sejak 2014.


Bek kiri: Mathias Olivera

Pemain Uruguay, Nahitan Nandez (kiri) berebut bola dengan pemain Amerika Serikat, Gio Reyna pada laga Grup C Copa America 2024 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Missouri, Selasa (07/02/2024) WIB. (AP Photo/Reed Hoffman)

Posisi ini seharusnya diisi oleh rekan setim Ndicka di Roma, Wesley, salah satu pemain yang bersinar di Serie A musim ini. Sayangnya, cedera dalam salah satu pertandingan persahabatan Brasil sebelum Piala Dunia telah membuatnya absen dari turnamen.

Salah satu bek kiri Amerika Selatan yang bermain di Serie A dan akan berangkat ke turnamen tanpa cedera adalah Olivera, pemain Napoli dan Uruguay.

Napoli merekrutnya empat tahun lalu dan sejak itu ia telah bermain lebih dari 100 kali di Serie A, memenangkan liga dua kali.

Dengan 35 penampilan untuk Uruguay, ia diharapkan menjadi bek kiri utama mereka, karena Marcelo Bielsa lebih suka menggunakan Maxi Araujo di posisi yang lebih maju.

 


Gelandang: Luka Modric

Kevin De Bruyne berebut bola dengan Luka Modric dalam laga uji coba internasional antara Kroasia vs Belgia di Stadion Rijeka, 2 Juni 2026. (AP Photo/Darko Bandic)

Kini bersiap untuk Piala Dunia keenamnya setelah membantu Kroasia menjadi runner-up pada tahun 2018 dan tim peringkat ketiga pada tahun 2022, Modric yang berusia 40 tahun baru saja menyelesaikan musim pertamanya di Serie A bersama AC Milan.

Meskipun usianya sudah lanjut, mantan ikon Real Madrid ini memulai 32 pertandingan Serie A untuk Milan sepanjang musim.

Ada beberapa klaim bahwa Modric mungkin akan pensiun setelah Piala Dunia, jadi nikmati selagi masih ada kesempatan. Sungguh karier yang luar biasa yang telah ia jalani.


Gelandang: Scott McTominay

Para pemain Timnas Skotlandia merayakan gol yang dicetak Scott McTominay ke gawang Spanyol pada laga Grup A Kualifikasi Euro 2024 di Hampden Park Stadium, Glasgow, Skotlandia (28/3/2023). Skotlandia total mengoleksi 5 gol tanpa kebobolan di Grup A. Scott McTominay dkk sukses menghajar Siprus 3-0 dan Spanyol 2-0. (AP Photo/Scott Heppell)

Scott McTominay terus bersinar bersama Napoli sejak meninggalkan Manchester United. Gelandang asal Skotlandia itu langsung beradaptasi dengan Serie A dan menjadi salah satu kunci keberhasilan Napoli meraih Scudetto musim lalu dengan torehan 12 gol.

Meski Napoli hanya finis sebagai runner-up musim ini, McTominay tetap tampil impresif dengan mencetak 10 gol di liga dan mencatatkan jumlah gol terbanyaknya dalam semusim di semua kompetisi. Ia kini bersiap tampil di Piala Dunia pertamanya bersama Skotlandia sejak tim tersebut kembali ke turnamen terbesar dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.


Gelandang serang: Nico Paz

Gelandang Argentina #18, Nico Paz, dan gelandang Bolivia #14, Robson Matheus, berebut bola selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Amerika Selatan antara Argentina dan Bolivia di stadion Mas Monumental di Buenos Aires pada tanggal 15 Oktober 2024. (JUAN MABROMATA/AFP)

Permata dari tim Como yang telah mengamankan tempat di Liga Champions musim depan – meskipun ia mungkin tidak akan menjadi bagian dari tim tersebut jika Real Madrid membelinya kembali, Paz dinobatkan sebagai gelandang terbaik di Serie A musim ini.

Ia belum memiliki catatan penampilan dua digit untuk Argentina, tetapi kini siap untuk merasakan pengalaman pertamanya di turnamen sepak bola, mengikuti jejak ayahnya, Pablo, yang bermain di Piala Dunia 1998.

Pada usia 21 tahun, Paz junior bisa dibilang sudah menjadi bintang yang lebih besar dan memiliki masa depan yang cerah.


Sayap kanan: Donyell Malen

Striker Timnas Belanda, Donyell Malen (kiri) berebut bola dengan bek Timnas Inggris, Kieran Trippier pada laga semifinal Euro 2024 di Westfalenstadion, Dortmund, Jerman, Kamis (10/7/2024). (AP Photo/Frank Augstein)

 

Meski belum mencatatkan 10 penampilan bersama Argentina, Nico Paz siap merasakan pengalaman pertamanya di putaran final Piala Dunia. Gelandang berusia 21 tahun itu mengikuti jejak sang ayah, Pablo Paz, yang pernah membela Argentina di Piala Dunia 1998. Dengan bakat dan potensinya yang besar, Paz kini dianggap sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan milik Albiceleste.

Di sektor sayap kiri, Kenan Yildiz menjadi pilihan utama. Bintang muda Juventus itu mencetak 10 gol di Serie A musim ini, angka yang sama dengan nomor punggung 10 yang dikenakannya di klub. Pencapaian tersebut semakin istimewa mengingat usianya yang masih 21 tahun dan besarnya sejarah nomor tersebut di Turin. Meski nomor 10 Timnas Turki masih menjadi milik Hakan Calhanoglu, Yildiz diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci Turki saat menjalani debutnya di ajang Piala Dunia.


Striker: Lautaro Martinez

Lautaro Martinez mencetak gol via penalti saat Argentina mengalahkan Honduras 2-0 pada uji coba jelang Piala Dunia 2026. (Tim Warner / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Posisi penyerang ditempati oleh kapten Inter, Lautaro Martinez, satu-satunya pemain yang mencetak lebih banyak gol daripada Donyell Malen di Serie A musim ini. Selama delapan tahun terakhir, Martinez menjadi sosok sentral di lini depan Inter, tetap konsisten meski rekan-rekan duetnya terus berganti.

Penyerang asal Argentina itu kini menjadi pemain asing aktif dengan koleksi gol terbanyak di Serie A, yakni 132 gol. Bersama Timnas Argentina, Martinez juga merupakan bagian dari skuad juara Piala Dunia 2022. Meski tidak mencetak gol di Qatar, ia sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan saat adu penalti melawan Belanda di perempat final.

Secara keseluruhan, Martinez telah mengoleksi 36 gol dari 75 penampilan untuk Argentina. Catatan tersebut semakin impresif mengingat ia kerap berada di bawah bayang-bayang sang megabintang, Lionel Messi.

Sumber: Planetfootball

Berita Terkait