Analisis Taktik Peserta Piala Dunia 2026 Versi Toni Ho: Tim Medioker Masih Pakai Compact Defence untuk Redam Agresivitas Tim Unggulan

Analisis Taktik Peserta Piala Dunia 2026 Versi Toni Ho: Tim Medioker Masih Pakai Compact Defence untuk Redam Agresivitas Tim Unggulan

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 11 Juni 2026, 21:45 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Bola.com, Jakarta - Gong Piala Dunia 2026 bakal resmi ditabuh, Jumat (12/6/2026), dinihari WIB. Duel Meksiko kontra Afsel di Stadion Mexico City, Kota Meksiko, jadi pembuka pesta sepak bola terbesar di Bumi ini.

Pada gelaran Piala Dunia 2026 kali ini diikuti sebanyak 48 negara. Mereka terbagi dalam 12 grup yang berisi masing-masing empat peserta. Sejarah baru juga diukir di hajatan ini di mana Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara yakni AS, Meksiko, dan Kanada.

Advertisement

Seperti biasa, tiap grup memiliki tim-tim unggulan yang ditentukan dari posisi terakhir mereka di daftar rangking FIFA. Pertandingan pertama selalu tak mudah bagi semua kontestan. Karena itu pasti selalu terjadi kejutan yang tak terduga.

Tim-tim medioker yang langsung bertemu tim unggulan akan berusaha keras agar tak gampang dikalahkan lawan. Makanya jangan heran ada tim unggulan yang terpaksa harus bertekuk lutut atas tim semenjana.


Teringat Korsel Vs Jerman

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) pernah sukses membawa Korea Selatan mengalahkan Timnas Jerman di kancah Piala Dunia 2018. Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia sejak akhir Desember 2019, STY belum pernah satu kalipun mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia. Di ajang Piala Dunia 2023, STY bersama Timnas Indonesia berambisi untuk menunjukkan diri dengan target lolos dari grup D yang dihuni oleh Jepang, Irak, dan Vietnam. (AFP/Joe Klamar)

Kita masih ingat bagaimana Korsel yang diasuh mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mempermalukan Jerman 2-0 pada partai pembuka pada Piala Dunia 2018 Rusia tahun 2018 silam. Padahal Der Panzer berstatus sebagai juara bertahan. Pada Piala Dunia 2022 Qatar empat tahun lalu, siapapun tak menyangka Arab Saudi mampu menundukkan Argentina 2-1.

"Selamat menikmati eforia sepak bola terbesar di Bumi. Siap-siap jadi saksi terjadinya kejutan di laga perdana nanti. Fase grup momen sulit bagi semua tim. Terutama tim-tim unggulan," kata Toni Ho.

Pengamat sepak bola asal Makassar ini menengarai di babak grup nanti tim-tim medioker akan bermain sangat hati-hati. "Saya kira cara main tim-tim papan bawah masih memakai sistem compact defence. Mereka akan memperkuat pertahanan, lalu menyerang balik dengan cepat. Ini cara paling efektif untuk menyulitkan negara unggulan," jelasnya.

 


Argentina Vs Arab Saudi

Pemain Argentina Angel Di Maria (tengah) mengontrol bola menjauhi pemain Arab Saudi Yasser Al-Shahrani (kiri) pada pertandingan sepak bola Grup C Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Selasa (22/11/2022). Arab Saudi mengalahkan Argentina dengan skor 2-1. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Toni Ho menjelaskan pada fase grup tiap tim harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin dari tiga pertandingan yang dilakoni agar lolos ke babak gugur.

"Fase grup beda dengan babak gugur. Laga grup itu sulit. Karena semua tim harus dapat poin sebanyak-banyaknya. Tiap tim punya peluang sama ke babak berikutnya. Makanya tim level bawah sangat senang bisa menahan seri atau mengalahkan tim besar," ucapnya.

Toni Ho pun membuka kembali memori usai Argentina dikalahkan Arab Saudi.

"Saat itu Argentina dengan percaya diri bisa menang mudah. Mereka bermain ofensif. Tapi Lionel Messi dkk. malah dibekuk Arab Saudi. Tapi dua pertandingan berikutnya cara main Argentina berubah. Mereka lebih hati-hati untuk mencari poin yang telah hilang," tuturnya. 

Berita Terkait