Strategi Mematikan Mauricio Pochettino saat Amerika Serikat Hancurkan Paraguay: Pulisic dan Balogun Jadi Sosok Sentral!

Strategi yang diracik Mauricio Pochettino berjalan dengan sempurna saat Timnas Amerika Serikat berhasil menghancurkan perlawanan Paraguay dengan skor 4-1.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 13 Juni 2026, 14:15 WIB
Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memimpin anak asuhnya menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup D Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB. Dalam duel itu, Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay. (AFP/Frederic J. BROWN)

Bola.com, Inglewood - Strategi yang diracik Mauricio Pochettino berjalan dengan sempurna saat Timnas Amerika Serikat berhasil menghancurkan perlawanan Paraguay dengan skor 4-1, dalam duel pembuka Grup D Piala Dunia 2026.

Pada laga yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB, Amerika Serikat menyajikan alur serangan yang berjalan lancar dan pertukaran posisi yang begitu dinamis untuk membuat Paraguay kewalahan.

Advertisement

Alih-alih bergantung pada satu cara untuk mencetak gol, tim berjuluk The Stars and Stripes tersebut menyerang Paraguay dari berbagai arah. Upaya ini mampu meregangkan pertahanan lawan melalui area sayap maupun ruang di belakang garis pertahanan.

Folarin Balogun menjadi bintang kemenangan tuan rumah lewat dua golnya pada menit ke-31 dan 45+5’. Adapun dua gol lainnya dicatatkan lewat gol bunuh diri Damian Bobadilla (7’) dan Giovanni Reyna (90+8’). Satu-satunya gol balasan Paraguay datang dari Mauricio (73’).

Nikmati liputan ekslusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

 


Pulisic Jadi Sosok Sentral

Aksi Christian Pulisic di laga pembuka grup D Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay, Sabtu (13/6/2026) (AP Photo/Jayne Kamin-Oncea)

Christian Pulisic yang beroperasi di sektor kiri penyerangan menjadi sosok sentral serangan Amerika Serikat. Dia berulang kali meneror lini belakang Paraguay, memanfaatkan akselerasi untuk mengisolasi para bek dan menciptakan peluang.

Meski ancaman utamanya datang dari area sayap, ia sesekali bergerak ke tengah untuk berkolaborasi dengan Weston McKennie. Dengan cara ini, Amerika Serikat menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tengah dan mengacaukan bentuk pertahanan Paraguay.

Pergerakan tersebut jadi masalah besar bagi bek kanan Timnas Paraguay, Juan Caceres, yang menjalani malam yang sulit karena Pulisic terus menemukan ruang di sisi pertahanannya. Situasi itu memaksa sang bek melakukan tekel-tekel putus asa yang berujung pada kartu kuning pada menit ke-9.

Dominasi tuan rumah tidak hanya bergantung pada kualitas individu. Skuad asuhan Pochettino kerap memadati area tengah lapangan, dengan Weston McKennie dan Malik Tillman membantu menciptakan keunggulan numerik di lini tengah. Adapun para pelari menyerang ruang yang muncul ketika Paraguay berusaha membendung Pulisic.

 


Keragaman Pola Serangan

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memimpin anak asuhnya menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup D Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB. Dalam duel itu, Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay. (AFP/Patrick T. Fallon)

Keragaman pola serangan Amerika Serikat menjadi tanda paling penting bagi Pochettino. Permainan sayap dan kombinasi umpan Christian Pulisic memang mencuri perhatian, tetapi Amerika Serikat juga sama berbahayanya saat menyerang langsung melalui tengah.

Gol individu brilian Balogun tepat jelang turun minum, setelah menyambut umpan terobosan Malik Tillman yang membelah pertahanan, menunjukkan dimensi lain dari lini serang yang tampak mampu melukai lawan dengan berbagai cara.

Di saat Amerika Serikat berhasil mendominasi lini tengah dan berani mengirim banyak pemain ke depan, serangan Paraguay makin kesulitan berkembang. Julio Enciso dan Antonio Sanabria sering kali terisolasi.

 


Kapten Merasa Bangga

Sementara itu, kapten Timnas Amerika Serikat, Tim Ream, merasa gembira dengan performa yang ditampilkan rekan-rekannya pada laga pembuka. Menurut dia, skuad asuhan Pochettino bakal menatap tantangan berikutnya dengan lebih percaya diri.

"Merupakan kehormatan memimpin tim ini, dan menjadi bagian dari grup ini saja sudah merupakan kehormatan besar. Kami telah bekerja keras untuk mencapai titik ini,” ujar Tim Ream dikutip dari situs resmi FIFA.

“Menampilkan performa seperti ini, meraih tiga poin, dan memulai turnamen dengan cara yang kami inginkan adalah sesuatu yang sangat kami harapkan. Banyak momen pertama yang tercipta malam ini, gol-gol perdana juga, dan secara keseluruhan ini adalah malam yang sangat baik bagi kami."

Sumber: Reuters dan FIFA


Simak Persaingan di Grup D:

Berita Terkait