Pelajaran Berharga Brasil usai Imbang Vs Maroko di Piala Dunia 2026: Masih Telat Panas!

Pelajaran Berharga yang Didapat Brasil usai Remis Vs Maroko di Piala Dunia 2026: Tim Samba Masih Telat Panas

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 14 Juni 2026, 13:00 WIB
Penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou (1), meninju bola menjauh dari pemain Brasil, Gabriel Magalhaes (3), saat pemain Maroko, Ayyoub Bouaddi (6), Chadi Riad (18) dan Issa Diop, ikut bermain selama pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 14 Juni 2026. (AP Photo/Matt Slocum)

Bola.com, Jakarta - Timnas Brasil harus puas mendulang satu poin melawan Maroko dalam laga pertama Grup C Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Kedua tim berbagi angka 1-1 di pertandingan ini.

Maroko berhasil membuat kejutan dengan meraih keunggulan lebih dulu lewat gol yang dicetak Ismael Saibari pada menit ke-21. Saibari mengejar bola terobosan yang dikirimkan Brahim Diaz dan kemudian mengecoh kiper Brasil, Alisson untuk mengoyak jala gawang.

Advertisement

Namun, hanya dalam waktu 11 menit berselang, Brasil mampu membuat kedudukan menjadi imbang lagi. Vinicius Junior mencetak gol yang luar biasa pada menit ke-32 setelah menerima umpan dari Bruno Guimaraes.

Setelah babak pertama berakhir imbang 1-1, kedua tim memperlihatkan permainan terbuka di babak kedua demi mencari gol tambahan. Peluang-peluang yang didapatkan, baik oleh Brasil maupun Maroko, sulit untuk dikonversi menjadi gol.

Hingga pertandingan usai, kedudukan imbang 1-1 bertahan, dan kedua tim berbagi poin.

Ada beberapa pelajaran berharga yang dipetik Brasil atas hasil imbang melawan Maroko tadi pagi. Apa saja? Simak ulasannya, berikut ini.

 

 


Permainan yang Lambat

Pemain Brasil Marquinhos (4) bereaksi terhadap hasil imbang di akhir laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026. (AP Photo/Adam Hunger)

Seperti dalam ulasan Sports Illustrated usai pertandingan, justru Maroko yang bermain langsung menekan Brasil sejak awal permainan.

Pada menit ke-10, Maroko telah menguasai hampir 70 persen penguasaan bola dan telah melepaskan lima tembakan. Sementara Brasil hanya bisa berusaha keras untuk mematahkan setiap serangan sistematis Maroko.

Situasi ini berlangsung hampir sepanjang 30 menit pertama.

Maroko yang dipimpin Achraf Hakimi, terus-menerus memanfaatkan sisi kiri pertahanan Brasil, menargetkan peran bek kiri, Douglas Santos, dan memberikan tekanan bertubi-tubi. Selain itu, lini tengah Brasil juga kerap ditembus Maroko.

Striker Maroko, Ismael Saibari, akhirnya menghukum Selecao pada menit ke-21, membelah pertahanan tengah Gabriel dan Marquinhos dalam perjalanan menuju gol mudah. Saibari menerima bola dari gelandang kanan Brahim Díaz, yang dibiarkan terbuka lebar di tengah lapangan.

Santos terlambat bergerak untuk menghadangnya sehingga Brahim dengan mudah menemukan Saibari yang sedang berlari.

Ini menjadi catatan bagi Brasil, dengan harus memulai pertandingan dengan momentum yang lebih besar.

"Brasil tidak boleh membiarkan diri didikte lawan sejak awal pertandingan. Selain itu, mereka harus belajar untuk lebih memberikan tekanan, serta meminimalkan ruang kosong yang bisa ditembus lawan," tulis SI.


Peran Besar Vinicius Jr

Pemain Timnas Brasil, Vinicius Junior, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Maroko dalam laga pertama Grup C Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Adam Hunger)

Pelajaran lain yang didapat Brasil dari hasil imbang melawan Maroko kali ini adalah kecemerlangan sesaat. Secara permainan, Brasil dan Maroko hampir berimbang, dengan penguasaan bola 51 persen berbanding 49 persen.

Akan tetapi, Maroko lebih impresif dalam menciptakan peluang dan percobaan tembakan. Maroko mencatat setidaknya 14 total tembakan, sementara Brasil hanya 12 kali.

Apresiasi layak diberikan untuk Vinicius Jr, pencetak gol penyama kedudukan untuk Brasil di menit ke-32.

Pemain andalan Real Madrid itu menggiring bola ke sisi kiri gawang sebelum menendang bola ke sudut atas gawang, kekuatan tendangannya begitu dahsyat hingga hampir mematahkan jari kiper Yassine Bounou.

Menurut ulasan SI, peran Vinicius Jr dalam mencetak gol ke gawang Maroko sebagai bentuk kecemerlangan sesaat. Momen gol Vinicius Jr murni karena bakat yang dimilikinya yang menutup kelemahan Brasil.

"Momen magis Vini Jr dengan cepat terbukti menjadi apa yang dibutuhkan Brasil saat itu. Gol spektakuler itu membangkitkan semangat Brasil, dan mereka mulai bermain dengan lebih baik, menampilkan permainan yang lebih kolektif," tulis SI.

Golnya ke gawang Maroko menandai koleksi ke-10 Vinicius Jr untuk Selecao dari total 50 caps.

Vini dianggap sangat memahami gaya kepelatihan Carlo Ancelotti, setelah memainkan total 209 pertandingan di bawah asuhan pelatih asal Italia tersebut bersama Real Madrid.

 

Sumber: SI

Berita Terkait