Bola.com, Jakarta - Laga Iran melawan Selandia Baru pada Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles, Senin waktu setempat atau Selasa (16-6-2026) pagi WIB, tidak hanya menghadirkan pertarungan dua tim yang sama-sama memburu sejarah.
Pertandingan ini juga berlangsung di tengah situasi politik yang masih memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Atmosfer di sekitar Timnas Iran sudah terasa berbeda sejak sebelum turnamen dimulai.
Ketidakpastian sempat membayangi partisipasi mereka karena konflik yang berlangsung, sementara berbagai persoalan di luar lapangan terus mengikuti perjalanan Team Melli menuju Piala Dunia 2026.
Situasi itu makin terasa karena pertandingan digelar di wilayah yang menjadi rumah bagi komunitas warga Iran terbesar di luar negeri.
Kondisi tersebut diperkirakan akan menambah tensi pada laga pertama antara Iran dan Selandia Baru di Piala Dunia 2026.
Suara Cemoohan
Iran bahkan memindahkan pusat pemusatan latihan mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko. Keputusan tersebut membuat mereka harus melakukan perjalanan lintas negara untuk menjalani seluruh pertandingan fase grup yang berlangsung di Amerika Serikat.
Kendati muncul laporan mengenai kemajuan negosiasi untuk mengakhiri konflik, ketegangan di sekitar tim belum mereda sepenuhnya.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) juga melontarkan kritik kepada FIFA setelah 15 anggotanya dilaporkan tidak memperoleh visa untuk menghadiri turnamen.
Suasana di Los Angeles sudah memberikan gambaran mengenai sambutan yang mungkin diterima Iran.
Pada opening ceremony yang berlangsung Jumat lalu atau Sabtu WIB di Los Angeles Stadium, terdengar suara cemoohan ketika bendera Iran dibawa memasuki lapangan.
Kini, Iran akan mengetahui secara langsung bagaimana respons penonton saat mereka melangkah ke lapangan menghadapi Selandia Baru.
Bertujuan Sama
Di balik berbagai isu politik yang mengiringi pertandingan, kedua tim datang dengan tujuan yang sama: memecahkan batas yang belum pernah mereka lewati di Piala Dunia.
Iran tampil untuk ketujuh kalinya di putaran final dan menjadi penampilan keempat secara beruntun. Namun, hingga kini mereka belum pernah menembus fase gugur.
Sementara itu, Selandia Baru kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.
Ini merupakan partisipasi ketiga mereka di Piala Dunia, tetapi kemenangan pertama di turnamen tersebut masih menjadi target yang belum tercapai.
Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, juga membawa catatan tersendiri. Ia menjadi pelatih kelahiran Iran pertama yang memimpin timnas di Piala Dunia sejak Jalal Talebi pada 1998.
Pertemuan Pertama
Ghalenoei mengantarkan Iran lolos dari kualifikasi Asia setelah hasil imbang 2-2 melawan Uzbekistan di Teheran pada 25 Maret 2025 memastikan tiket mereka ke putaran final.
Selandia Baru menyegel kelolosan sehari lebih awal. Tim asuhan Darren Bazeley meraih kemenangan 3-0 atas Kaledonia Baru pada final kualifikasi zona Oseania.
Mereka berharap dapat mengulang kenangan positif dari Piala Dunia 2010. Meski gagal lolos dari fase grup di Afrika Selatan, Selandia Baru pulang tanpa sekalipun menelan kekalahan setelah bermain imbang melawan Slovakia, Italia, dan Paraguay.
Pertandingan di Los Angeles juga akan menjadi pertemuan pertama Iran dan Selandia Baru di Piala Dunia. Bahkan, ini menjadi kali pertama kedua negara menghadapi lawan dari konfederasi masing-masing di ajang tersebut.
Modal Iran, Harapan Selandia Baru
Dalam hal pengalaman di Piala Dunia, Iran memiliki catatan yang lebih menjanjikan. Mereka selalu mampu memenangi satu pertandingan fase grup dalam dua edisi terakhir.
Pada Piala Dunia 2018, Iran mengalahkan Maroko 1-0 dan mengumpulkan empat poin, jumlah terbaik mereka sepanjang sejarah turnamen, meski berada satu grup dengan Spanyol dan Portugal.
Empat tahun kemudian di Qatar, Iran menundukkan Wales 2-0 berkat dua gol yang lahir pada masa injury time.
Meski begitu, kemenangan-kemenangan tersebut belum cukup untuk membawa mereka melangkah ke fase gugur.
Di kubu Selandia Baru, harapan besar bertumpu pada sang kapten, Chris Wood. Penyerang yang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas itu kembali menunjukkan ketajamannya selama kualifikasi.
Wood mencetak hattrick secara beruntun saat menghadapi Samoa dan Fiji, sebuah catatan yang mempertegas peran pentingnya dalam ambisi Selandia Baru memburu kemenangan pertama mereka di Piala Dunia.
Sumber: Reuters