Tak Menafkahi Anak? Argentina Minta AS Cegah 13.000 Warganya Masuk Stadion Piala Dunia 2026

Pemerintah Argentina serahkan daftar 13.000 penunggak nafkah anak ke otoritas AS. Mereka akan dilarang nonton Piala Dunia 2026 dari langsung dari stadion.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Juni 2026, 22:15 WIB
Suporter Timnas Argentina merayakan keberhasilan Lionel Messi dan kawan-kawan menjadi juara Piala Dunia di kota Buenos Aires, Selasa (20/12/2020). (AP Photo/Matilde Campodonico)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Argentina meminta bantuan otoritas Amerika Serikat untuk mencegah ribuan warganya menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menindak para penunggak kewajiban nafkah anak dan pelaku kekerasan yang pernah terlibat dalam insiden di stadion.

Advertisement

Menurut media Spanyol, AS, pemerintah Argentina telah menyerahkan daftar berisi sekitar 13.000 orang kepada pihak berwenang Amerika Serikat.

Sebagian besar nama dalam daftar itu merupakan orang tua yang tercatat menunggak pembayaran nafkah anak.

Timnas Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan dan termasuk satu di antara kandidat kuat peraih trofi. Tim asuhan Lionel Scaloni tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.

La Albiceleste akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Aljazair di Kansas City pada Rabu (17-6-2026) pagi WIB.

 


Bagian dari Program Safe Stands

Penyerang Argentina Lionel Messi (kedua dari kanan), gelandang Leandro Paredes (kanan) dan gelandang Giovani Lo Celso (tengah) mengambil bagian dalam sesi latihan selama turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 di Sporting KC Training Center, Kansas City pada Kamis 11 Juni 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Namun, di tengah tingginya antusiasme publik untuk mendukung timnas, pemerintah Argentina justru berupaya memastikan ribuan suporter tertentu tidak dapat masuk stadion.

Wali Kota Buenos Aires, Jorge Macri, menegaskan bahwa mereka yang mengabaikan kewajiban terhadap anak-anaknya tidak layak menikmati pertandingan sepak bola.

"Jika mereka tidak menafkahi anak-anak mereka, mereka tidak akan diizinkan masuk ke stadion," kata Macri.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program nasional bernama "Safe Stands" yang dijalankan pemerintah Argentina.

Program itu bertujuan mengidentifikasi sekaligus memberikan sanksi kepada orang tua yang mampu mengeluarkan uang untuk menghadiri acara olahraga, tetapi gagal memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka.

 


Upaya Pelacakan

Penggemar Argentina yang hadir di stadion saat Timnas Argentina menghadapi Curacao dalam laga FIFA Matchday yang digelar di Santiago del Estero, Argentina, Rabu (29/3/2023) pagi WIB. (AP Photo/Nicolas Aguilera)

Daftar yang diserahkan kepada otoritas Amerika Serikat disebut berisi nama-nama individu yang memiliki tunggakan nafkah anak dan sebelumnya telah dinyatakan menunggak melalui putusan pengadilan Argentina.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Argentina meningkatkan upaya pelacakan terhadap para penunggak.

Status tunggakan muncul ketika kewajiban pembayaran berkala tidak dipenuhi hingga melewati batas waktu yang telah ditetapkan.

Pemerintah berharap kerja sama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat dapat membantu mengidentifikasi siapa pun yang masih memiliki kewajiban yang belum dibayar, tetapi mencoba menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026.

Program "Safe Stands" yang diperluas sejak 2023 mendapat dukungan luas dari masyarakat Argentina.

Berdasarkan data resmi, lebih dari empat juta penonton telah diperiksa dalam 1.328 pertandingan sepak bola selama periode tersebut.

 


Lebih dari 15.000 Nama Masuk Daftar Larangan

Para suporter Timnas Argentina memberikan dukungan saat menghadapi Timnas Bolivia pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol di La Paz Stadium, Bolivia, Rabu (13/9/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Juan Karita)

Dari proses pemeriksaan itu, aparat berhasil mengidentifikasi 1.166 orang yang memiliki surat perintah penangkapan aktif. Selain itu, puluhan larangan administratif telah dijatuhkan.

Tak hanya mencakup para penunggak nafkah anak, daftar yang diberikan kepada pihak Amerika Serikat juga memuat individu yang memiliki riwayat tindak kekerasan dan kejahatan di stadion.

Menteri Keamanan Nasional Argentina, Patricia Bullrich, menyebut jumlah keseluruhan nama dalam daftar larangan mencapai lebih dari 15.000 orang.

"Daftar ini mencakup lebih dari 15.000 orang yang akan dilarang masuk ke stadion," ujar Bullrich.

"Bagi kami, ini sangat penting karena tidak ada satu pun pelaku kekerasan yang pernah melakukan tindak kriminal di stadion-stadion Argentina yang akan bisa menghadiri ajang olahraga ini," tegas Bullrich.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait