Jadi Penentu Kemenangan Pantai Gading atas Ekuador, Amad Diallo: Kami Akan Bikin Sejarah di Piala Dunia 2026

Amad Diallo menjadi pahlawan kemenangan Pantai Gading atas Ekuador pada laga pertama Grup E Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 15 Juni 2026, 16:15 WIB
Penyerang Pantai Gading nomor punggung 15, Amad Diallo, merayakan kemenangan setelah pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2026 antara Pantai Gading dan Ekuador di Stadion Philadelphia, Philadelphia, pada 14 Juni 2026. (MAURO PIMENTEL / AFP)

Bola.com, Philadelphia - Amad Diallo menjadi pahlawan kemenangan Pantai Gading atas Ekuador pada laga pertama Grup E Piala Dunia 2026. Pemain asal klub Manchester United (MU) itu mencetak gol tunggal timnya.

Pantai Gading susah payah mengalahkan Ekuador dalam duel yang berlangsung di Philadelphia Stadium, Minggu malam waktu setempat atau Senin (15/6/2026) pagi WIB.

Advertisement

Amad Diallo baru masuk pada menit ke-56, untuk menggantikan Bazoumana Toure. Saat waktu normal hampir berakhir, Amad memanfaatkan bola umpan Wilfried Singo, dengan tenang menaklukkan kiper Ekuador, Hernan Galindez.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Les Elephants atas tim asal Amerika Selatan di ajang Piala Dunia. Sebelumnya selalu kalah dalam tiga pertemuan, yaitu 1-2 dari Argentina pada 2006, 1-3 dari Brasil pada 2010, dan 1-2 dari Kolombia pada 2014.

 


Kemenangan Bersejarah

Amad Diallo jadi pahlawan kemenangan Pantai Gading atas Ekuador di Piala Dunia 2026 berkat gol tunggalnya pada menit ke-90.

Amad Diallo bersyukur menjadi pahlawan kemenangan timnya atas Ekuador. Ia mengaku sangat ingin membawa Pantai Gading melaju jauh di Piala Dunia Amerika Utara kali ini.

Sebab sepanjang sejarahnya, Pantai Gading selalu gagal di babak penyisihan grup saat Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014. Pemain berusia 23 tahun berapi-api untuk menyambut pertandingan berikutnya.

"Kami membutuhkan kemenangan ini. Kami datang ke sini untuk membuat sejarah. Kami masih memiliki dua pertandingan lagi di depan, dan perlu menghadapinya dengan mentalitas yang sama dan mencoba untuk memenangkannya. Kami harus tetap fokus," tuturnya.

"Kami tahu pertandingan yang sulit karena kami mengenal para pemain Ekuador, mereka sangat kuat secara fisik. Mereka tentu saja menimbulkan masalah bagi kami, tetapi kami tetap tenang dan tetap fokus," jelas Amad Diallo.


Tekad Ukir Sejarah

Amad Diallo baru masuk pada awal babak kedua dalam laga Pantai Gading vs Ekuador. (Dok FIFA)

Komentar tak jauh berbeda dilontarkan rekan setimnya di Pantai Gading, Yan Diomande. Penyerang sayap kanan lincah ini didapuk sebagai man of the match alias pemain terbaik dalam pertandingan.

Diomande menjadi penebar ancaman paling mematikan untuk pertahanan Ekuador. Pemain berusia 19 tahun tersebut setidaknya menorehkan 5 kreasi peluang, dengan satu di antaranya menjadi peluang emas.

Ia mengacak-acak lini belakang Ekuador dengan 12 kali sentuhan bola di kotak penalti. Sama seperti Amad Diallo, ia bertekad mengukir prestasi gemilang bersama Pantai Gading.

"Kami berjuang keras, kami berhasil, dan kami semua sangat gembira. Sulit dan menegangkan karena kami mewakili hampir 33 juta orang. Selanjutnya, kami ingin memenangkan setiap pertandingan, mengukir sejarah, dan itulah yang sedang kami coba lakukan bersama," tegas Yan Diomande.

Setelah mengatasi Ekuador, selanjutnya Pantai Gading akan meladeni Jerman di Toronto Stadium, Minggu (21/6/2026). Pemenangnya bisa segera memastikan satu tiket ke babak gugur atau 32 besar.

Sumber: FIFA


Berita Terkait