UEFA Ancam Tuntut Gianni Infantino Usai Gagalnya Rencana Penjualan Saham Piala Dunia

UEFA mengancam langkah hukum terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino usai rencana FFE dijatuhkan 1 Agustus 2026.

Bola.com, Jakarta - UEFA mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino setelah rencana penjualan saham pada turnamen-turnamen besar, termasuk Piala Dunia, dibatalkan. Ancaman ini muncul menyusul kegagalan proyek komersial FIFA yang memicu krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan induk sepak bola dunia tersebut.

Inisiatif yang diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE) itu dirancang untuk membentuk anak perusahaan komersial yang mengelola acara utama FIFA, seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Skemanya membuka investasi swasta minoritas, dengan target pendanaan hingga $4,2 miliar dari valuasi perusahaan $20 miliar dan sasaran keseluruhan lebih dari $20 miliar demi “mempercepat pengembangan sepak bola secara global”.

Thrive Capital, firma investasi AS yang didirikan Joshua Kushner, dilaporkan akan memimpin konsorsium investor. Namun penolakan luas dari konfederasi-konfederasi membuat proposal itu ditarik pada 1 Agustus, sementara UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan pada FIFA dan Infantino.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ancaman Hukum UEFA dan Krisis Kepercayaan

Dalam surat yang pertama kali dilaporkan oleh The Telegraph, UEFA menegaskan mereka “secara aktif mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan/atau keluhan regulasi yang timbul dari dan sehubungan dengan rencana FFE yang diusulkan oleh FIFA dan semua hal terkait”. Sikap ini tetap diambil meski proyek tersebut telah dibatalkan.

UEFA menuntut Infantino dan FIFA segera mengidentifikasi, menemukan, dan melestarikan semua dokumen serta informasi elektronik yang berkaitan dengan FFE. Peringatan itu secara spesifik melarang penghancuran, penghapusan, perubahan, penyembunyian, atau kehilangan materi relevan karena berpotensi dianggap sebagai perusakan bukti.

Badan sepak bola Eropa itu juga menyatakan berhak mencari ganti rugi yang sesuai apabila terjadi perusakan atau kehilangan bukti. UEFA menuduh kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan mereka dan “banyak anggota keluarga sepak bola lainnya”.

Isi dan Target Finansial Rencana FFE

FFE disusun untuk memisahkan pengelolaan komersial acara-acara utama FIFA lewat anak perusahaan khusus. Portofolionya mencakup gelaran seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub dengan mandat memaksimalkan nilai komersial turnamen.

Lewat skema itu, FIFA membuka ruang bagi investasi swasta minoritas. Harapannya, pendanaan hingga $4,2 miliar dapat terkumpul dari valuasi perusahaan $20 miliar, dengan target keseluruhan lebih dari $20 miliar untuk “mempercepat pengembangan sepak bola secara global”.

Perusahaan investasi AS Thrive Capital, yang didirikan oleh Joshua Kushner, dilaporkan akan memimpin konsorsium investor yang diusulkan untuk suntikan modal ke entitas komersial tersebut.

Penolakan Luas dan Gejolak Internal FIFA

Rencana FFE menuai resistensi dari berbagai konfederasi, termasuk UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Seluruh 55 asosiasi anggota UEFA secara tegas menentang dan bahkan mengancam akan memboikot kompetisi FIFA jika proposal itu dilanjutkan.

UEFA menegaskan dua poin: “Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi” dan “tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta”. Penegasan ini menjadi dasar sikap keras Eropa terhadap upaya komersialisasi hak kepemilikan turnamen.

Tekanan juga muncul dari internal FIFA. Penasihat senior Carlos Cordeiro mengundurkan diri karena tidak dapat mendukung proyek tersebut, menyatakan ia “tidak dapat berdiam diri sementara FIFA mempertimbangkan untuk menjual saham di Piala Dunia”. Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, turut melontarkan kritik dengan menyebut staf FIFA merasa tertipu oleh kurangnya keterbukaan Infantino dalam perencanaan penjualan itu.

Pelestarian Bukti dan Dorongan Perubahan Kepemimpinan

Dalam peringatan pelestarian bukti, UEFA meminta agar seluruh materi terkait FFE tidak diubah atau dihancurkan. Surat yang sama juga menyebut beberapa pihak sebagai target peringatan tersebut, antara lain Joshua Kushner, Greg Maffei, bank JP Morgan, dan perusahaan OpenEconomics.

UEFA menekankan bahwa setiap tindakan yang menyebabkan hilangnya materi relevan dapat berujung pada klaim di jalur hukum. Mereka menyatakan akan mencari ganti rugi yang sesuai jika terjadi perusakan atau kehilangan bukti selama proses ini berjalan.

Di sisi lain, UEFA menyerukan perlunya kepemimpinan baru di FIFA dan mengindikasikan Victor Montagliani, Presiden CONCACAF, sebagai penerus potensial Infantino. UEFA juga mengingatkan Infantino pada janji transparansi saat terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016, yang menurut mereka gagal dipenuhi.

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer