Jejak Maroko Bisa Jadi Peta Jalan Timnas Indonesia Menuju Pentas Dunia

Jejak Maroko Bisa Jadi Peta Jalan Timnas Indonesia Menuju Pentas Dunia

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 15 Juni 2026, 20:45 WIB
Namun di balik hasil imbang tersebut, performa Bouaddi menjadi salah satu sorotan utama karena mampu membantu Maroko meredam dominasi Brasil di sektor tengah. (AP Photo/Adam Hunger)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana globalisasi telah mengubah wajah sepak bola modern.

Salah satu contoh paling nyata adalah Timnas Maroko yang saat menghadapi Brasil menurunkan starting XI yang hampir seluruhnya lahir di luar negeri. Hanya Azzedine Ounahi yang lahir di Maroko.

Advertisement

Fenomena ini bukan hal baru bagi Singa Atlas. Dari 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026, mayoritas merupakan pemain diaspora yang lahir dan berkembang di Eropa. Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Noussair Mazraoui, hingga Yassine Bounou menjadi bukti keberhasilan Maroko memanfaatkan jaringan diaspora untuk memperkuat tim nasional.

Strategi tersebut terbukti efektif. Setelah mencetak sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022, Maroko kini menjadi salah satu contoh sukses negara yang mampu menggabungkan identitas nasional dengan talenta global.

 


Ikatan Emosional

Menariknya, banyak pemain diaspora memilih membela Maroko sejak awal karier internasional mereka, menunjukkan adanya ikatan emosional dan budaya yang kuat dengan negara asal keluarga mereka.

Tren ini juga terjadi secara global. Di Piala Dunia 2026, hampir seperempat pemain yang tampil membela negara berbeda dari tempat kelahiran mereka. Keberagaman latar belakang dinilai memberi keuntungan karena memperluas akses terhadap pemain yang berkembang di akademi-akademi terbaik dunia.

 


Timnas Indonesia

Calvin Verdonk mendapat pujian khusus dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berkat penampilan apiknya dalam dua laga FIFA Series 2026. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Fenomena tersebut relevan bagi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI aktif merekrut pemain keturunan yang berkarier di luar negeri seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Mees Hilgers. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia sekaligus mempercepat proses peningkatan kualitas skuad.

Kesuksesan Maroko menunjukkan bahwa memanfaatkan potensi diaspora bukanlah jalan pintas, melainkan strategi yang terbukti mampu mengangkat level tim nasional. Di saat yang sama, pembinaan pemain lokal tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi dalam jangka panjang.

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Berita Terkait