Kuota Legiun Impor Tetap 11, Erick Thohir Sebut I.League Berikan Insentif ke Klub yang Mainkan Banyak Pemain Indonesia: Dapat Uang Tambahan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI sekaligus Ketua PSSI, Erick Thohir, menjelaskan kebijakan terkait kuota pemain asing di Liga Indonesia dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI, Senin (15/6/2026).

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 16 Juni 2026, 12:30 WIB
Persib Bandung sukses merengkuh gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kepastian itu diraih setelah Maung Bandung bermain imbang tanpa gol kontra Persijap Jepara pada pekan ke-34. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (23/5/2026) sore WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI sekaligus Ketua PSSI, Erick Thohir, menjelaskan kebijakan terkait kuota pemain asing di Liga Indonesia dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI, Senin (15/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir juga mengungkap adanya insentif finansial bagi klub Super League yang memberikan lebih banyak kesempatan bermain kepada pemain Indonesia.

Advertisement

Raker itu digelar untuk membahas proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker demi membela Timnas Indonesia.

Namun, anggota raker turut menyinggung persoalan pembinaan pemain muda serta dampak banyaknya pemain asing di Super League.

Erick Thohir mengatakan regulasi kompetisi tidak bisa dilihat secara sederhana. Menurutnya, ada perbedaan karakter antara kasta tertinggi dan kompetisi di bawahnya yang membuat pendekatan aturan harus disesuaikan.


Super League dan Championship

Mariano Peralta, Borneo FC, BRI Super League. (Dok. ileague.id)

Untuk Championship, PSSI dan I.League telah menerapkan aturan yang lebih tegas. Pembatasan pemain asing serta kewajiban memainkan pemain muda menjadi bagian dari upaya menjaga ruang berkembang bagi talenta lokal.

Sementara itu, situasi di Super League dinilai lebih kompleks. Klub-klub Indonesia harus tetap mampu bersaing dengan tim-tim Asia Tenggara dan Asia yang melonggarkan kuota pemain asing.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa kualitas kompetisi Indonesia menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Posisi Super League yang sebelumnya berada di peringkat ke-25 Asia kini disebut telah naik hingga masuk 16 besar Asia.


Penjelasan Erick Thohir

Menpora Erick Thohir pada sesi konferensi pers hari Jumat (21/11/2025) di Kantor Kemenpora, Jakarta. (Abdul Aziz/Bola.com)

Namun, berdasarkan peringkat kompetisi klub pria AFC Musim 2025/2026, Liga Indonesia berada di posisi ke-20.

"Kompetisi memang cukup kompleks, tetapi alhamdulillah di Championship aturannya itu jelas, tiga pemain asing saja, dan pemain usia 21 tahun itu harus masih ada bermain 90 menit kalau tidak salah secara kumulatif, dan pelatihnya harus orang Indonesia," ujar Erick Thohir.

"Tetapi di Super League memang kompleksitasnya karena aturan Asia Tenggara dan Asia tidak ada pembatasan pemain asing. Sedangkan kalau kita tidak mengikuti, ya kompetisi kita terus merosot."

"Padahal Super League sekarang sudah naik dari peringkat 25 ke 16 besar Asia. Kita sudah menaikkan dan cita-citanya di Super League itu sepuluh besar," imbuh Erick Thohir.


11 Pemain Asing

Erick Thohir mengisyaratkan bahwa regulasi pemain asing di Super League musim depan masih sama dengan 2025/2026. Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan sebelas pemain asing.

Dari total sebelas pemain yang didaftarkan, sembilan yang bisa masuk daftar susunan pemain (DSP) dan tujuh pemain yang diperbolehkan turun di lapangan.

"Aturannya itu didaftarkan sebelas selama musim, ketika partai itu sembilan pemain karena bisa saja cedera, yang dari sebelas pemain itu yang bermain tujuh pemain," ucap Erick Thohir.

"Tetapi tahun ini, I.League juga memberikan insentif tambahan kepada klub-klub yang memainkan pemain Indonesia lebih banyak, mereka akan ditambahkan pendanaan uang tambahan. Jadi aturannya seperti itu," terangnya.

Berita Terkait