Ali Al-Hamadi, Bocah Pengungsi Irak dari Liverpool yang Kini Membela Negaranya di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak kisah menarik di luar lapangan. Salah satu cerita paling menyentuh datang dari penyerang Timnas Irak, Ali Al-Hamadi, yang akan menjalani laga pembuka Grup I melawan Norwegia di Boston.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 16 Juni 2026, 21:15 WIB
Marc Bernal dan Ali Al-Hamadi berduel memperebutkan bola dalam laga uji coba internasional antara Spanyol vs Irak di Estadio Abanca-Riazor, 5 Juni 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak kisah menarik di luar lapangan. Salah satu cerita paling menyentuh datang dari penyerang Timnas Irak, Ali Al-Hamadi, yang akan menjalani laga pembuka Grup I melawan Norwegia di Boston.

Bagi Al-Hamadi, tampil di Piala Dunia bukan sekadar pencapaian karier sepak bola. Turnamen ini juga menjadi simbol perjalanan panjang keluarganya yang pernah meninggalkan Irak demi mencari kehidupan yang lebih aman.

Advertisement

Penyerang berusia 24 tahun tersebut lahir di Irak, tetapi masih berstatus bayi ketika kedua orang tuanya memutuskan meninggalkan negara tersebut pada awal 2000-an. Mereka melarikan diri dari situasi sulit di bawah rezim Saddam Hussein dan menetap di Kota Liverpool, Inggris.

Di kota itulah Al-Hamadi tumbuh besar. Ia menghabiskan masa kecilnya di kawasan Toxteth dan mulai mengenal sepak bola melalui berbagai kompetisi usia muda di Liverpool.

Kini, lebih dari dua dekade setelah keluarganya meninggalkan tanah kelahiran mereka, Al-Hamadi kembali mengenakan lambang Irak di dada dan bersiap tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

 


Kisah Pengorbanan Orang Tua

Penyerang Irak, Ali Al-Hamadi, mencetak gol untuk AFC Wimbledon di League Two Inggris jelang bermain di Piala Asia 2023. (AFP/Hussein Faleh)

Al-Hamadi mengaku keikutsertaannya bersama Irak di Piala Dunia 2026 memiliki makna yang sangat besar bagi kedua orang tuanya.

Menurutnya, sang ibu dan ayah telah melalui pengorbanan luar biasa demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.

"Bukan hanya ayah saya, tetapi juga ibu saya. Sebagai perempuan muda berusia 18 atau 19 tahun yang harus membawa saya pergi meninggalkan negara asalnya, meninggalkan ibu dan ayahnya, serta melalui semua yang pernah dialaminya, itu sangat berat," kata Al-Hamadi.

Pemain yang kini berstatus milik Ipswich Town tersebut menyadari bahwa kesempatan membela Irak di level tertinggi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya.

"Saya juga tahu bahwa mewakili negara saya bagi mereka mungkin merupakan kebanggaan terbesar."

"Ini adalah cerita yang luar biasa, bukan? Setelah semua yang mereka lalui, setelah perjalanan hidup mereka, kini putra mereka bisa kembali dan mengenakan jersey Irak. Itu pasti perasaan yang luar biasa bagi mereka."

 


Dari Liverpool ke Panggung Dunia

Penyerang Irak, Ali Al-Hamadi, mencetak gol untuk AFC Wimbledon di League Two Inggris jelang bermain di Piala Asia 2023. (AFP/Hussein Faleh)

Karier sepak bola Al-Hamadi berkembang di Inggris. Ia pernah memperkuat Liverpool Schoolboys sebelum melanjutkan perjalanan ke akademi beberapa klub profesional.

Namanya mulai dikenal ketika bermain untuk Tranmere Rovers. Penampilannya kemudian menarik perhatian Ipswich Town yang merekrutnya dua tahun lalu.

Musim lalu, Al-Hamadi menjalani masa peminjaman bersama Luton Town di League One demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

Perkembangan tersebut membawanya menjadi salah satu bagian penting skuad Irak yang kini tampil di Piala Dunia 2026.

Laga melawan Norwegia menjadi kesempatan pertama bagi Al-Hamadi untuk menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola internasional.

Menariknya, pertandingan tersebut juga berpotensi mempertemukannya dengan sosok yang memiliki latar belakang serupa.

 


Duel dengan Sesama Anak Liverpool

Pemain Timnas Norwegia, Thelo Aasgaard, Erling Braut Haaland, Patrick Berg, dan Torbjorn Lysaker Heggem merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa melawan Italia, di Stadion San Siro, Milan, pada 16 November 2025. Mengalahkan Italia dengan skor 4-1 pada pertandingan terakhir Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Timnas Norwegia memastikan tiket lolos ke Piala Dunia 2026. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Di kubu Norwegia terdapat gelandang Thelo Aasgaard yang juga memiliki kisah unik.

Aasgaard tumbuh besar di Liverpool dan pernah memperkuat Liverpool Schoolboys, sama seperti Al-Hamadi. Bedanya, ia memilih membela Norwegia karena memiliki ayah berkebangsaan Norwegia dan ibu asal Prancis.

Pertemuan Irak dan Norwegia di Grup I pun menghadirkan duel dua pemain yang sama-sama dibesarkan di Liverpool, tetapi kini membela negara berbeda di Piala Dunia 2026.

Bagi Al-Hamadi, laga tersebut tentu akan menjadi momen emosional. Di satu sisi, ia membawa mimpi jutaan rakyat Irak. Di sisi lain, pertandingan itu menjadi pengingat perjalanan panjang keluarganya dari Timur Tengah menuju Inggris, hingga akhirnya kembali ke panggung dunia dengan mengenakan seragam negaranya sendiri.

Piala Dunia 2026 mungkin baru dimulai, tetapi bagi Ali Al-Hamadi, kisah istimewanya sudah lebih dulu menjadi salah satu cerita yang layak dikenang dari turnamen ini.