Ditahan Tanjung Verde, Mikel Merino Sebut Spanyol Sedang Berkabung di Piala Dunia 2026

Mikel Merino ungkap suasana hati pemain Timnas Spanyol setelah gagal menaklukkan Tanjung Verde.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Juni 2026, 08:20 WIB
Gelandang Spanyol #06 Mikel Merino (kanan) bereaksi selama pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde di Stadion Atlanta di Atlanta pada 16 Juni 2026. (Roberto SCHMIDT/AFP)

Bola.com, Jakarta - Hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026, Senin kemarin, masih membekas di kubu Spanyol.

Gelandang La Roja, Mikel Merino, mengakui timnya sedang berusaha bangkit dari kekecewaan setelah gagal meraih kemenangan yang diharapkan.

Advertisement

Tanjung Verde, yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia, sukses menahan Spanyol 0-0 di Atlanta.

Kiper Vozinha tampil gemilang dan terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, sementara Lamine Yamal hanya dimainkan sebagai pemain pengganti karena belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Hasil itu membuat persaingan di Grup H makin terbuka setelah Arab Saudi dan Uruguay juga bermain imbang pada pertandingan lainnya.

Kini, skuad Spanyol telah kembali ke pusat latihan mereka di Chattanooga, Tennessee, untuk mempersiapkan laga berikutnya melawan Arab Saudi pada Minggu mendatang.

"Setiap pemain memiliki caranya sendiri untuk menghadapi kekecewaan ini," kata Merino dalam konferensi pers yang berlangsung sekitar 30 menit, Selasa (16-6-2026).

"Ada yang langsung ingin menonton ulang rekaman pertandingan. Ada juga yang memilih menjauh sejenak dari sepak bola. Ini adalah masa untuk menerima kekecewaan karena gagal mendapatkan tiga poin. Sekarang kami sudah memikirkan apa saja yang harus diperbaiki," ungkapnya.

 


Kondisi Psikologis

Total Vozinha melakukan tujuh save pada laga ini. Dua save yang dilakukan Vozinha bahkan sangat krusial menit ke-39. Bayangkan Timnas Spanyol punya dua kans sekaligus untuk mencetak gol tapi bisa digagalkan Vozinha. (AP Photo/Mike Stewart)

Sebelumnya, Merino menggunakan istilah "mourning" atau berkabung untuk menggambarkan suasana hati para pemain setelah hasil mengecewakan tersebut. Pernyataan itu kemudian memunculkan pertanyaan karena terkesan menggambarkan kondisi psikologis skuad Spanyol yang cukup berat.

Merino pun memberikan penjelasan.

"Mungkin saya kurang tepat memilih kata. Itu hanya sebuah metafora atau perbandingan," ujar pemain Arsenal tersebut.

"Tidak ada yang meninggal dunia. Ini bukan berkabung dalam arti sebenarnya. Namun, terkadang kekalahan terasa seperti itu. Ketika Anda sangat kompetitif, Anda selalu ingin tampil dalam performa terbaik. Saat gagal mencapainya, Anda pulang dan bahkan tidak ingin berbicara dengan keluarga. Karena itulah saya mengibaratkannya seperti berkabung," jelas Merino.

 


Bukan Akhir

Vozinha memang sukses membuat frustrasi lini depan Timnas Spanyol, sang juara Eropa. (AP Photo/Jacob Kupferman)

Kendati kecewa dengan hasil laga pertama, Merino menilai situasi yang dialami Spanyol bukanlah akhir dari segalanya. Ia mengingatkan bahwa banyak tim juara pernah mengawali turnamen dengan hasil buruk.

"Banyak kisah besar berawal dari pertandingan yang tidak berjalan baik," kata Merino.

"Juara dunia sebelumnya memulai turnamen 2022 dengan kekalahan dari Arab Saudi, tetapi kemudian berhasil menjadi juara. Turnamen ini masih panjang dan kami masih punya banyak ruang untuk berkembang."

Merino juga mengingat kembali perjalanan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010. Ketika itu, La Roja mengawali kompetisi dengan kekalahan dari Swiss sebelum akhirnya mengangkat trofi.

"Generasi emas Spanyol pada 2010 kalah pada pertandingan pertama. Mereka melewati masa-masa sulit dan menerima banyak kritik," ujar Merino.

"Namun, mereka mampu membalikkan keadaan. Itu contoh yang bagus untuk kami ikuti dan bisa menjadi sumber inspirasi," imbuh pemain berusia 29 tahun tersebut.

 


5 Hari Persiapan Lagi

Para pemain Timnas Spanyol berkumpul sebelum pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Cabo Verde di Stadion Atlanta pada 16 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images via AFP)

Spanyol masih memiliki waktu lima hari untuk menyiapkan diri menghadapi Arab Saudi. Selain memperbaiki permainan tim, masa persiapan tersebut juga penting bagi sejumlah pemain yang belum sepenuhnya pulih, termasuk Lamine Yamal dan Nico Williams.

"Setelah gagal menang, hal pertama yang Anda inginkan adalah segera bermain lagi untuk menghilangkan rasa kecewa," kata Merino.

"Kami justru memiliki banyak waktu untuk memikirkannya sekarang sehingga ini juga menjadi tantangan dari sisi mental."

Merino juga memastikan kondisi Yamal tidak mengkhawatirkan.

"Lamine baik-baik saja. Saya baru saja bersamanya dan dia masih bercanda seperti biasanya," tutur Merino.

"Dia tidak kehilangan energi yang menjadi ciri khasnya. Para pemain muda memberi kami energi dan percikan semangat, sementara kami yang lebih berpengalaman memberikan ketenangan saat dibutuhkan. Itulah yang saya sukai dari tim ini. Komposisinya sangat seimbang," ujarnya.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait