Ade Suhendra Mengaku Tak Tahu Kelanjutan Masa Depannya Bersama Adhyaksa FC

Ade Suhendra mengaku belum mengetahui kelanjutan masa depannya di Adhyaksa FC.

BolaCom | Nandang PermanaDiterbitkan 18 Juni 2026, 09:45 WIB
Ade Suhendra belum mengetahui keputusan manajemen Adhyaksa FC, apakah lanjut ke Liga 1 sebagai pelatih kepala, asisten pelatih atau malah tidak dipakai. (Bola.com/Nandang Permana)

Bola.com, Jakarta - Ade Suhendra mengaku belum mengetahui kelanjutan masa depannya di Adhyaksa FC. Dia tak mengetahui apakah  lanjut ke Super League sebagai pelatih kepala, asisten pelatih atau malah tidak dipakai.

Ade menyampaikan hal tersebut saat berbincang dengan Bola.com, Rabu (17/6/2026). Menurut Ade, setelah Adyaksa FC dipastikan promosi, ia hanya merekomendasikan pemain-pemain yang masih layak untuk tampil di Super League.

Advertisement

Saat ini Ade Suhendra sedang mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro yang digelar di Bali.

"Saya belum berbicara ke situ, karena semua keputusan ada di manajemen dan juga permasalahan regulasi kepelatihan," kata Ade Suhendra . 

Meski belum pasti, Ade memastikan tugasnya bersama Adhyaksa FC di Liga 2 sudah selesai dengan memberikan rekomendasi pemain yang layak direkrut tim untuk Super League nanti.

"Dikarenakan Super League bisa memakai 11 pemain asing, saya merekomendasikan 9 pemain DSP yang selalu menjadi pilihan utama, dan tujuh pemain lainnya. Saya pikir jika pemain lokal banyak dipertahankan banyak akan terjadi penumpukan pemain dalam tim. Sehingga dengan terpaksa beberapa pemain tidak dipertahankan dan dilepas. Kita pertahankan sekitar 60 persen," ungkapnya.

 


Kunci Keberhasilan Adhyaksa FC

Juru taktik Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra berhasil terpilih sebagai Pelatih Terbaik di arena Pegadaian Championship 2025/26. (Bola.com/Abdul Aziz)

Disinggung soal kunci kesuksesan membawa tim Adhyaksa FC promosi ke Super League musim 2026/2027 dengan status peringkat tiga, pria yang sudah melatih Adhyaksa FC sejak masih berkompetisi di Liga 3 ini menyebut kekeluargaan, dan kerja keras pemain serta tim kepelatihan, dan manajemen.

"Saya pikir luar biasa, karena kami memulai liga dengan bermain di Aceh melawan Persiraja dan mengakhiri liga dengan bermain away ke Papua melawan Persipura. Sebagai tim, kita bukan tim yang jor-Joran beli pemain dan budget besar dari tim-tim lain. Tapi, alhamdulillah kami mengakhiri kompetisi dengan promosi ke Super League sebagai peringkat 3," tuturnya.

"Kekeluargaan, tidak ada sekat antar pemain baik di luar dan di dalam lapangan. Pemain saling bahu membahu baik pemain lokal dan asing, baik pemain muda dan senior. Mudah-mudahan bisa bersaing dengan tim-tim lain di musim pertama Super League," pungkasnya.

Berita Terkait