Thierry Henry Ungkap Kesalahan Cristiano Ronaldo yang Bikin Serangan Portugal Tumpul

Menurut Thierry Henry, ambisi Cristiano Ronaldo justru merugikan Portugal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Juni 2026, 10:30 WIB
Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, berebut bola udara dengan bek DR Kongo bernomor 22, Chancel Mbemba, dan bek bernomor 4, Axel Tuanzebe, dalam laga Grup K Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal melawan DR Kongo di Houston Stadium, Houston, Texas, pada 17 Juni 2026. (Lars Baron / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Portugal gagal meraih kemenangan pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh DR Kongo, Kamis (18-6-2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut juga diwarnai performa kurang maksimal Cristiano Ronaldo yang beberapa kali terlihat frustrasi karena gagal mencetak gol.

Advertisement

Penyerang Al Nassr itu datang ke turnamen kali ini dengan misi mencetak gol di Piala Dunia keenamnya. Ronaldo pertama kali mencatatkan namanya di papan skor Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman saat masih berusia 21 tahun.

Ambisi tersebut tampak jelas sepanjang pertandingan melawan Kongo. Ronaldo beberapa kali berusaha mencari peluang untuk mencetak gol yang akan membuatnya masuk daftar pemain tertua yang pernah mencetak gol di Piala Dunia.

Jika berhasil mencetak gol pada edisi kali ini, Ronaldo akan menjadi pemain tertua kedua yang melakukannya setelah legenda Kamerun, Roger Milla.

Ketajaman Ronaldo sebenarnya tidak perlu diragukan. Sepanjang kariernya bersama klub dan timnas, pemain berusia 41 tahun itu telah mengoleksi 973 gol. Sebanyak 143 di antaranya dicetak bersama Portugal.


Ulasan Henry

Cristiano Ronaldo dan Francisco Conceiciao dari Portugal bereaksi saat menjalani pertandingan Grup K Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal melawan DR Kongo di Houston Stadium, Houston, Texas, pada 17 Juni 2026. (Lars Baron / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Namun, legenda Arsenal dan Timnas Prancis, Thierry Henry, menilai ada persoalan dalam cara Ronaldo bermain saat menghadapi Kongo.

Menurut Henry, keinginan besar sang kapten untuk mencetak gol justru memengaruhi efektivitas serangan Portugal.

Dalam analisisnya di FOX, Henry menjelaskan bahwa sebagian besar gol Ronaldo sepanjang karier tidak lahir saat ia dimainkan sebagai penyerang tengah murni. Sebaliknya, banyak gol tercipta ketika ia bergerak dari area sayap dan menyerang ruang kosong.

"Yang penting untuk dipahami semua orang di rumah adalah, tim yang harus mencetak gol, bukan Anda yang harus mencetak gol. Saya akan menjelaskannya lebih terperinci," kata Henry.

Ia kemudian mengulas satu situasi ketika Portugal membangun serangan.

"Saat Portugal menguasai bola, Conceicao akan menerima umpan, dan Cristiano Ronaldo sudah beberapa kali berada di posisi seperti ini."

"Jika Anda melakukan pergerakan ke area tersebut, bek lawan dipaksa mengambil keputusan untuk menjaga area depan gawang. Namun, karena dia ingin mencetak gol, dia justru bergerak ke jalur lari Bruno Fernandes," ulasnya.


Tugas Bek Lawan Jadi Mudah

Hal itu menjadi kejutan bagi Portugal mengingat Ronaldo Cs menjadi tim yang diunggulkan menjadi juara pada Piala Dunia 2026 ini. (AFP/Getty Images/Molly Darlington)

Menurut Henry, keputusan Ronaldo itu membuat tugas bek lawan menjadi lebih mudah.

"Jika dia masuk ke area enam yard, Alexi, Anda pasti harus mengikutinya. Situasi itu akan membuka peluang bagi Bruno Fernandes untuk mencetak gol dengan sentuhan sederhana."

"Tetapi, karena dia ingin mencetak gol sendiri, dia masuk ke jalur yang sama. Dia bergerak ke arah umpan tarik. Anda bisa melihat kedua pemain berada di area yang sama dan itu membuat Anda lebih mudah bertahan," tutur Henry.

"Itulah mengapa saya mengatakan tim yang harus mencetak gol, bukan Anda. Anda juga bisa melihat reaksi Bruno Fernandes setelah situasi itu," lanjutnya.


Ronaldo Berpeluang Dicadangkan

Cristiano Ronaldo dari Portugal bereaksi selama pertandingan Grup K Piala Dunia antara Portugal dan Kongo di Houston, Kamis, 18 Juni 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Kendati gagal menang pada pertandingan pertama, peluang Portugal untuk lolos sebagai juara grup masih terbuka lebar.

Tim asuhan Roberto Martinez masih akan menghadapi Uzbekistan dan Kolombia dalam dua laga tersisa di fase grup.

Namun, posisi Ronaldo di susunan pemain utama mulai menjadi bahan perbincangan. Martinez memiliki opsi melakukan perubahan taktik dengan menurunkan Goncalo Ramos sebagai penyerang tengah murni demi membuat aliran serangan Portugal lebih lancar.

Keputusan tersebut bisa menjadi pertimbangan jika Portugal ingin tampil lebih efektif pada dua pertandingan berikutnya dan mengamankan tiket ke fase gugur sebagai pemuncak grup.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait