Bola.com, Jakarta - Hasil imbang yang diraih Timnas Portugal saat berjumpa Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 mengarahkan sorotan kepada Cristiano Ronaldo, yang tak bisa berbuat banyak membantu timnya.
Dalam duel yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Kamis (18-6-2026) dini hari WIB, Portugal hanya bisa berbagi poin dengan Kongo setelah laga berakhir 1-1.
Gol Portugal dicetak oleh Joao Neves (6'), sebelum disamakan pemain Kongo, Yoane Wissa (45+5').
Keberadaan Cristiano Ronaldo menjadi sorotan tersendiri di laga ini. Dia bermain penuh selama 90 menit. Namun, ia hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali, dan tidak melepaskan satu pun tembakan pada 67 menit pertama.
Tiga tembakan yang akhirnya dilepaskan sang megabintang pun semuanya meleset dari sasaran. Sama sekali tidak mengancam gawang lawan. Tidak hanya itu, ia juga tak menciptakan peluang sama sekali untuk rekan-rekannya.
Peluang terbaik Ronaldo di laga ini adalah sebuah tembakan melenceng di dekat tiang gawang setelah menerima umpan tarik Francisco Conceicao.
Sebenarnya, akan lebih baik jika dibiarkan untuk Bruno Fernandes yang berada dalam posisi beberapa meter di belakangnya.
Sudah Lama Tak Cetak Gol
Ini sebetulnya bukan masalah baru. Ronaldo sudah melewati masa kejayaannya di turnamen-turnamen besar sejak beberapa waktu lalu. Rekor Piala Dunia Ronaldo tidak pernah luar biasa, bahkan di masa-masa puncaknya.
Di saat Messi telah mencetak 16 gol dalam 27 penampilan di panggung ini, superstar asal Portugal itu hanya mengoleksi delapan gol dari 24 laga. Padahal, mereka sama-sama mengukir debut di Piala Dunia pada 2006.
Namun, sekarang sudah 10 laga turnamen besar di Piala Dunia atau Piala Eropa yang ia lalui tanpa mencetak gol. Kali terakhir Ronaldo mencetak gol di sebuah turnamen terjadi saat melawan Ghana dalam laga pertama Portugal di Piala Dunia 2022.
Eks pemain bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu tidak lagi membobol gawang lawan di Qatar saat timnya tersingkir di perempat final, dan bahkan sempat dicadangkan di fase gugur oleh pelatih Portugal saat itu, Fernando Santos.
Saatnya Dicadangkan?
Situasi ini tentu harus segera diatasi oleh pelatih Real Madrid. Roberto Martinez. Tentu saja memarkir Ronaldo di bangku cadangan adalah keputusan besar.
Namun, Santos pernah melakukannya pada Piala Dunia 2022, meski tak bertahan lama.
"Terkadang, keputusan tersulit adalah yang paling penting, seperti ketika Spanyol dengan kejam mendepak ikon Real Madrid, Raul, setelah satu turnamen buruk yang berlebihan pada 2006," tulis SI.
"Manajer saat ini, Roberto Martinez, selalu membela pemilihan Ronaldo yang terus berlanjut. Namun, dengan mundurnya pelatih asal Spanyol itu setelah Piala Dunia ini, ia kini tidak ruginya demi mengejar kejayaan," lanjut SI.
Yang jelas, Martinez sudah harus bisa mendapatkan solusi terbaik saat Portugal menghadapi laga berikutnya melawan Uzbekistan. Kemenangan jadi harga mati untuk bisa tetap bersaing ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Striker Alternatif Portugal
Portugal memang tidak dibekali dengan stok striker haus gol yang melimpah. Goncalo Ramos adalah satu-satunya penyerang nomor 9 murni lainnya yang dipilih Martinez untuk dibawa ke Piala Dunia 2026 ini.
Pemain berusia 24 tahun itu dulunya dianggap sebagai calon bintang besar berikutnya, bahkan mencetak gol lebih banyak daripada Ronaldo di Piala Dunia lalu.
Namun, ia tidak lebih dari sekadar pemain pelapis sejak gabung Paris Saint-Germain pada 2023 dan hampir tidak menginjakkan kaki di lapangan pada Euro 2024.
Di tempat Ramos bisa berkembang adalah dalam sistem yang lebih cair yang memaksimalkan kekuatannya, berotasi posisi dan terlibat dalam proses membangun, dan menyisakan ruang bagi pemain sayap serta gelandang untuk menusuk ke depan.
Portugal juga bisa menggunakan satu di antara dari sekian banyak opsi false nine dengan pemain yang tersedia seperti Bernardo Silva, Joao Felix, Rafael Leao, dan beberapa pemain lainnya.
Sumber: SI.com