Legenda Prancis Ramalkan Era Mourinho di Real Madrid Bakal Penuh Drama

Legenda sepak bola Prancis, Frank Leboeuf, memprediksi era Jose Mourinho di Real Madrid bakal mirip sinetron.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Juni 2026, 16:30 WIB
Ilustrasi Jose Mourinho, Real Madrid. (Foto by AI)

Bola.com, Jakarta - Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid memunculkan beragam reaksi. Satu di antaranya datang dari mantan bek Timnas Prancis yang menjuarai Piala Dunia, Frank Leboeuf.

Legenda sepak bola Prancis itu menilai musim pertama Mourinho dalam periode keduanya di Santiago Bernabeu berpotensi dipenuhi drama.

Advertisement

Real Madrid resmi menunjuk kembali Mourinho sebagai pelatih untuk musim mendatang, 13 tahun setelah pelatih asal Portugal itu meninggalkan Los Blancos.

Pada periode pertamanya di Bernabeu, Mourinho berhasil membawa Real Madrid menjuarai La Liga 2011/2012 dan Copa del Rey 2010/2011. Saat itu, ia terlibat persaingan sengit dengan Barcelona asuhan Pep Guardiola, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Kendati Barcelona kerap lebih dominan dalam periode tersebut, Mourinho tetap memiliki alasan untuk menilai masa kerjanya sukses berkat raihan dua trofi tersebut. Satu-satunya target besar yang gagal diwujudkannya adalah membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions.

Kini, Mourinho kembali dengan tugas yang tidak kalah berat. Ia diharapkan mampu menghentikan dominasi Barcelona yang sedang memburu gelar La Liga ketiga secara beruntun di bawah arahan Hansi Flick.


Diprediksi Bentrok dengan Bintang

Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Selain itu, kehadiran mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Fenerbahce itu diharapkan membawa stabilitas setelah Real Madrid diwarnai berbagai polemik pada penghujung musim lalu.

Namun, Leboeuf justru memperkirakan situasinya tidak akan berjalan setenang itu.

Mourinho dikenal sebagai pelatih yang ingin memiliki kendali penuh terhadap timnya. Karakter seperti itu dinilai bisa memicu gesekan di ruang ganti Real Madrid, terutama karena sejumlah pemain bintang memiliki pengaruh besar di dalam skuad.

Dalam wawancara eksklusif dengan Sports Mole yang didukung talkSPORT Bet Online Slots, Leboeuf mengaku penasaran melihat bagaimana hubungan Mourinho dengan para pemain utama Los Blancos.

"Saya ingin melihat 'sinetronnya'," ujar Leboeuf.

"Bahkan jika ini sukses, tetap menarik untuk diikuti. Apa yang akan terjadi antara Vinicius Junior dan Mourinho setelah pertandingan melawan Benfica? Apa yang akan terjadi dengan Kylian Mbappe ketika Jose Mourinho berkata, 'Ayo, turun membantu pertahanan'?"


Kultur Madrid Jadi Tantangan

Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya, Vinicius Junior (kanan) dan Aurelien Tchouameni, setelah mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Oviedo dan Real Madrid di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Spanyol, Minggu, 24 Agustus 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Leboeuf menilai kultur yang selama ini berkembang di Real Madrid bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Mourinho.

"Di Real Madrid, mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka adalah pemain, mereka adalah bintangnya. Sekarang, itu tidak akan berjalan seperti itu bersama Jose Mourinho. Itulah alasan dia ditunjuk," katanya.

Satu di antara pekerjaan terbesar Mourinho diyakini berkaitan dengan Kylian Mbappe.

Baik saat membela Paris Saint-Germain maupun Real Madrid, penyerang Timnas Prancis itu kerap mendapat sorotan karena kontribusinya saat tim kehilangan bola. Mbappe dianggap tidak selalu memberikan kerja defensif yang dibutuhkan untuk membantu tim meraih trofi-trofi besar.

Meski bukan satu-satunya pemain Real Madrid yang mendapat label tersebut, nama Mbappe hampir selalu menjadi pusat pembahasan ketika isu itu muncul.

Itulah mengapa, Mourinho dituntut mampu mengubah kebiasaan sang pemain agar lebih aktif membantu pertahanan. Jika berhasil, Real Madrid diyakini memiliki peluang lebih besar merebut kembali gelar La Liga dari tangan Barcelona.


Keraguan soal Mbappe

Kekecewaan Carlo Ancelotti dan Kylian Mbappe saat Real Madrid kalah dari Valencia di ajang Liga Spanyol. (JAVIER SORIANO / AFP)

Namun, Leboeuf tidak sepenuhnya yakin Mourinho bisa mencapai tujuan tersebut.

"Itu akan menarik. Saya pikir mereka akan berbicara," ujar Leboeuf.

"Tetapi, Luis Enrique pernah mencoba berbicara dengan Kylian Mbappe dan itu tidak ada dalam pikirannya. Itu memang bukan bagian dari cara berpikir Mbappe," imbuh mantan pemain Chelsea dan Marseille tersebut.

"Saat dia bergabung dengan Real Madrid, saya berharap Carlo Ancelotti berani mencadangkannya jika dia tidak mau turun membantu pertahanan atau tidak kembali ke posisinya."

"Namun, itu tidak terjadi. Ancelotti tidak melakukan apa pun dan Mbappe terus melakukan apa yang dia inginkan. Sekarang, mari kita lihat bersama Jose Mourinho. Saya ragu itu bisa berhasil, tetapi saya ingin melihatnya. Saya tidak ingin melewatkannya," lanjut Lebouf.

Pada periode pertamanya menangani Real Madrid, Mourinho mencatatkan 127 kemenangan, 28 hasil imbang, dan 23 kekalahan dari seluruh pertandingan yang dijalaninya bersama Los Blancos.

 

Sumber: Sportsmole


Berita Terkait