Chelsea Belum Kapok, Era Xabi Alonso Terancam Dimulai dengan Kesalahan yang Sama

Bursa transfer Chelsea bikin tanda tanya, seberapa besar kuasa Xabi Alonso?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Juni 2026, 18:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Dan Mullan)

Bola.com, Jakarta - Chelsea menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala baru dengan harapan membawa perubahan, termasuk dalam kebijakan transfer yang selama ini kerap menuai sorotan.

Sejak kedatangannya diumumkan, muncul anggapan bahwa Alonso akan memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan pemain yang direkrut dibandingkan para pendahulunya.

Advertisement

Pandangan tersebut muncul setelah Chelsea menjalani paruh kedua musim 2025/2026 dengan berbagai persoalan.

Kurangnya kedewasaan dalam pengambilan keputusan, sikap terhadap wasit, hingga rapuhnya lini pertahanan menjadi masalah yang terus berulang sepanjang periode tersebut.

Itulah mengapa, banyak pihak meyakini Alonso akan diberi ruang lebih luas untuk membentuk skuad sesuai kebutuhannya. Berbeda dengan era sebelumnya, ketika pelatih lebih sering menerima pemain-pemain muda yang diproyeksikan berkembang menjadi bintang.

Namun, memasuki bursa transfer musim panas dan menjelang dimulainya latihan pramusim, belum terlihat tanda-tanda bahwa BlueCo akan mengubah strategi yang selama ini mereka jalankan.


Pemain Senior Hengkang

Pemain Fulham Kenny Tete menendang bola melewati pemain Chelsea Enzo Fernandez (kiri) dan Marc Cucurella (kanan) pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 3 Februari 2023. Enzo Fernandez belum genap empat hari bergabung bersama Chelsea usai ditebus senilai 106,8 juta pound sterling dari Benfica, yang memecahkan rekor pemain termahal Britania. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Petinggi Chelsea saat ini juga dihadapkan pada situasi yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali mereka. 

Marc Cucurella bahkan sudah bergabung dengan Real Madrid. Sementara itu, Madrid tersebut disebut-sebut siap meningkatkan upaya mereka untuk mendapatkan tanda tangan Enzo Fernandez.

Kepergian Cucurella menjadi kehilangan pengalaman yang cukup signifikan. Musim lalu, pemain berusia 27 tahun itu merupakan pemain lapangan tertua kedua di skuad Chelsea.

Secara keseluruhan, hanya enam pemain The Blues yang berusia 26 tahun atau lebih. Adapun Fernandez, kini berusia 25 tahun.

Seandainya Chelsea menggantikan Cucurella dengan Alejandro Grimaldo dari Bayer Leverkusen yang telah berusia 30 tahun, rata-rata usia skuad tentu akan meningkat.

Namun, peluang tersebut tampak makin kecil. Bek kiri Real Madrid, Alvaro Carreras, yang baru berusia 23 tahun, justru disebut lebih berpeluang bereuni dengan Alonso setelah Atletico Madrid bergerak agresif untuk memburu Grimaldo.


Berpotensi Makin Muda

Gelandang Portugal Sporting Lisbon #07, Geovany Quenda (tengah), merayakan bersama penyerang Brasil Sporting Lisbon #27 Alisson Santos (kanan) setelah mencetak gol keempat mereka selama pertandingan putaran pertama Liga Champions hari 1 antara Sporting CP dan Kairat Almaty di stadion Alvalade di Lisbon, Jumat (19-9-2025) dini hari WIB. (FILIPE AMORIM/AFP)

Chelsea juga diperkirakan akan mendatangkan Valentin Barco dari Strasbourg sebagai opsi di sektor kiri. Akan tetapi, pemain berusia 21 tahun itu kembali menunjukkan kecenderungan klub untuk menambah amunisi muda ketimbang pemain matang.

Laporan pada pekan ini juga menyebut Geovany Quenda berpeluang masuk skuad Alonso musim depan. Kemampuannya bermain di kedua sisi lapangan, baik sebagai wing-back maupun winger, membuat talenta Sporting Lisbon tersebut dinilai layak mendapatkan tempat.

Meski begitu, Quenda baru berusia 19 tahun. Kehadirannya kembali menurunkan rata-rata usia skuad. Bahkan, Chelsea disebut siap melepas Alejandro Garnacho dan Jamie Gittens, yang sama-sama berusia 21 tahun, demi memberi ruang bagi pemain muda yang dibanderol sekitar 40 juta paun tersebut.

Contoh lain terlihat di posisi penjaga gawang. Mike Penders yang masih berusia 20 tahun berpeluang menggantikan Filip Jorgensen sebagai pelapis kiper utama. Meski pengaruh Jorgensen terhadap tim relatif terbatas, pergantian itu tetap menambah daftar wajah muda di ruang ganti Chelsea.

Pada Kamis lalu, muncul laporan yang menyebut bek tengah Sporting Lisbon, Ousmane Diomande, masuk radar Chelsea. Bek berusia 22 tahun tersebut dipandang sebagai calon pengganti Wesley Fofana dan Benoit Badiashile yang kini sama-sama berusia 25 tahun.


Terjebak Konsekuensi Strategi Lama

Tosin Adarabioyo tidak mampu memberikan rasa aman di lini belakang sejak awal laga. Ia tampil buruk di babak pertama dan harus diganti lebih cepat dari yang diharapkan. (AFP/Adrian Dennis)

Jika Chelsea memulai musim 2026/2027 dengan skuad yang lebih muda dibandingkan saat menutup musim sebelumnya, BlueCo hampir pasti akan kembali menjadi sasaran kritik.

Namun, mereka dapat berargumen bahwa situasi tersebut merupakan konsekuensi yang sulit dihindari.

Sebelum gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa sekalipun, Chelsea sudah menghadapi tantangan untuk memenuhi berbagai regulasi keuangan yang berlaku.

Masalahnya makin rumit karena banyak pemain tampil di bawah ekspektasi sepanjang musim lalu. Dalam kondisi seperti itu, BlueCo sulit berharap memperoleh keuntungan besar dari penjualan mereka.

Dengan kata lain, belanja besar yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir kini mulai menimbulkan dampak yang harus ditanggung.

Satu di antara aset yang masih berpotensi menghasilkan keuntungan adalah Tosin Adarabioyo. Bek tengah berusia 28 tahun itu merupakan pemain tertua di skuad Chelsea dan direkrut tanpa biaya transfer sehingga penjualannya dapat memberikan pemasukan murni bagi klub.


Pengaruh Alonso Tak Besar?

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

BlueCo juga layak mendapat apresiasi karena berhasil memperoleh lebih dari 50 juta paun dari penjualan Cucurella. Jika Fernandez nantinya dilepas dengan nilai di atas 100 juta paun, transaksi tersebut juga dapat dianggap sukses dari sisi bisnis.

Di sisi lain, Chelsea sudah lebih dulu berkomitmen mengeluarkan dana untuk mendatangkan Quenda dan penyerang Strasbourg, Emanuel Emegha.

Barco juga diyakini masuk rencana serupa. Selain itu, Alonso masih harus menentukan masa depan talenta Kazakhstan berusia 17 tahun, Dusan Satpaev.

Apabila Nicolas Jackson yang berusia 24 tahun tetap bertahan dan bersaing dengan Joao Pedro serta Emegha di lini depan, sementara Chelsea juga berhasil merekrut Diomande, satu-satunya cara realistis untuk menambah pengalaman di dalam tim adalah mendatangkan gelandang tengah yang berusia di atas 25 tahun.

Itulah mengapa, meski banyak yang percaya Alonso akan memiliki peran dalam menentukan arah transfer Chelsea pada musim panas ini, pengaruh tersebut tampaknya tidak akan sebesar yang diharapkan para pendukung The Blues.

 

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait