Bola.com, Jakarta - Kapten Chelsea, Reece James, sedih melihat kepergian Marc Cucurella ke Real Madrid.
Cucurella resmi meninggalkan Stamford Bridge setelah ditebus klub raksasa Spanyol tersebut dengan nilai transfer mencapai 55 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun), ditambah bonus senilai 5 juta euro.
Transfer tersebut menutup kebersamaan Cucurella selama empat musim bersama Chelsea.
Dalam periode itu, ia turut membantu The Blues meraih gelar Piala Dunia Antarklub dan Conference League.
Dalam wawancara eksklusif bersama talkSPORT dari markas Timnas Inggris di Kansas City selama Piala Dunia 2026, James mengungkapkan perasaannya setelah ditinggal satu di antara rekan setim yang paling berpengaruh di lini belakang.
"Ya, saya berbicara dengannya beberapa hari lalu," kata James.
"Dia jelas pemain yang luar biasa, salah satu bek kiri terbaik di dunia."
"Begitulah sepak bola. Pemain datang dan pergi setiap beberapa bulan. Saya sangat sedih melihat dia pergi, tetapi saya mendoakan yang terbaik untuknya," imbuh James.
Babak Baru
Kepergian Cucurella meninggalkan pekerjaan rumah bagi pelatih anyar Chelsea, Xabi Alonso. Mantan pelatih Real Madrid itu kini harus mencari solusi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan bek berusia 28 tahun tersebut.
Chelsea sebenarnya masih memiliki sejumlah opsi. Jorrel Hato terus menunjukkan perkembangan positif di Stamford Bridge. Selain itu, bek Timnas Argentina, Valentin Barco, akan bergabung dari klub afiliasi Chelsea, Strasbourg.
Nama lain yang juga mendapat perhatian adalah Geovany Quenda. Winger muda berusia 19 tahun yang didatangkan dari Sporting CP itu dipandang sebagai satu di antara talenta paling menjanjikan dalam skuad Chelsea saat ini.
Siapa pun yang nantinya dipercaya mengisi peran Cucurella, James menilai Chelsea memasuki babak baru yang menarik di bawah kepemimpinan Alonso.
Kesan Positif
Pelatih asal Spanyol itu menjadi manajer permanen keenam Chelsea sejak klub diambil alih BlueCo. Alonso menggantikan Liam Rosenior yang diberhentikan pada April lalu.
Kendati belum pernah bertemu langsung dengan Alonso, James mengaku sudah berbicara melalui sambungan telepon.
Bek Timnas Inggris tersebut juga menerima banyak kesan positif tentang sosok pelatih berusia 44 tahun itu.
"Semua orang yang saya ajak bicara mengenai dirinya mengatakan bahwa dia adalah manajer yang luar biasa, meskipun banyak orang mengenalnya karena karier bermainnya," ujar James.
"Dia memiliki karier yang hebat dan saya tidak sabar untuk bekerja dengannya," ucapnya.
Pengalaman Tersendiri
Bagi James, bekerja sama dengan Alonso akan menghadirkan pengalaman tersendiri. Semasa kecil, ia tumbuh dengan menyaksikan mantan gelandang itu bermain untuk Liverpool, Bayern Munchen, dan Real Madrid.
Itulah mengapa, James mengakui akan terasa sedikit berbeda menerima instruksi dari sosok yang baru gantung sepatu pada 2017 itu. Namun, pengalaman serupa pernah ia rasakan ketika ditangani Frank Lampard.
"Saya pernah mengalaminya saat masih lebih muda bersama Frank Lampard," kata James.
"Dia adalah salah satu idola saya ketika tumbuh besar. Lalu, ketika dia datang sebagai manajer, itu menjadi momen yang terasa tidak nyata," ungkapnya.
"Seperti yang saya katakan, saya senang Xabi Alonso menjadi manajer kami dan saya sangat antusias," lanjut bek berusia 26 tahun itu.
Sumber: Talksport
Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS