Pelatih Portugal Didesak Berani Cadangkan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

Pelatih Portugal Didesak Berani Cadangkan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 21 Juni 2026, 19:15 WIB
Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, bereaksi seusai pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 melawan DR Kongo yang berakhir imbang 1-1 di Houston Stadium, Houston, Texas, pada 17 Juni 2026. (Lars Baron / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah gagal membawa Portugal meraih kemenangan pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026.

Hasil imbang 1-1 melawan Kongo memunculkan perdebatan mengenai apakah pelatih Roberto Martinez masih layak menjadikan sang kapten sebagai pilihan utama di lini depan.

Advertisement

Di saat para bintang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane langsung tampil tajam pada laga pertama, Ronaldo justru kesulitan menunjukkan pengaruhnya. Penyerang berusia 41 tahun itu hanya mencatatkan 25 sentuhan sepanjang pertandingan, jumlah paling sedikit yang pernah ia bukukan saat bermain penuh dalam turnamen besar bersama Portugal.

Meski Portugal membutuhkan gol kemenangan, Martinez tetap mempertahankan Ronaldo hingga peluit akhir berbunyi. Sang pelatih membela keputusannya dengan menegaskan bahwa pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola itu tetap dibutuhkan di kotak penalti.

"Ketika tim membutuhkan gol, Cristiano harus berada di lapangan. Tidak masuk akal menarik keluar pencetak gol terbaik di dunia saat kami sedang mengejar gol. Pengalamannya di kotak penalti sangat penting," ujar Martinez.


Pertanyakan Roberto Martinez

Pelatih Portugal Roberto Martinez berjabatan tangan dengan Cristiano Ronaldo saat Ronaldo diganti di laga semifinal Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Namun, keputusan tersebut menuai kritik. Legenda Prancis Thierry Henry menilai Ronaldo terlalu memaksakan diri untuk mencetak gol.

"Tim yang harus mencetak gol, bukan Anda yang harus mencetak gol," kata Henry.

Dalam pertandingan melawan Kongo, Ronaldo beberapa kali membuang peluang, termasuk dua tembakan yang melenceng setelah menerima umpan dari Francisco Conceicao. Ia juga sempat mengambil bola yang sebenarnya mengarah ke Bruno Fernandes, yang berada dalam posisi lebih ideal untuk mencetak gol.

Penurunan performa Ronaldo di level internasional juga semakin terlihat. Ia kini telah menjalani 10 pertandingan beruntun di turnamen besar tanpa mencetak gol untuk Portugal.


Seperti Piala Dunia 2022

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo memberi tepuk tangan kepada para penggemar usai melawan Republik Ceko pada pertandingan sepak bola UEFA Nations League di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Portugal, 9 Juni 2022. Portugal menang 2-0. (AP Photo/Armando Franca)

Situasi tersebut mengingatkan publik pada Piala Dunia 2022 di Qatar ketika pelatih Fernando Santos mencadangkan Ronaldo pada dua pertandingan terakhir fase gugur. Kini, Roberto Martinez justru tetap menunjukkan kepercayaan penuh kepada pemain yang empat tahun lebih tua dibanding saat turnamen di Qatar.

Gelandang Kongo, Ngal'ayel Mukau, bahkan mengakui bahwa timnya tidak memberikan perhatian khusus kepada Ronaldo.

"Kami tahu dia sudah tidak seperti dulu dan sekarang usianya lebih tua. Di usia sekarang dia tidak bisa lagi mengeluarkan tenaga seperti sebelumnya, tetapi saya tetap sangat menghormatinya," ujar Mukau.


Kritikan Pedas

CR7 juga gagal mencatatkan gol, assist, maupun kreasi peluang dan dribel sukses. Tiga tembakan yang dilepaskannya nihil hasil, dengan dua tendangan pada menit ke-68 dan ke-73 melenceng ke kanan. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Keputusan Martinez juga dikritik mantan striker Liga Inggris Chris Sutton. Ia menilai sang pelatih terlalu takut menarik keluar Ronaldo.

"Itu memalukan dari Martinez. Dia takut menggantinya. Dia bukan lagi manajernya. Permainan sudah meninggalkan Ronaldo hari ini," kata Sutton kepada BBC.

Padahal Portugal masih memiliki alternatif di lini depan. Striker Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos, dinilai siap menggantikan Ronaldo sebagai ujung tombak utama.

Meski kritik terus berdatangan, peluang Ronaldo untuk kembali menjadi starter saat Portugal menghadapi Uzbekistan pada laga kedua Grup F masih sangat terbuka. Namun, apabila kembali gagal tampil maksimal, tekanan terhadap Roberto Martinez dipastikan akan semakin besar. 

Sumber: Japan Times   

Berita Terkait