Wacana Format 64 Tim, Timnas Indonesia Berpeluang Besar Lolos ke Piala Dunia, Bung Ropan: Bisa di Edisi 2030 atau 2034

PSSI terus mempersiapkan skuad terbaik Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 22 Juni 2026, 07:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny merayakan gol ke gawang St Kitts and Nevis dalam laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Sedia payung sebelum hujan, PSSI terus mempersiapkan skuad terbaik Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030.

Setelah terus menggeber program naturalisasi, terkini PSSI lewat sang ketum, Erick Thohir, bersua Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement

Pertemuan di rumah kediaman pribadi presiden di kawasan sejuk Hambalang, Sentul, Bogor, Erick Thohir membawa serta John Herdman, pelatih Timnas Indonesia.

Kepada presiden, Etho melaporkan perkembangan timnas sejak ditukangi John Herdman sejak Januari 2025, termasuk peringkat FIFA Indonesia yang naik signifikan dari 122 ke 118 dunia.

Kenaikan empat peringkat tersebut disabet usai memenangkan dua duel versus Oman dan Mozambik pada FIFA matchday beberapa waktu lalu.

Selain itu, dilaporkan juga terkait agenda ke depan termasuk Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, Piala Asia 2027, dan target besar lolos ke Piala Dunia 2030 via kualifikasi zona Asia.


Peluang Indonesia

Ole Romeny berhasil mencetak gol saat Timnas Indonesia bersua Oman pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (05/06/2026) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Presiden merespons positif agenda PSSI ke depan dan mengapresiasi tinggi prestasi yang sudah diraih Jay Idzes cs. Presiden juga berjanji akan memberikan dukungan penuh, khususnya misi menggapai Piala Dunia 2030.

Kans untuk akbil bagian di Piala Dunia 2030 jelas terbuka lebar. Selain skuad yang terus membaik, wacana format 46 tim jelas menjadi kabar baik bagi Indonesia.

Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan ikut angkat suara terkait wacana itu.

Menurut Ronny Pangemanan, sebelumnya Piala Dunia diikuti 32 negara. Tapi, di edisi 2026, pesertanya membengkan menjadi 48 negara dan berlangsung di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Ini adalah yang pertama kali dalam sejarah di mana tiga negara menjadi host, menjadi penyelenggara. Bukan cuma itu, bahkan peserta bertambah dari 32 negara menjadi 48 tim yang seluruhnya memainkan 104 pertandingan terbagi dalam 12 grup. Luar biasa," kata Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube Bung Ropan.

"Ada empat negara yang baru pertama kali mencicipi ikut di pesta bola dunia ini kali ini yaitu Curaçao, Uzbekistan, Jordania dan Cape Verde. Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa juga ikut pesta bola dunia yang akan datang? Karena kita tahu pada 2034 kembali tiga negara menjadi penyelenggara yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko," imbuh pengamat yang akrab disapa Ropan.


Fokus 2030

Saat ini PSSI tengah fokus ke Piala Dunia 2030. Harapannya jelas, John Herdman bisa membawa Skuad Garuda tampil di pesta terakbar empat tahun mendatang.

Indonesia tampil baik di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan melangkah hingga putaran keempat.

Nah, wacananya, Piala Dunia selanjutnya akan mengalami penambahan peserta. Bisa di edisi 2030 dan tak menutup kemungkinan juga di edisi 2034.

"Ada rumors yang beredar, bahwa pesertanya bisa berubah menjadi 64 tim. Kita belum tahu ini akan dilakukan pada Piala Dunia kapan," kata Ropan.

"Kalau 64 tim, maka akan ada 16 grup. Masing-masing grup akan berisi empat tim. Sama seperti sekarang dengan 48 tim, 12 grup. Semua terdiri empat tim di tiap grup. Kemudian ada yang lolos juara dan runner up ditambah dengan 8 tim peringkat ketiga terbaik maka akan membentuk 32 tim".

"64 tim terbagi dalam 16 grup, maka mungkin saja juara dan runner up grup saja yang melaju ke fase gugur bisa di 32 besar. Mungkin aja akan menghilangkan 8 tim berperingkat ketiga terbaik. Ya, ini luar biasa kalau sampai terwujud".

"Makanya saya bilang kalau berkaitan dengan timnas kita, ada kemungkinan kita bisa lolos. Kalau kemarin sudah sampai putaran keempat karena jatah Asia pasti akan bertambah," kata Ropan.

Berita Terkait