Jalur Neraka Menuju Final Piala Dunia 2026 Mengintai Belanda atau Jepang

Drama Grup F Piala Dunia 2026, Belanda dan Jepang berebut jalur mudah ke final.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Juni 2026, 08:00 WIB
Ilustrasi Piala Dunia. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Persaingan di Grup F Piala Dunia 2026 bukan hanya soal lolos ke fase gugur. Posisi juara grup bisa menjadi penentu seberapa berat perjalanan sebuah tim menuju partai final.

Saat ini, Belanda dan Jepang menjadi dua tim yang paling berpeluang finis di puncak klasemen. Finis sebagai runner-up berpotensi menyeret salah satu dari mereka ke jalur yang jauh lebih berat pada fase gugur.

Advertisement

Setelah dua pertandingan, Belanda memimpin klasemen Grup F berkat kemenangan telak 5-1 atas Swedia. Tim Oranje mengoleksi empat poin, sama seperti Jepang.

Lantaran pertemuan kedua tim berakhir imbang 2-2, penentuan posisi klasemen bergantung pada selisih gol.

Belanda dan Jepang sama-sama memiliki selisih gol +4, tetapi Belanda unggul produktivitas dengan tujuh gol berbanding enam milik Jepang.

Kendati baru saja dihajar Belanda, Swedia belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan. Mereka mengoleksi tiga poin dan memiliki selisih gol nol berkat kemenangan besar atas Tunisia pada laga pembuka.

Peluang Swedia untuk finis sebagai runner-up memang sangat kecil. Mereka harus bermain imbang melawan Jepang dan berharap Belanda kalah 0-5 dari Tunisia.

 


Juara, Jalur Lebih Bersahabat

Timnas Belanda bersiap jelang Piala Dunia 2026. (AP Photo/ Patrick Post)

Tim yang keluar sebagai juara Grup F akan menghadapi peringkat kedua Grup C, yang saat ini ditempati Maroko.

Jika mampu melewati rintangan tersebut, mereka berpeluang menghadapi pemenang duel Korea Selatan kontra Swiss pada fase berikutnya.

Di babak perempat final, lawan yang kemungkinan besar menunggu adalah Jerman.

Apabila berhasil menyingkirkan Jerman, jalan menuju final relatif lebih terbuka. Pada semifinal, mereka berpotensi bertemu Ghana, Uruguay, Austria, Amerika Serikat, Ekuador, Selandia Baru, Ceko, atau Republik Demokratik Kongo.

Meski harus berhadapan dengan Jerman di perempat final, jalur tersebut masih dianggap jauh lebih ringan dibandingkan skenario yang menanti tim peringkat kedua Grup F.

 


Runner-up, Jalur Neraka

Keito Nakamura #13 dari Timnas Jepang merayakan bersama rekan satu timnya setelah mencetak gol pertama tim pada pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang di Stadion Dallas pada 15 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Charlotte Wilson/Getty Images melalui AFP)

Finis di posisi kedua Grup F bisa menjadi mimpi buruk. Runner-up grup akan langsung berhadapan dengan juara Grup B yang saat ini ditempati Brasil pada fase gugur pertama.

Jika berhasil melewati Brasil, tantangan berikutnya kemungkinan adalah Prancis pada babak 16 besar.

Kesulitan belum berhenti di situ. Pada perempat final, mereka berpotensi bertemu salah satu dari Spanyol, Inggris, atau Portugal.

Apabila mampu bertahan hingga semifinal, Argentina bisa menjadi lawan berikutnya.

Dengan skenario tersebut, runner-up Grup F berpeluang menghadapi juara dunia di setiap babak fase gugur yang dijalani.

Itulah mengapa pertandingan terakhir Grup F dipastikan berlangsung sangat penting, berbeda dengan beberapa grup lain yang mulai kehilangan tensi persaingan.

 


Belanda di Atas Angin

Duel Belanda vs Jepang di Grup F Piala Dunia 2026. Bermain di Dallas Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1. (Michael Steele/Getty Images/AFP)

Belanda menjadi favorit kuat untuk mengunci status juara grup. Pasalnya, mereka akan menghadapi Tunisia yang sudah tersingkir setelah hanya mencetak satu gol dan kebobolan sembilan kali sepanjang turnamen.

Di sisi lain, Jepang dan Swedia akan berhadapan dalam laga yang juga menentukan.

Jepang membutuhkan kemenangan atas Swedia dengan selisih gol yang lebih besar dibandingkan kemenangan Belanda atas Tunisia jika ingin merebut posisi puncak klasemen.

Sementara itu, Swedia wajib mengalahkan Jepang dan berharap Belanda gagal meraih kemenangan.

Menariknya, tim yang finis di peringkat ketiga juga masih berpeluang lolos ke fase gugur. Berdasarkan proyeksi saat ini, tiga poin dengan selisih gol minus dua diperkirakan sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.

Namun, jalur yang akan ditempuh tim peringkat ketiga masih sulit diprediksi karena posisi akhir klasemen belum ditentukan.

Untuk sementara, simulasi yang ada memperkirakan Swedia akan bertemu sesama negara Skandinavia, Norwegia, pada babak 32 besar.

 

Sumber: Planet Football


Berita Terkait