Pelatih Irak Ketar-Ketir Jelang Hadapi Prancis di Piala Dunia 2026: Boleh Enggak Kami Mainkan 3 Kiper Langsung?

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengakui ketajaman lini depan Prancis jelang pertemuan kedua tim di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 22 Juni 2026, 14:15 WIB
Pelatih Timnas Irak asal Australia, Graham Arnold, berbicara selama konferensi pers mengenai persiapan Timnas Irak untuk Piala Dunia 2026, di markas besar Asosiasi Sepak Bola Irak, di Baghdad pada 16 Mei 2026. Timnas Irak, yang dikenal sebagai "Singa Mesopotamia", yang persiapannya terganggu oleh perang di Timur Tengah, memastikan penampilan pertama mereka di Piala Dunia dalam 40 tahun, dan akan bermain di Grup I melawan Prancis, Senegal, dan Norwegia. (Murtaja LATEEF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Prancis akan ditantang wakil Asia, Irak pada laga kedua Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia, Selasa (23-6-2026) pukul 04.00 WIB.

Bagi Prancis, di atas keras menjadi laga yang mudah, sebab Irak bukanlah lawan sepadan. Prancis diprediksi akan kembali melanjutkan tren kemenangan dan mengamankan tiket di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Advertisement

Les Bleus lolos dari kesulitan untuk mengalahkan Senegal 3-1 di pertandingan pertama penyisihan grup, sementara Iran dihancurkan 1-4 oleh Norwegia.

Materi pemain yang jomplang, makin menguatkan prediksi bahwa Les Bleus tidak akan menemukan kesulitan untuk mengatasi perlawanan Irak.

Kylian Mbappe akan menjadi magnet paling menarik di antara skuad Prancis. Bintang Real Madrid itu merupakan striker terganas yang dimiliki Les Bleus saat ini. Bukti terbaru, mantan pemain PSG itu melesakkan brace ke gawang Senegal.

Dua gol itu menjadikan koleksi gol Mbappe di pentas Piala Dunia menjadi 14 gol. Jumlah itu membuatnya melewati legenda dunia asal Brasil, Pele, yang mengoleksi 12 gol.


Mengerikan

Amir Alammari #16 dari Timnas Irak bertepuk tangan kepada para penggemar setelah kekalahan 1-4 dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Irak dan Norwegia di Stadion Boston pada 17 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Mattia Ozbot/Getty Images via AFP)

Lini depan Prancis yang mengerikan diakui pelatih Timnas Irak, Graham Arnold.

Pasalnya, mesin gol Prancis tidak hanya terpaku pada sosok Mbappe, masih ada nama lain, seperti Ousmae Dembele, Michael Olise, atau pemain muda Bradley Barcola.

Saking jerinya, menjelang duel nanti, Graham Arnold menyeletuk seputar strategi khusus untuk meredam dahsyatnya lini depan Prancis, dengan pertanyaan bernada canda.

"Saya bertanya, apakah kami bisa memainkan tiga kiper? Tapi, mereka bilang 'tidak'," kata Arnold sambil tertawa.

Arnold belum bisa memutuskan kiper yang akan diturunkannya menghadapi Prancis, termasuk setelah kiper merangkap kapten tim, Jalal Hassan, kebobolan empat gol melawan Norwegia di laga pertama.

"Kami tidak bisa mengendalikan performa Prancis, tetapi kami bisa mengendalikan performa kami sendiri. Kami memastikan bahwa para pemain benar-benar siap untuk turun ke lapangan dan menunjukkan kepada dunia kemampuan mereka," imbuh Arnold.


OTW Bikin Rekor Lagi

Striker Timnas Prancis, Kylian Mbappe.

Sinar Mbappe di Piala Dunia kali ini memang menyilaukan. Ini menjadi Piala Dunia ketiganya sejak edisi 2018 di Rusia yang berujung gelar juara.

Mbappe masih punya kesempatan besar untuk terus mengukir rekor apalagi ia baru berusia 27 tahun. Di laga kontra Irak, ia akan memainkan laga ke-100 bersama Timnas Prancis.

Jumlah itu membuatnya berpotensi melampaui caps Didier Deschamps, pelatih Timnas Prancis saat ini, yang mengoleksi 103 pertandingan untuk Les Bleus.

Mbappe juga masih bisa mengejar jumlah caps terbanyak di skuad Ayam Jantan yang masih dipegang Hugo Lloris dengan 145 penampilan.

Satu lagi, Mbappe juga ikut masuk jajaran pemain yang mengukir hattrick di final Piala Dunia, dan sudah melampaui jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Prancis yang dipegang Olivier Giroud.

"Selalu menyenangkan bisa bermain untuk tim nasional. Tidak ada yang lebih besar dari tim nasional. Seratus caps, itu bersejarah. Terlebih lagi ketika itu adalah pertandingan di Piala Dunia," kata Mbappe merespons prestasinya.


Tak Pedulikan Rekor

Striker Timnas Prancis, Kylian Mbappe.

Mbappe memang gemar mencetak gol di Piala Dunia. Pada edisi 2018 yang menjadi debutnya, ia mengoleksi empat gol dan melengkapinya dengan raihan gelar juara. Kemudian di edisi 2022, Mbappe mengukir delapan gol, menjadi top scorer, meski Prancis gagal menjadi juara.

Kini, Mbappe menyamai Gerd Muller sebagai pencetak gol terbanyak keempat dalam sejarah Piala Dunia. Mbappe hanya terpaut satu gol dari Ronaldo Nazario dan dua gol dari rekor 16 gol yang dipegang Miroslav Klose serta Lionel Messi.

Dengan setidaknya masih bisa bermain satu dekade lagi dengan usianya sekarang, Mbappe masih memungkinkan bermain untuk dua Piala Dunia lagi, ditambah pertandingan tersisa di Piala Dunia 2026.

Maka, makin menguatkan potensi eks pemain Monaco itu sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah Piala Dunia.

"Ini perdebatan untuk masyarakat, para jurnalis, perdebatan untuk para penggemar sepak bola. Saya pikir bagus untuk berdebat tentang para pemain. Lihat siapa yang terbaik. Bagi saya, itu bukan pertanyaan di kepala saya. Ini hanya tentang bagaimana saya dapat membantu tim saat melawan Irak dan dapatkah saya membawa pulang trofi," ujar Kylian Mbappe.

 

Sumber: AP News


Berita Terkait