Usai Imbang Kontra Belgia, Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan yang Menyentuh

Timnas Iran mennggalkan surat menyentuh usai imbang kontra Belgia. Ini isi suratnya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Juni 2026, 21:30 WIB
Mehdi Taremi #9 dari Timnas Iran merayakan gol yang dicetaknya bersama rekan-rekan setimnya sebelum gol tersebut dianulir karena offside selama pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Iran di Stadion Los Angeles pada 22 Juni 2026 di Inglewood, California. (Harry How/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran meninggalkan sebuah pesan tulisan tangan berjumlah 74 kata dalam bahasa Inggris yang berisi harapan agar perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan dapat terjalin di antara seluruh bangsa setelah pertandingan melawan Belgia pada Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Senin (22-6-2026) dini hari WIB.

Pesan tersebut ditemukan di ruang ganti Iran setelah mereka bermain imbang tanpa gol dalam laga kedua fase grup.

Advertisement

Iran tampil di Piala Dunia 2026 di tengah berlangsungnya negosiasi antara negaranya dan Amerika Serikat, yang menjadi satu di antara tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, untuk mengakhiri perang yang sedang terjadi.

Dalam surat yang kemudian dirilis Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Timnas Iran menyampaikan pesan yang menyinggung sejarah panjang negaranya.

"Dari Persia kuno ribuan tahun lalu hingga Iran yang beradab saat ini, semangat Iran tetap hidup dan teguh," demikian isi surat tersebut.

"Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan meninggalkan tempat ini dengan martabat."


Isi Surat

Pendukung Timnas Iran saat mendukung negaranya menghadapi Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Rabu (16/06/2026) pagi WIB. Pada pertandingan tersebut, Iran bermain imbang 2-2 kontra Selandia Baru. (AFP/Etienne Laurent)

Timnas Iran juga menyampaikan terima kasih kepada kota Los Angeles atas sambutan yang diberikan selama mereka berada di sana.

Selain itu, mereka mengapresiasi dukungan masyarakat Iran yang terus memberikan semangat sepanjang dua pertandingan yang telah dijalani.

"Terima kasih Los Angeles atas keramahtamahannya."

"Dan terima kasih kepada setiap warga Iran yang memberikan hati, suara, dan jiwa mereka untuk Iran sepanjang 180 menit ini."

"Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan berlaku di antara semua bangsa.

Surat tersebut juga menyinggung serangan terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab yang menewaskan sedikitnya 168 orang pada hari pertama perang.


Perjalanan Iran

Ramin Rezaeian (23) dari Iran merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol dalam pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Iran memainkan dua laga pertama Grup G di Stadion Los Angeles. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada pertandingan pembuka, mereka kembali meraih hasil seri saat menghadapi Belgia.

Laga terakhir Iran di fase grup akan berlangsung melawan Mesir di Seattle pada 27 Juni.

Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 diwarnai berbagai ketidakpastian yang berkaitan dengan perang di Timur Tengah dan isu keamanan.

Sejumlah anggota penting staf pendukung tim tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat. Selain itu, FFIRI meminta FIFA untuk menegakkan prinsip netralitas, keadilan, dan regulasi yang berlaku setelah alokasi tiket mereka dicabut menjelang turnamen.

Iran kemudian memindahkan markas tim dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko, selama Piala Dunia 2026 berlangsung.


Masalah Visa

Mohammad Mohebi (8) dari Timnas Iran melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya bersama Mehdi Ghayedi (10) selama pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Berdasarkan ketentuan visa yang mereka miliki, tim Iran hanya diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat sehari sebelum pertandingan dan harus meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah laga berakhir.

Kondisi itu membuat pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai "tim yang paling tertindas" di turnamen setelah hasil imbang melawan Selandia Baru.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan saat ini sedang berlangsung pembahasan mengenai jadwal perjalanan Iran menuju dan kembali dari laga melawan Mesir.

 

Sumber: BBC


Berita Terkait