PB PASI Menilai Pelatnas Jangka Panjang Jadi Fondasi Prestasi Olahraga Indonesia

Dukungan PB PASI disampaikan menyusul pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dan Presiden Prabowo di Hambalang, Jumat (19/6/2026).

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Juni 2026, 19:45 WIB
Pada Olimpiade 2020 Tokyo, Lalu Muhammad Zohri (tengah) mencatatkan waktu 10,26 detik dan terhenti pada babak heat atau penyisihan. (Dok NOC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Panjaitan menyambut positif arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang dan penerapan skema pendanaan multiyears bagi cabang olahraga prestasi.

Dukungan PB PASI disampaikan menyusul pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dan Presiden Prabowo di Hambalang, Jumat (19/6/2026).

Advertisement

Dalam pertemuan itu, Presiden menginstruksikan agar persiapan atlet menuju berbagai multievent internasional dilakukan melalui perencanaan jangka panjang yang didukung pendanaan berkelanjutan serta penguatan sistem pembinaan usia dini melalui Akademi Olahraga Nasional.

Luhut Binsar Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya, menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat fondasi pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, pelatnas jangka panjang dan dukungan anggaran multiyears akan memberikan ruang yang lebih luas bagi federasi olahraga untuk menyusun peta jalan pembinaan atlet secara terukur, terencana, dan berkesinambungan.

“Prestasi olahraga tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Atlet juara dunia tidak lahir dalam satu musim kompetisi. Dibutuhkan proses pembinaan bertahun-tahun yang konsisten dan berkelanjutan," tegas Luhut.

"Perjalanan seorang atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia membutuhkan waktu panjang serta proses yang tidak mudah,” lanjutnya.

 
 
 
 

Memberi Dampak Positif bagi Atlet

Menpora Erick Thohir, menghadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di kediaman pribadi di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

PB PASI juga menilai dukungan Presiden terhadap pelatnas jangka panjang akan memberikan dampak positif bagi atlet maupun pelatih.

Menurut Luhut, skema baru yang tengah didorong pemerintah dapat menjadi titik balik kebangkitan olahraga nasional karena menghadirkan tata kelola yang lebih efektif, profesional, modern, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.

“Bagi kami di PASI, ini merupakan kabar baik yang sudah lama dinantikan. Selama ini, atlet maupun federasi sering menghadapi keterbatasan akibat regulasi administratif dan siklus perencanaan yang bersifat tahunan," ujar Luhut.

"Padahal, untuk menghasilkan prestasi yang konsisten, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Luhut menambahkan, kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem olahraga nasional yang kokoh dan berorientasi masa depan.

“Langkah strategis Bapak Presiden membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada target medali dalam satu ajang semata, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi masa depan olahraga Indonesia,” lanjutnya.


Pentingnya Kolaborasi

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kanan) pasca konferensi pers pra Wondr Jakarta Running Festival 2025 di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). (Liputan6.com/Deniz Akbar)

Selain dukungan pemerintah, Luhut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor maupun dengan dunia usaha.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting untuk memperluas kesempatan atlet memperoleh pengalaman bertanding dan meningkatkan jam terbang di tingkat internasional.

“Kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dunia usaha, sangat penting untuk mendorong keberhasilan program pembinaan olahraga nasional," ujarnya.

"Dukungan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi atlet untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding di kancah internasional serta memastikan atlet merah putih selalu siap dan kompetitif,” tutupnya.