Candaan Lionel Messi Usai Pecahkan Rekor Piala Dunia: Kehabisan Tenaga

Meski terus memecahkan rekor dan tampil luar biasa, Lionel Messi mengaku kondisi fisiknya mulai terkuras setelah menjalani awal turnamen yang sangat intens.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 23 Juni 2026, 07:00 WIB
Lionel Messi dari Argentina merayakan gol pertama timnya ke gawang Austria bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan sepak bola Grup J Piala Dunia di Arlington, Texas, dekat Dallas, pada Senin, 22 Juni 2026. (Foto: AP/Tony Gutierrez)

Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kembali menjadi sorotan setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria pada laga Grup J Piala Dunia 2026.

Penampilan gemilang tersebut semakin memperkokoh status Messi sebagai salah satu kandidat terkuat peraih Sepatu Emas turnamen.

Advertisement

Menariknya, bintang lapangan hijau yang akan berusia 39 tahun itu sebenarnya berpeluang mencetak hattrick setelah mendapat kesempatan melalui titik penalti, namun tendangannya gagal berbuah gol.

Meski terus memecahkan rekor dan tampil luar biasa, Lionel Messi mengaku kondisi fisiknya mulai terkuras setelah menjalani awal turnamen yang sangat intens.

“Saya lelah, saya seperti kehabisan tenaga dan sulit berpikir. Tapi saya menikmati momen ini dan menantikan kebersamaan dengan rekan-rekan setim saya,” ujar Messi.

Lionel Messi juga menyebut awal turnamen yang dijalaninya berjalan nyaris sempurna.

“Semuanya berkembang dengan luar biasa. Hari ini saya memiliki penalti yang bisa saja menambah jumlah gol saya, atau mungkin tidak. Siapa yang tahu? Saya senang dengan tim ini,” lanjutnya.


Scaloni Kehabisan Kata-Kata untuk Sang Kapten

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam pertandingan melawan Aljazair di Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (AP Photo/Charlie Riedel)

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengaku mulai kehabisan cara untuk menggambarkan kontribusi Messi bagi timnya.

Menurut Scaloni, kehadiran sang kapten terus memberikan dampak besar, baik secara teknis maupun mental kepada seluruh skuad.

“Saya sudah tidak punya kata-kata lagi untuk Leo. Dia membuat kami kehabisan kata-kata!” ujar Scaloni sambil tersenyum.

Meski Argentina menang, Scaloni mengakui pertandingan melawan Austria jauh lebih sulit dibanding laga sebelumnya kontra Aljazair.

Austria mampu memberikan tekanan melalui permainan berbasis penguasaan bola dan pressing yang membuat Argentina beberapa kali kesulitan mengembangkan permainan.

“Kami mengalami kesulitan dalam kreativitas. Kami tidak menguasai bola seperti biasanya. Tetapi kami tahu bagaimana menderita sebagai sebuah tim,” jelas Scaloni.


Rangnick Akui Messi Berada di Level Berbeda

Kapten Argentina Lionel Messi merayakan gol ke gawang Austria pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Charlotte Wilson

Pelatih Austria, Ralf Rangnick, tidak ragu memberikan pujian setinggi langit kepada Messi meski timnya harus menelan kekalahan.

Menurut mantan manajer Manchester United tersebut, Messi masih mampu menentukan hasil pertandingan meski usianya sudah mendekati 39 tahun.

“Jika seseorang berusia 39 tahun dan masih bisa mencetak dua gol serta sudah mengoleksi lima gol di turnamen ini, itu membuat perbedaan besar,” kata Rangnick.

“Kami tahu dia berada di levelnya sendiri. Messi menunjukkan kepada kami bahwa dia adalah salah satu yang terbaik, bahkan yang terbaik. Dia tidak membutuhkan banyak peluang untuk menentukan pertandingan,” lanjutnya.

Rangnick bahkan mengakui bahwa Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia tahun ini.


Rekan Setim Tak Henti Kagumi Kehebatan Messi

Pemain Argentina Lionel Messi meninggalkan lapangan setelah laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 22 Juni 2026. (AP Photo/Tony Gutierrez)

Kekaguman terhadap Lionel Messi juga datang dari rekan setimnya, Lisandro Martinez. Bek yang akrab disapa Licha itu mengaku sulit menemukan kata-kata untuk menggambarkan kualitas sang kapten.

“Tidak ada kata-kata untuknya. Kami hanya bisa menikmati apa yang dia lakukan. Dia berada sendirian di puncak,” ujar Martínez.

“Saya benar-benar kehilangan kata-kata. Saya merasakan emosi yang luar biasa karena dia adalah orang Argentina,” lanjutnya.

Dengan lima gol dari dua pertandingan pertama, Messi terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Argentina bersiap menghadapi Jordan pada laga berikutnya, sementara sang kapten berpeluang kembali menambah rekor dan memperbesar peluang membawa Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.

Sumber: Daily Mail


Persaingan di Grup J Piala Dunia 2026

Berita Terkait