Kisah Menyentuh di Balik Selebrasi Ikonik Lionel Messi, Menunjuk ke Langit setelah Mencetak Gol

Hampir setiap kali mencetak gol, Messi akan menengadah ke langit sambil mengangkat kedua jari telunjuknya.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 Juni 2026, 15:30 WIB
Pemain Argentina Lionel Messi merayakan gol saat laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair di Kansas City, Mo., Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Charlie Riedel)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi membuktikan usia hanyalah angka. Pemain berjulukan La Pulga tersebut menyuguhkan permainan gemilang di Piala Dunia 2026 meskipun sudah menginjak usia 38 tahun. 

Messi adalah salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Kariernya dipenuhi berbagai rekor, gelar bergengsi, serta momen bersejarah yang membawanya menjuarai Liga Champions hingga Piala Dunia, dua trofi paling prestisius di level klub dan tim nasional.

Advertisement

Dari mengukir sejarah bersama Barcelona di Camp Nou, meraih trofi Piala Dunia pada 2022, hingga melanjutkan karier di Inter Miami, Messi telah membangun reputasi sebagai salah satu pencetak gol paling produktif yang pernah dimiliki dunia sepak bola.

Namun di balik tumpukan gol, trofi, dan penghargaan individu, ada satu kebiasaan yang selalu melekat pada dirinya dan tidak ada hubungannya dengan statistik.

Hampir setiap kali mencetak gol, Messi akan menengadah ke langit sambil mengangkat kedua jari telunjuknya. Selebrasi sederhana itu kini menjadi salah satu ciri khas yang paling mudah dikenali dalam dunia sepak bola.

 


Penghormatan untuk Nenek

Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama Argentina ke gawang Timnas Prancis melalui eksekusi penalti dalam laga final Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Seperti dikutip dari Give Me Sport, Selasa (23/6/2027), gestur selebrasi tersebut ternyata memiliki makna yang sangat personal bagi Messi.

Selebrasi menunjuk ke langit itu merupakan bentuk penghormatan kepada neneknya, Celia Olivera Cuccittini, yang meninggal dunia pada 1998 ketika Messi masih berusia muda.

Celia memiliki peran besar dalam perjalanan awal karier sang bintang. Ia disebut sebagai sosok yang sering mengantar Messi ke sesi latihan pertamanya dan terus mendorong agar cucunya diberi kesempatan bermain meski memiliki postur tubuh yang kecil dibandingkan anak-anak seusianya.

Messi pernah menjelaskan alasan di balik selebrasi tersebut. "Saya melakukan ini karena setiap gol saya dedikasikan untuk nenek saya."

Kalimat singkat itu menjelaskan mengapa selebrasi tersebut terus ia lakukan selama bertahun-tahun, bahkan setelah mencetak ratusan gol di berbagai kompetisi.

 


Gaya Selebrasi Lain

Lionel Messi. menjadi Sosok paling berpengaruh di Timnas Argentina saat ini, pemain berusia 35 tahun ini tercatat telah mengoleksi 19 caps dengan torehan 6 gol dan 5 assist bersama Argentina di ajang Piala Dunia dan berpeluang melewati rekor Diego Maradona sebagai penampil terbanyak. Jumlah tersebut dicatatkannyanya dalam 4 edisi Piala Dunia, yaitu mulai 2006 hingga 2018. Prestasi terbaiknya yaitu saat membawa Argentina menjadi runner-up pada edisi 2014 di Brasil setelah kalah 0-1 (0-0) dari Jerman lewat perpanjangan waktu di partai final. (AFP/Andres Kudacki)

Meski menunjuk ke langit menjadi selebrasi khasnya, itu bukan satu-satunya perayaan gol yang pernah dilakukan Messi sepanjang karier.

Ia kerap berlari menjauh dari gawang dengan kedua tangan terbuka lebar sebelum dikerubungi rekan-rekannya. Momen seperti itu terlihat jelas saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.

Messi juga beberapa kali melakukan selebrasi khusus untuk keluarganya. Ketika anak-anaknya lahir, ia pernah merayakannya dengan gestur mengisap ibu jari yang diarahkan ke kamera.

Namun, salah satu selebrasi paling ikonik terjadi pada 2017 dalam laga El Clasico di markas Real Madrid. Setelah mencetak gol kemenangan di masa injury time, Messi melepas jersey-nya dan mengangkatnya ke arah tribune pendukung Madrid, memperlihatkan nama serta nomor punggungnya.

Momen lain yang tak kalah emosional terjadi pada perempat final Piala Dunia 2022 saat Argentina menghadapi Belanda. Setelah mencetak gol penalti, Messi berdiri di depan bangku cadangan Belanda sambil menangkupkan kedua telinganya.

Selebrasi itu diyakini sebagai respons terhadap komentar pelatih Belanda saat itu, Louis van Gaal, yang sempat mengkritik kontribusi Messi ketika tim tidak menguasai bola.

Meski sesekali terlibat dalam kontroversi, secara umum selebrasi Messi cenderung sederhana. Tidak ada koreografi berlebihan atau aksi teatrikal yang sering terlihat pada pemain lain. Sebagian besar selebrasinya lahir dari emosi dan makna pribadi.

Karena itulah selebrasi menunjuk ke langit mampu bertahan begitu lama dan menjadi identitasnya. Gestur tersebut seolah mencerminkan karakter Messi yang lebih memilih berbicara lewat penampilannya di lapangan.

Sumber: Give Me Sport

 

Berita Terkait