Pakar Ungkap Alasan Lionel Messi Kerap Gagal Mengeksekusi Penalti

Mengapa Lionel Messi kerap gagal mengeksekusi penalti? Pakar ungkap penyebab utamanya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Juni 2026, 16:15 WIB
Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, menendang dan gagal mengeksekusi penalti selama pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Austria di Stadion Dallas di Arlington pada 23 Juni 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi mencetak dua gol saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 di Piala Dunia 2026, Rabu (23-6-2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Miroslav Klose.

Advertisement

Namun, dalam pertandingan itu Messi juga mencatat statistik yang kurang menyenangkan. Sebelum membawa Argentina meraih kemenangan, kapten tim Tango tersebut gagal memanfaatkan peluang dari titik penalti.

Kesempatan itu datang setelah Lautaro Martinez dilanggar di dalam kotak penalti. Messi maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya melenceng dari sasaran.

Kegagalan tersebut membuat Messi kini telah gagal mengeksekusi tiga dari tujuh penalti yang ia ambil di Piala Dunia.

Pakar penalti The Athletic, Geir Jordet, menjelaskan alasan di balik kegagalan eksekusi Messi saat menghadapi Austria. Menurutnya, Messi menggunakan awalan yang tertunda sambil menunggu pergerakan kiper.


Teknik yang Digunakan

Lionel Messi #10 dari Argentina bereaksi selama pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Austria di Stadion Dallas pada 23 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Francois Nel/Getty Images via AFP)

Berdasarkan analisis Jordet, teknik yang juga digunakan oleh pemain seperti Bruno Fernandes dan Jorginho itu dapat mengurangi akurasi tendangan.

"Ini contoh lain bagaimana kiper memahami penendang penalti yang bergantung pada pergerakan kiper. Messi dipaksa mengambil keputusan tanpa mengetahui ke mana arah gerak kiper," ujar Jordet.

"Karena ia memperhatikan kiper, matanya tidak fokus pada bola sehingga akurasinya berkurang."

Jordet menilai ketika Messi melihat kiper Austria, Alexander Schlager, bergerak ke arah yang sama dengan tujuan tendangannya, sudah terlambat baginya untuk mengubah keputusan.

Dalam situasi tersebut, Messi diduga mencoba mengarahkan bola sedekat mungkin ke tiang gawang, tetapi justru melebar.


Faktor Lain

Penyerang Inter Miami, Lionel Messi, mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Orlando City pada babak pertama laga Major League Soccer di Orlando, Florida, Senin (2/3/2026). (AP Photo/Kevin Kolczynski)

Faktor lain yang disebut berpengaruh adalah tidak adanya satu teknik baku yang selalu digunakan Messi saat mengeksekusi penalti.

Berbeda dengan Cristiano Ronaldo atau Harry Kane yang cenderung memiliki pola tendangan yang konsisten, Messi kerap mengubah pendekatannya.

Pada awal kariernya, Messi lebih sering melepaskan tendangan rendah setelah mengambil awalan pendek. Selain itu, kebiasaannya menendang segera setelah peluit wasit berbunyi juga disebut tidak menguntungkannya.

Sejumlah penelitian menunjukkan pendekatan tersebut berkaitan dengan tingkat keberhasilan yang lebih rendah.


Reaksi Messi

Sepakan model panenka ala Lionel Messi tak sempurna. (AP Photo/Kevin M. Cox)

Kegagalan penalti saat melawan Austria menjadi kegagalan ke-33 Messi sepanjang kariernya. Setelah pertandingan, pemain berusia 39 tahun itu mengaku tidak puas dengan eksekusi yang dilakukannya.

"Hari ini ada momen ketika saya sangat marah karena gagal mengeksekusi penalti," kata Messi.

"Saya menendangnya dengan sangat buruk. Untungnya kami bisa membalikkan situasi, unggul, dan meraih tiga poin, yang merupakan hal terpenting." tambah bintang Inter Miami itu.

 

Sumber: Give Me Sport


Berita Terkait