Antoine Semenyo Diduga Langgar Aturan Seragam saat Hadapi Inggris, Eks Wasit FIFA Bereaksi

Laga Inggris versus Ghana diwarnai dugaan pelanggaran Antoine Semenyo. Eks wasit FIFA angkat bicara.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Juni 2026, 12:15 WIB
Bek Inggris bernomor punggung 24, Reece James (kiri), berebut bola dengan penyerang Ghana bernomor punggung 11, Antoine Semenyo, selama pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Boston di Foxborough pada 23 Juni 2026. (FRANCK FIFE AFP)

Bola.com, Jakarta - Laga Timnas Inggris kontra Ghana di Piala Dunia 2026 kembali memunculkan sorotan di luar jalannya pertandingan.

Kali ini, perhatian tertuju kepada winger Ghana, Antoine Semenyo, yang diduga melanggar aturan seragam FIFA.

Advertisement

Inggris harus puas bermain imbang tanpa gol setelah kesulitan menembus pertahanan rapat Ghana. Tim asuhan Thomas Tuchel itu minim menciptakan peluang bersih, sementara Jude Bellingham juga sempat lolos dari ancaman kartu merah.

Di tengah jalannya pertandingan, seorang suporter menyoroti penampilan Semenyo yang mengenakan kaus kaki berwarna putih.

Unggahan tersebut kemudian memicu pembahasan mengenai kemungkinan pelanggaran terhadap regulasi perlengkapan pertandingan.

Semenyo menggunakan grip socks, yakni kaus kaki dengan lapisan karet di bagian telapak yang berfungsi menjaga kaki tetap stabil di dalam sepatu.

Perlengkapan tersebut memang umum digunakan pesepak bola di berbagai level.


Isi Regulasi IFAB

Penyerang Timnas Ghana #11, Antoine Semenyo, menendang bola pada pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Boston di Foxborough pada 23 Juni 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Namun, Pasal 4 Regulasi IFAB menyebutkan bahwa setiap pita atau material yang dipasang di bagian luar kaus kaki harus memiliki warna yang sama dengan bagian kaus kaki yang ditutupinya.

Pada laga tersebut, Ghana menggunakan kaus kaki dominan kuning. Warna putih grip socks yang terlihat di bagian pergelangan kaki Semenyo dinilai tidak sesuai ketentuan tersebut.

Meski begitu, perangkat pertandingan tidak mengambil tindakan apa pun selama pertandingan berlangsung.

Sorotan itu kemudian mendapat tanggapan dari mantan wasit Premier League sekaligus eks kepala PGMOL, Keith Hackett.


Dugaan Pelanggaran Nakamura

Gelandang Timnas Jepang #13, Keito Nakamura (kanan), berebut bola dengan penyerang Belanda #24, Crysencio Summerville, selama pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juni 2026. (Aric Becker/AFP)

Melalui akun X, Hackett membalas unggahan suporter yang pertama kali menyoroti insiden tersebut.

"Pengamatan yang bagus, Pat. Jelas aturan itu tidak diterapkan," tulis Hackett.

Pernyataan itu mendukung anggapan bahwa perangkat pertandingan telah melewatkan dugaan pelanggaran tersebut.

Hackett juga sebelumnya mengomentari dugaan Keito Nakamura tidak mengenakan pelindung tulang kering saat Jepang menghadapi Belanda.

Menurut sumber yang sama, kedua insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan oleh perangkat pertandingan selama Piala Dunia 2026.

Unggahan tersebut juga menyebut Hackett beberapa kali mengkritik standar kepemimpinan wasit sepanjang turnamen berlangsung.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait