Timnas Swedia Dibuat Kebingungan setelah Berlatih di Stadion yang Dihiasi Puing-Puing Reruntuhan

Timnas Swedia berlatih dengan "pemandangan" tak biasa; bangunan yang nyaris roboh. Ada apa?

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 26 Juni 2026, 17:15 WIB
Pembongkaran terlihat di tribuen penonton di Stadion Toyota, markas sepak bola MLS FC Dallas, saat para pemain Swedia berpartisipasi dalam sesi latihan menjelang pertandingan Grup F Piala Dunia melawan Jepang, Rabu, 24 Juni 2026, di Frisco, Texas. (Foto AP/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Para pemain bintang yang memperkuat Timnas Swedia terpaksa menjalani sesi latihan di antara puing-puing reruntuhan di Piala Dunia 2026.

Ini menjadi pemandangan yang tak biasa di tengah kemegahan berbagai stadion yang menjadi venue di turnamen akbar ini.

Advertisement

Momen ini terungkap melalui sebuah laporan yang dirilis media asal Inggris, The Sun.

Dari laporan itu, skuad Swedia menggunakan Stadion Toyota, yang berstatus sebagai markas klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, sebagai tempat latihan sementara mereka.

Sesi latihan ini padahal sangat penting bagi Swedia ketika mereka bersiap menghadapi Jepang pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Saat pemain tiba di lokasi latihan, mereka disambut oleh pemandangan reruntuhan proyek pembongkaran gedung yang gagal.

"Klub MLS tersebut memang sedang berada di tengah proyek renovasi stadion senilai 150 juta paun. Konstruksi sedang berlangsung di salah satu sisi lapangan, di mana sebuah bangunan justru runtuh ke arah yang salah dan hancur menimpa tribune di bawahnya," tulis The Sun.

 


Para Pemain Terkejut

Para pemain Timnas Swedia mengikuti sesi latihan menjelang pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion FC Dallas di Dallas pada 24 Juni 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Skuad Swedia saat ini memiliki sederet bintang Eropa, seperti pemain Liverpool, Alexander Isak, hingga pemain andalan Arsenal, Viktor Gyokeres. Mereka kabarnya terkejut dengan pemandangan yang terpampang di depan mata.

General Manager Timnas Swedia, Stefan Pettersson, mengakui bahwa puing-puing tersebut sempat membuat beberapa orang terkejut.

Dia pun akhirnya mengetahui penyebab dari reruntuhan stadion tersebut.

"Mereka seharusnya merobohkan sesuatu, dan tampaknya bangunan itu jatuh ke arah yang salah. Untungnya, tidak ada yang terluka. Mereka mungkin meledakkannya dan kemudian ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana," ungkap Pettersson kepada Aftonbladet.

Bahkan, kata Pettersson, para pemain sempat terhenyak dan terheran-heran dengan apa yang mereka saksikan.

"Para pemain terbelalak saat tiba. Mereka berkata, 'Oh, apa-apaan yang terjadi di sini?'" katanya.

 


Sudah Dipastikan Aman

Pelatih Swedia, Graham Potter usai pertandingan melawan Jepang di F Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas, dekat Dallas, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Tony Gutierrez)

Seorang juru bicara untuk FC Dallas kemudian mengklarifikasi bahwa metode pembongkaran yang digunakan adalah metode tarik-turun (pull-down). Dia memastikan sesi latihan Swedia sama sekali tidak terganggu.

Tim Swedia, yang kini diasuh oleh mantan bos Chelsea dan Brighton, Graham Potter, baru saja bermain imbang menghadapi Jepang dalam duel pamungkas Grup F yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Jumat (26-6-2026).

Dengan hasil ini, The Blue and Yellow, harus puas mengakhiri persaingan di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin dari tiga laga, sekaligus dipastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Jepang akhirnya mengakhiri persaingan di peringkat kedua dengan koleksi lima poin. Kedua kontestan ini menemani Belanda yang lolos ke babak 32 besar sebagai pemuncak klasemen akhir dengan tujuh poin.

 

Sumber: The Sun


Berita Terkait