Bola.com, Jakarta - Timnas Turki gagal bersinar di Piala Dunia 2026. Dengan generasi emas, termasuk memiliki Kenan Yildiz dan Arda Guler, langkah mereka terhenti dengan finis di posisi terbawah Grup D.
Timnas Turki menelan dua kekalahan beruntun di awal, masing-masing takluk 0-2 dari Australia dan 0-1 dari Paraguay.
Tim besutan Vincenzo Montella itumenutup laga terakhir fase grup dengan kemenangan 3-2 atas tuan rumah Amerika Serikat, Jumat (26-6-2026).
Akan tetapi, kemenangan itu tak banyak berarti. Turki sudah dipastikan tersingkir sejak menelan kekalahan kedua dari Paraguay. Namun, setidaknya, mereka menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan sebuah kemenangan.
Kegagalan ini membuat Turki mengalami penurunan pencapaian sejak keikutsertaan di Piala Dunia pada edisi 1954. Mereka baru tiga kali tampil di Piala Dunia, dengan prestasi tertinggi adalah menduduki peringkat ketiga pada edisi 2002 di Korsel dan Jepang.
Pulang dengan Terhormat
Melewati dua kekalahan dan sekali kemenangan, Turki pulang dengan kepala tegak. Satu di antara pemain mudanya, Arda Guler meyakini negaranya akan jauh lebih siap dan kuat lagi di turnamen berikutnya, terutama Piala Dunia 2030.
Arda Guler memecahkan rekor pemain termuda Turki yang mencetak gol di ajang Piala Dunia, setelah menjebol gawang Amerika Serikat, Jumat pagi tadi.
"Di hari inilah, kami akhirnya menang. Kami bisa kembali ke negara kami dengan rasa bangga yang lebih besar," ujar Guler setelah pertandingan.
"Semoga kami bisa membuat semua orang bahagia lagi," imbuh pemain Real Madrid tersebut.
Pelajaran Berharga
Timnas Turki bermain apik saat memenangkan duel versus Amerika Serikat. Meski mendapat gempuran bertubi-tubi dari pemain tuan rumah, Turki tak kalah percaya diri.
Setelah tertinggal gol cepat lewat Auston Trusty, Arda Guler membuat skor imbang. Bahkan Turki berbalik unggul setelah gol Baris Alper Yilmaz di menit ke-31.
The Yanks menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat Sebastian Berhalter di awal babak kedua. Kaan Ayhan keluar sebagai pahlawan setelah mencetak gol di detik-detik terakhir pada masa injury time.
"Kami tahu kami mampu bermain di level itu, tetapi kami menyimpan performa tersebut untuk pertandingan terakhir," kata Arda Guler.
"Kami bertekad untuk kembali menampilkan permainan dan semangat juang yang sama dalam pertandingan-pertandingan mendatang. Kami ingin berpartisipasi dalam turnamen-turnamen di masa depan, memberikan penampilan yang lebih baik, serta menghadirkan lebih banyak kebahagiaan bagi negara kami," tegas pemain berusia 21 tahun itu.
Sumber: FIFA
Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS