Eksklusif dari Amerika Serikat: Keajaiban New Jersey! Sengatan La Tri Runtuhkan Kedigdayaan Jerman di MetLife Stadium

Timnas Ekuador, tim yang tidak diunggulkan di atas kertas, berhasil menumbangkan raksasa sepak bola dunia, Timnas Jerman.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 26 Juni 2026, 22:30 WIB
Suporter Ekuador memadati Metlife Stadium, New Jersey, untuk menonton pertandingan tim kesayangan mereka kontra Jerman di Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com, Jakarta - Peluit panjang berbunyi dari bibir wasit. Detik itu juga, MetLife Stadium, New Jersey bergemuruh hebat bagai diguncang gempa tektonik. Ribuan suporter bernuansa kuning-biru-merah melompat, berpelukan, dan sebagian besar menangis histeris.

Sejarah baru saja tercipta di East Rutherford, New Jersey. Timnas Ekuador, tim yang tidak diunggulkan di atas kertas, berhasil menumbangkan raksasa sepak bola dunia, Timnas Jerman, dengan skor tipis 2-1 dalam laga lanjutan fase grup Piala Dunia 2026, Kamis (25/6/2026) sore waktu setempat atau Jumat (26/6/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Timnas Ekuador meraih kemenangan dengan cara yang hebat. La Tri sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Leroy Sane di menit kedua babak pertama.

Nilson Angulo dan Gonzalo Plata menjadi pahlawan kemenangan Timnas Ekuador dengan masing-masing mencetak satu gol. Kemenangan ini pun membawa mereka melaju ke babak 32 besar di Piala Dunia 2026.

 

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


New Jersey yang Berubah Menjadi Quito

Suporter Ekuador memadati Metlife Stadium, New Jersey, untuk menonton pertandingan tim kesayangan mereka kontra Jerman di Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Udara musim panas New Jersey yang hangat mendadak terasa seperti dataran tinggi Quito yang magis. Sejak pagi hari, stasiun kereta menuju MetLife Stadium sudah dipadati oleh gelombang suporter Ekuador. Mereka membawa tarian, drum, dan keyakinan magis.

Di dalam stadion, dominasi warna kuning menyala khas jersey Ekuador benar-benar menenggelamkan suporter Jerman yang tampak lebih kalem. Dukungan masif ini terbukti menjadi pemain ke-12 yang membakar semangat pasukan La Tri.

"Kami tahu kami underdog. Tapi di tribune, kami menang jumlah. Kami ingin para pemain merasakan bahwa mereka bermain di rumah sendiri," ujar Carlos Garcia, seorang supporter yang datang langsung dari Quito, Ekuador untuk menyaksikan tim kesayangannya di Piala Dunia 2026.

 


Kembali Bertarung di Fase Gugur

Gonzalo Plata #19 dari Ekuador mencetak gol kedua timnya pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 antara Ekuador dan Jerman di Stadion New York New Jersey pada 26 Juni 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Timnas Ekuador memastikan satu tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Enner Valencia dan kawan-kawan menempati salah satu posisi sebagai peringkat ketiga terbaik.

Pencapaian ini tentu layak disyukuri. Sebab, kali terakhir Timnas Ekuador bertarung di fase gugur terjadi pada Piala Dunia 2006 yang saat itu digelar di Jerman.

Bedanya saat itu Timnas Ekuador melaju langsung ke babak 16 besar. Sebab, Piala Dunia 2026 masih diikuti 32 tim, sementara edisi tahun ini diikuti 48 tim.

Lawan yang akan dihadapi Timnas Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih belum diketahui. Mereka masih harus menanti hasil di grup yang lain.

Berita Terkait