Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 kerap dilabeli sangat mahal, terutama untuk menonton laga-laga di Amerika Serikat. Butuh merogoh kocek dalam-dalam.
Fans harus membayar mahal untuk membeli tiket pertandingan, naik kereta, hingga penginapan yang harganya melambung. Harga-harga tersebut masih lebih ramah kantong jika fans menonton di Kanada atau Meksiko.
Meskipun dikatakan sebagai Piala Dunia yang mahal, ajang itu tetap menarik perhatian banyak orang. Hampir semua stadion yang digunakan untuk menggelar laga Piala Dunia 2026 terisi penuh oleh penonton.
Hendra Paulus, orang Indonesia yang tinggal di New England, Amerika Serikat, merasakan betul bagaimana mahalnya Piala Dunia 2026. Hendra mengaku menghabiskan uang mencapai 700 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp12 juta untuk mendapatkan satu tiket pertandingan di ajang itu.
"Saya beli tiket Ekuador melawan Jerman di Metlife Stadium sekitar awal tahun, harganya 700 dolar," kata Hendra Paulus kepada Bola.com, saat dijumpai di Metlife Stadium, New Jersey, Jumat (27/6/2026).
Bukan Hanya Tiket
Hendra Paulus merasa yang membuat Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat terasa begitu mahal bukan hanya soal tiket. Dia juga harus membayar lebih banyak di beberapa sektor lain.
Hendra mengatakan biaya parkir di stadion juga tidak kalah mahal. Menurut Hendra, parkir di Metlife Stadium selama pertandingan Piala Dunia 2026 bisa menguras kantong.
"Dari sore sampai malam di sini bisa 100 dolar (Rp1,78 juta) juga," tutur Hendra.
Mendukung Jerman
Lebih lanjut, Hendra Paulus sangat menyayangkan Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Padahal, Garuda tinggal selangkah lagi bisa mencetak sejarah hebat itu.
Timnas Indonesia sudah melakoni kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia hingga putaran keempat. Namun, Tim Merah Putih kalah bersaing dan harus menunda impian tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Absennya Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026 membuat Hendra Paulus memilih mendukung negara lain. Pilihannya jatuh pada Timnas Jerman.
"Saya suka Jerman sejak era striker Oliver Bierhoff," kata Hendra Paulus.