Bola.com, Jakarta - Timnas Irak tidak berdaya menghadapi persaingan di putaran final Piala Dunia 2026. Satu di antara wakil Asia itu kalah ketiga kalinya secara beruntun di fase penyisihan grup.
Timnas Irak dicukur Senegal lima gol tanpa balas pada pertandingan terakhir Grup I Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Sabtu (27-6-2026) pagi WIB.
Gawang Irak sudah jebol saat laga baru berjalan empat menit oleh Habib Diarra. Penderitaan Irak berlanjut dengan diusirnya bek Rebin Sulaka pada menit ke-13. Kalah jumlah pemain, Irak hanya bisa pasrah dijadikan bulan-bulanan Senegal.
Empat gol selanjutnya datang dari Ismaila Sarr (56'), brace Pape Gueye (59' dan 71'), serta gol penutup dari Iliman Ndiaye.
Irak pun finis sebagai juru kunci Grup I tanpa satu poin pun, hanya mencetak satu gol dan kebobolan 12 gol.
Laga yang Berat
Untuk sementara, hasil itu menempatkan Irak sebagai wakil Asia dengan performa terburuk selama fase grup Piala Dunia 2026, terutama dari sisi kebobolan. Irak bersama Tunisia menjadi tim dengan jumlah kemasukan terbanyak di Piala Dunia 2026, yakni 12 gol.
12 gol itu datang dari saat kalah 1-4 melawan Norwegia, 0-3 dari Prancis, dan 0-5 dari Senegal.
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengomentari kekalahan telak timnya dari Senegal.
"Hari ini sungguh berat setelah kartu merah di awal pertandingan. Saat melakukan kesalahan seperti yang kami alami, Anda akan menanggung akibatnya di Piala Dunia. Kami berada di grup yang sangat sulit di sini," ujar Graham Arnold seusai pertandingan.
Jadi Pelajaran
Irak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dengan tertatih-tatih. Meraka harus melalui hingga kualifikasi putaran kelima dan berlanjut hingga partai play-off antarkonfederasi.
Irak sempat menyingkirkan Timnas Indonesia di putaran keempat, kemudian menyingkirkan Bolivia di playoff penentuan antarkonfederasi.
Alih-alih mengikuti jejak Jepang yang sudah dipastikan lolos ke babak gugur, langkah Irak sudah terhenti sejak kekalahan dari Prancis di pertandingan kedua.
Bagi Graham Arnold, hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk sepak bola Irak di masa mendatang.
"Kami tampil baik dalam dua dari tiga pertandingan. Perjalanan ini sungguh menyenangkan dan semoga para pemain pulang membawa pengalaman berharga. Kini mereka belajar apa yang diperlukan untuk menghadapi pemain-pemain dengan kualitas seperti itu," kata Arnold.
"Dukungan suporter begitu riuh dan meriah. Kami sangat bangga bisa memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk menikmati Piala Dunia ini," imbuh mantan pelatih Timnas Australia itu.
Nasib di Tangan Sendiri
Sementara itu, pemain dan pelatih Senegal bergembira atas pencapaian lolos ke fase 32 besar. Senegal berpeluang mengulang pencapaian di Piala Dunia 2002 dan 2022.
Singa dari Teranga menembus perempat final pada debut di Piala Dunia, edisi 2002. Kemudian pada Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka menembus 16 besar.
"Kemenangan yang layak didapat. Awalnya tidak mudah karena kami menghadapi rival langsung yang juga mengincar kemenangan. Nasib kami kini tidak lagi berada di tangan kami sendiri. Kami harus menunggu dan melihat hasilnya nanti. Namun, tugas utama telah kami tuntaskan," kata Pape Thiaw, pelatih Senegal.
"Ini pertandingan yang wajib kami menangkan, dan kami berhasil melakukannya. Kami ingin mencetak lebih banyak gol karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami di sini demi tim nasional dan kami mengerahkan segala kemampuan untuk itu," timpal Ismaïla Sarr, striker Senegal.
Sumber: FIFA
Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS