Di Bawah Arahan Shin Tae-yong, Persija Akan Bermain Lebih Agresif dengan Filosofi Barcelona: Tiki Taka

Shin Tae-yong mulai membuka rencananya bersama Persija.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 28 Juni 2026, 07:30 WIB
Shin Tae-yong akan memimpin Persija Jakarta mulai musim 2026/2027. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan)

Bola.com, Jakarta - Semua menanti seperti apa gerangan Persija Jakarta di bawah arahan pelatih anyar, Shin Tae-yong. Musim lalu, Persija kembali gagal memenangkan perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Macan Kemayoran yang saat itu diarsiteki pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, finis di posisi ketiga.

Dikontrak selama tiga tahun, Shin Tae-yong pastinya mengemban misi yang tak enteng. Musim depan, manajemen berharap mantan pembesut Timnas Indonesia itu bisa mempersembahkan gelar juara.

Advertisement

Maklum, tahun depan, tepatnya tanggal 22 Juni 2027, Jakarta genap 500 tahun. Jadi, titel juara BRI Super League 2026/2027 merupakan kado spesial dari Macan Kemayoran.

Lantas, seperti apa gaya dan filosifi permainan Rizky Ridho dkk. di bawah arahan STY?

Lewat kanal YouTube "JMTV", STY melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo alias Jeje, mengatakan Persija akan bermain agresif dengan sistem tiki taka.


Filosofi Permainan

Shin Tae-yong saat diperkenalkan sebagai pelatih kepala Persija yang baru di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026) siang WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menoleh ke belakang, selama menukangi Timnas Indonesia dari 2020 hingga 2025, Skuad Garuda binaan STY bermain reaktif, lebih menunggu, lebih bertahan, dan serangan balik yang cepat.

"Permainan yang diinginkan coach Shin itu, tiki taka dan menyerang dengan agresif karena saat di timnas memang lawan-lawannya lebih baik daripada kita sebenarnya. Makanya, menggunakan taktik bagaimana bisa menang," kata Jeje, mewakili STY.

Dengan filosofi permainan yang sama, STY yakin Persija bisa menguasai serangan. Yang pasti, Persija bakal tampil sangat berbeda dari musim sebelumnya, termasuk formasinya.

"Tapi, coach Shin yakin, di Persija bisa menguasai penyerangan di dalam pertandingan. Jadi, Persija akan beda banget dan juga formasi. Bisa jadi 4-4-2, 4-2-3-1. Intinya empat bek," imbuh Jeje.


Paham Karakter Suporter

Pesta gol Persija Jakarta atas Bali United diwarnai oleh protes dari suporternya, The Jakmania. (Bola.com/Abdul Aziz).

Eks nakhoda Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu tak terlalu memusingkan ihwal dukungan suporter. Saat menukangi timnas, semua suporter berada di belakang juru taktik berusia 57 tahun itu.

Namun, kini, di liga, sambutan supoter tentunya berbeda. Terlebih saat Macan Kemayoran melakoni laga tandang atau away.

Shin Tae-yong paham betul dan akan menyikapinya dengan baik.

"Yang pasti beda. Maksudnya, ketika di timnas kan memang semua masyarakat menjadi suporter. Tapi, kalau ini memang beda daerah sudah beda suporter."

"Jadi, ya kami harus menerima dan kalau di timnas memang semuanya memberikan dukungan kepada coach Shin. Tapi, kalau di liga masing-masing tim kan punya suporter."


Soal Target

Shin Tae-yong (ketiga kanan) saat diperkenalkan sebagai pelatih kepala Persija di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026) siang WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Terkait target yang dipatok manajemen musim depan, STY enggan muluk-muluk. Ia memilih fokus bagaimana caranya agar setiap pertandingan bisa dimenangkan.

STY juga berharap dukungan The Jakmania, pemuja setia Persija. Seperti halnya manajemen, The Jakmania juga menaruh harapan yang sama yakni tim kesayangan bisa menjadi yang terbaik musim depan.

"Mungkin dengan beberapa program, harus bisa jadi satu juga dengan suporter. Target kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin biar bisa menang di setiap laga," ucap STY via Jeje.

"Kalau kita berprestasi, otomatis akan ada sinergi yang baik. Maksudnya di antara klub dan suporter. Jadi, ya, kami memang harus berusaha setiap pertandingan," imbuhnya.

Berita Terkait