Bola.com, Jakarta - Pelatih Swedia Graham Potter menegaskan pasukanya siap meladeni Prancis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih asal Inggris itu menyebut duel ini sebagai kesempatan besar sekaligus tantangan yang mereka nantikan.
Partai Swedia kontra Prancis dipastikan usai seluruh laga fase grup selesai digelar. Skuad asuhan Potter melangkah ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dengan empat poin, setelah bermain imbang 1-1 melawan Jepang di Dallas.
Di sisi lain, Prancis menatap fase gugur sebagai juara grup berkat catatan sempurna. Les Bleus mengoleksi tiga kemenangan dari tiga pertandingan, ditutup dengan skor 4-1 atas Norwegia.
Antusias Sambut Prancis di 32 Besar
Potter tak menutupi kegembiraannya bisa memimpin Swedia dalam laga sebesar ini. Dalam wawancaranya dengan situs resmi Federasi Sepak Bola Swedia, ia menilai momen melawan Prancis di babak gugur sebagai panggung yang sangat spesial.
"Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa, pertandingan yang selalu diimpikan sejak masih kecil. Bermain di New Jersey melawan Prancis pada babak gugur Piala Dunia adalah pengalaman yang tidak bisa lebih besar dari itu," ujar Potter.
Ia menegaskan rasa hormatnya pada kekuatan lawan sekaligus menggarisbawahi antusiasme timnya. "Mereka (Timnas Prancis) adalah salah satu tim terbaik di dunia dan tentu kami sangat menghormati mereka. Namun, kami benar-benar menantikan pertandingan ini," ujar Potter.
Jalur Lolos Swedia dan Laju Sempurna Prancis
Swedia mengamankan tiket 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dengan total empat poin. Hasil imbang 1-1 kontra Jepang di Dallas mengunci langkah mereka ke babak knockout.
Prancis melaju dengan kepercayaan diri tinggi seusai menjadi pemuncak grup. Les Bleus menyapu bersih tiga laga, termasuk kemenangan telak 4-1 atas Norwegia pada partai penutup fase grup.
Banyak pihak menilai undian ini tidak menguntungkan Swedia. Namun, bagi Potter, bertemu tim sekelas Prancis justru menjadi bahan bakar untuk tampil berani pada fase gugur.
Tantangan yang Tidak Bisa Dihindari
Tim asuhan Didier Deschamps datang ke babak 32 besar dengan performa impresif. Mereka menorehkan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi, didukung ketajaman lini depan yang diisi Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.
Potter mengakui kualitas individu dan kolektif yang dimiliki lawannya. Ia menyebut inilah tipe partai yang memang akan dihadapi siapa pun yang ingin melangkah jauh di turnamen.
"Mereka memiliki pemain kelas dunia di setiap lini. Mereka pernah menjuarai Piala Dunia dan memiliki pelatih yang tahu bagaimana cara memenangkan pertandingan. Ini tentu menjadi tantangan yang sangat besar, tetapi memang seperti inilah yang harus dihadapi pada fase gugur Piala Dunia," tutup Potter.