PB Akuatik Optimistis Skema Pelatnas Multiyears Melahirkan Atlet Berprestasi

Menurut Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, kebijakan anggaran multiyears itu merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan untuk mencetak atlet-atlet Indonesia berprestasi di panggung internasional.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 28 Juni 2026, 22:16 WIB
Perenang Indonesia, Jason Donovan (kiri) beraksi dalam nomor 50 meter gaya bebas putra Kejuarnas Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (01/05/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - PB Akuatik Indonesia mendukung kebijakan anggaran pelatnas dengan skema multiyears yang didorong Presiden Prabowo Subianto dan inisiatif Menpora Erick Thohir untuk pengembangan olahraga nasional.

Menurut Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, kebijakan anggaran multiyears itu merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan untuk mencetak atlet-atlet Indonesia berprestasi di panggung internasional.

Advertisement

Sebagai organisasi yang menaungi cabang olahraga akuatik, seperti renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka, PB Akuatik Indonesia menilai pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Butuh dan memerlukan perencanaan jangka panjang.

“Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun,” ujar Anindya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu menegaskan, tidak ada atlet berprestasi dunia yang lahir secara tiba-tiba.

Negara-negara yang selama ini menjadi lumbung juara di ajang-ajang internasional seperti Asian Games dan Olimpiade, telah mempersiapkan atlet mereka sejak usia dini melalui sistem pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang terstruktur.

 
 

Bukan Hanya Pelatnas, tapi juga Pembibitan dan Pembinaan

Perenang Indonesia, Jason Donovan (kedua kanan) melakukan lompatan pada nomor 50 meter gaya bebas putra dalam Kejuarnas Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (01/05/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Anindya menjelaskan pihaknya telah menyusun road map pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang menjadi acuan pemerintah dalam pembangunan olahraga nasional.

Menurutnya, dukungan pendanaan tidak hanya diperlukan untuk pelatnas, tetapi juga pembibitan dan pembinaan atlet di setiap cabang olahraga. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan regenerasi atlet nasional.

“Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan,” katanya.

Lebih lanjut, Anindya optimistis, dengan sistem pembinaan yang kuat sejak usia dini serta dukungan pemerintah melalui skema pendanaan jangka panjang, Indonesia akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di pentas global.

“Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia,” pungkasnya.

 

Berita Terkait