Cerita Ibu Mendukung Mimpi sang Putri Jadi Pesepak Bola: Keseriusan yang Berujung Restu

Suara membahana dari tribune Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, saat MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 berlangsung, didominasi oleh ibu-ibu yang mendukung putrinya bertanding.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 Juni 2026, 06:50 WIB
Dukungan orang tua terhadap putri-putrinya yang tampil di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Kudus - Suara dukungan membahana datang dari tribune Supersoccer Arena di Kudus, Jawa Tengah, saat MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 berlangsung pada 23-28 Juni 2026. Banyak suara dukungan hadir dari ibu-ibu yang datang mendukung buah hatinya berlaga di lapangan hijau.

Dalam pantauan Bola.com pada hari  terakhir MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026) pagi, banyak ibu-ibu yang hadir memberikan dukungan terhadap anak-anaknya yang bertanding mewakili kota masing-masing.

Advertisement

Ketika pertandingan perebutan tempat ketiga MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026, ibu-ibu yang mendukung tim All Stars Surabaya begitu nyaring dalam melontarkan support terhadap anak-anak asuh pelatih Sai Dong itu.

Dukungan lebih luar biasa terlihat ketika tim All Stars Kudus menghadapi Jakarta di pertandingan final kejuaraan yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife itu pada Minggu sore. Bukan hanya orang tua dari pemain yang hadir di Supersoccer Arena, melainkan sebagian besar warga Kudus.

Harus diakui, dukungan dari orang tua di tribune Supersoccer Arena menegaskan anak-anak putri usia U-10 dan U-12 yang bertanding di MilkLife Soccer Challenge All Stars telah mendapatkan restu dari orang tuanya.

Seperti apa cerita para orang tua, terutama sang ibu, terhadap anak-anaknya yang hobi bersepak bola di lapangan hijau?

 


Luluh Melihat Semangat sang Putri Berlatih

Kapten tim All Stars Surabaya, Locita Waranggani Olah Nismara, saat menghadapi tim All Stars Yogyakarta dalam laga perebutan tempat ketiga MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pertama Bola.com menemui Mela Damayanti, ibu dari Locita Waranggani Olah Nismara, pemain andalan tim All Stars Surabaya yang keluar sebagai tim peringkat ketiga di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026.

Bunda Mela mengenang awal sang putri ingin bermain sepak bola, ia tak mau mendukungnya.

Namun, melihat keseriusan Locita dalam berlatih sepak bola, perlahan tapi pasti Bunda Mela pun luluh dan hingga kini memberikan dukungan penuh, termasuk ketika sang putri tampil di MilkLife Soccer Challenge All Stars di Kudus.

"Awalnya terus terang saja, saya tidak mendukung. Namun, melihat anaknya sangat keukeuh dan ingin sekali bermain sepak bola, rutin latihan dan semangatnya luar biasa, saya luluh juga dan akhirnya mendukung sepenuhnya," ungkap Mela kepada Bola.com.

Bunda Mela juga mengungkapkan kekhawatirannya pada awal mula sang putri ingin main sepak bola. Menurutnya, saat itu di Surabaya yang bermain sepak bola di usia dini hanya laki-laki. Namun, kini Locita justru menjadi inspirasi banyak anak perempuan di Surabaya untuk bermain sepak bola juga.

"Melihat dia semangat, apa pun yang terjadi saya tetap memberikan dukungan. Bahkan saat dia cedera, saya berusaha menahan diri untuk tidak menangis demi menguatkannya agar ia tetap tegar," kisah Bunda Mela.


Gaspol Ketika Bakti Olahraga Djarum Foundation Menggelar MilkLife Soccer Challenge

Pemain tim All Stars Kudus, Renanthera Aluna Addya Putri (kedua dari kiri), merayakan keberhasilan timnya meraih kemenangan di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com juga bertemu dengan Widya Ratnasari, ibunda dari bek tim All Stars Kudus, Renanthera Aluna Addya Putri. Ketika ditemui, sang ibu tengah menikmati momen sukses sang putri menjuarai MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026.

Kepada Bola.com, Bunda Widya menyebut awalnya mengira keinginan Aluna bermain sepak bola putri hanya sesaat saja. Hal itu membuat sang ibu memberikan syarat ketika Aluna meminta izin untuk bermain sepak bola.

"Awalnya saya tidak terlalu mendukung karena saya pikir itu hanya musiman atau karena bosan menghabiskan waktu. Namun, ada momen saya berpikir ketimbang dia hanya main gadget, alangkah baik jika ada hal positif yang dilakukan. Akhirnya saya menerima dia main bola dengan syarat harus konsisten," kisah Bunda Widya.

"Namun, satu-dua bulan berlangsung, saya melihat dia tidak ada bosannya. Anaknya rajin latihan, perkembangannya juga bagus. Dia terus memperlihatkan keseriusan hingga pada akhirnya saya dan suami, yang awalnya tidak mendukung, justru sepakat untuk memberikan dukungan," lanjut ibu dari Aluna itu.

Dukungan yang diberikan makin besar ketika Bunda Widya mengetahui awal dari MilkLife Soccer Challenge di Kudus, yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Menurutnya, ketika Djarum sudah terlibat dalam dunia olahraga, arahnya serius.

"Perlu digarisbawahi, awalnya dia ikut kompetisi itu ya MilkLife Soccer Challenge. Ketika itu saya melihat ini yang menggelar Djarum. Jadi saya merasa ini pasti serius, tidak main-main. Kalau Djarum sudah turun ke olahraga itu serius. Jadi kami berpikir, oke gaspol saja," ungkapnya.

Kini Bunda Widya merasa bangga melihat perkembangan sang putri, termasuk ketika mendapatkan kesempatan mengikuti extra training hingga tampil di MilkLife Soccer Challenge All Stars.

"Sebagai orang tua, saya mendukung saja. Anaknya enjoy, selalu semangat, ya saya juga harus semangat memberikan dukungan," ujarnya.

Berita Terkait