Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Maroko, Nabil Ouahbi, menegaskan timnya tidak ingin terlena dengan catatan impresif pada fase grup Piala Dunia 2026. Menurutnya, laga kontra Belanda di babak 32 besar akan menjadi tantangan yang sama sekali berbeda.
Ouahbi juga menegaskan Maroko butuh strategi berbeda untuk mengalahkan Belanda, di Stadion Monterrey, Guadalajara, Meksiko, Selasa (30/6/2026) pagi WIB.
Maroko lolos ke fase gugur dengan koleksi tujuh poin hasil sekali imbang dan dua kemenangan. Singa Atlas mengawali turnamen dengan menahan Brasil 1-1, sebelum mengalahkan Skotlandia 1-0 dan menundukkan Haiti 4-2. Meski memiliki modal positif, Ouahbi menilai semua itu tidak akan banyak berarti ketika memasuki fase gugur.
Ouahbi menilai pencapaian tersebut tidak menjamin apa pun di fase knockout. Ia menegaskan setiap pertandingan memiliki tuntutan dan pendekatan yang berbeda.
"Dalam tiga pertandingan terakhir, kami menunjukkan bahwa kami mampu tampil baik dan memiliki karakter yang kuat di lapangan. Namun, pertandingan besok berbeda dan membutuhkan solusi yang berbeda. Itulah mentalitas yang akan kami bawa," ujar Ouahbi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026).
Belanda juga melangkah ke babak 32 besar dengan raihan tujuh poin. De Oranje menang atas Swedia dan Tunisia serta bermain imbang melawan Jepang. Duel kedua tim diperkirakan berlangsung sengit karena tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan.
>
Rotasi Pemain Jadi Modal
Ouahbi mengungkapkan telah mempersiapkan skuad secara matang sejak laga terakhir fase grup. Saat menghadapi Haiti, ia sengaja melakukan rotasi pemain agar kondisi fisik tim tetap terjaga untuk menghadapi pertandingan hidup-mati melawan Belanda.
"Dari sisi fisik, kami berhasil mengatur waktu bermain sesuai rencana. Saya ingin membagi menit bermain kepada seluruh pemain agar setiap orang memiliki kesempatan tampil dan tim berada dalam kondisi terbaik," ucap pelatih kelahiran Belgia tersebut.
Salah satu pemain yang diistirahatkan pada pertandingan tersebut adalah gelandang muda Ayyoub Bouaddi. Keputusan itu diambil demi memastikan sang pemain berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi Belanda.
Andalkan Karakter dan Mentalitas Tim
Sepanjang fase grup, Maroko memperlihatkan fleksibilitas permainan. Mereka mampu meredam Brasil, mempertahankan keunggulan tipis saat melawan Skotlandia, hingga bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Haiti.
Meski enggan membocorkan strategi yang akan diterapkan menghadapi Belanda, Ouahbi memastikan timnya akan tetap mengandalkan karakter, disiplin, dan kualitas permainan yang membawa mereka lolos dari grup berat.
Ia berharap mentalitas serta kerja sama tim kembali menjadi kunci agar Maroko mampu melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Sumber: Reuters
Penulis: Fauzi Ananta/Magang