Presiden Korea Selatan Murka, Perintahkan Kegagalan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026 Diusut Tuntas

Kegagalan Korea Selatan melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari Presiden Lee Jae-myung

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 29 Juni 2026, 12:45 WIB
Gelandang Timnas Korea Selatan, Park Jin-seob, bersama rekan-rekannya bereaksi setelah kalah dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan melawan Korea Selatan di Monterrey Stadium, Guadalupe, Meksiko, pada 24 Juni 2026. (Yuri CORTEZ / AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Korea Selatan gagal berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Salah satu tim Macan Asia ini tergabung di Grup A bersama tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.

Dengan pengalaman di panggung Piala Dunia, bahkan menjadi semifinal di edisi 2002, ditambah pemain-pemain berkualitas yang dipimpin Son Heung-min, masih belum cukup membuat Taegeuk Warriors moncer.

Advertisement

Korsel sejatinya mengawali perjalanan dengan baik, yakni menjinakkan Republik Ceko 2-1. Namun dua kekalahan beruntun dari Meksiko (0-1) dan Afrika Selatan (0-1), membuat perjalanan pasukan Hong Myung-bo harus terhenti.

Berbekal tiga poin dan finis di posisi tiga klasemen akhir Grup A, Korsel tetap terlempar dari persaingan memburu tiket 32 besar dari jalur peringkat ketiga terbaik.

Kegagalan Korea Selatan melaju ke fase gugur memicu reaksi keras dari Presiden Lee Jae-myung. Dalam pernyataan panjangnya, ia menyoroti buruknya tata kelola sepak bola nasional Negeri Ginseng itu.

Informasi terkini, sang Presiden Korea Selatan telah meminta kementerian olahraga negaranya untuk menyelidiki tersingkirnya  Korsel di fase grup Piala Dunia 2026. Terutama berkaitan dengan penggunaan anggaran negara untuk Timnas Korea Selatan.

 


Terkejut dan Bingung

Lee Jae-myung menyapa para pendukungnya di luar Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Rabu (4/6/2025). (Dok. AP/Ahn Young-joon)

Lee Jae-myung menyoroti penggunaan dana pembayar pajak dalam jumlah signifikan untuk mendukung partisipasi Timnas Korsel di Piala Dunia 2026.

Ia meminta maaf atas kekecewaan mendalam yang dirasakan masyarakat, serta meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyelidiki penyebab kegagalan tersebut agar pemerintah dapat melakukan reformasi pada tata kelola olahraga.

"Saya tidak hanya terkejut dengan hasil yang tak terduga ini. Saya benar-benar bingung," tulis Lee Jae-myung di platform X, seperti dalam pemberitaan The Athletic, Senin (29/6/2026). 

"Mengingat besarnya dana pembayaran pajak dan sumber daya dukungan negara yang dikerahkan untuk partisipasi di Piala Dunia, saya meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyelidiki secara menyeluruh situasi sebenarnya dari kejadian ini. Menganalisis penyebabnya, serta merumuskan langkah-langkah komprehensif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan melakukan perbaikan," beber orang nomor satu di negara Korea Selatan.

"Kami akan segera mendorong reformasi tata kelola olahraga untuk memastikan hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi," tegas Lee Jae-myung.

 

 


Kritik Penunjukan Hong Myung-bo

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo. (Jung Yeon-je / AFP)

Presiden Lee mengaku heran dengan kegagalan Timnas Korsel di Piala Dunia kali ini. Ia juga tampaknya mengkritik keputusan Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dalam menunjuk Hong Myung-bo sebagai pelatih kepala, yang menurutnya tidak memperhatikan kompetensi.

Hong dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat di Asia, setelah tampil sebagai bek tangguh Korea Selatan di Piala Dunia 1994, 1998, hingga 2002. Ia kembali menjabat sebagai pelatih kepala Korea Selatan pada 2024 setelah pernah memimpin tim tersebut pada 2013.

Kementerian olahraga mendesak KFA untuk meninjau kembali keputusan tersebut karena menduga asosiasi itu melanggar aturannya sendiri dan menilai prosesnya sulit dianggap sebagai proses wawancara yang wajar. KFA membantah telah melakukan pelanggaran.

Lee Jae-myung menganggap cukup mustahil atau sulit untuk memantau, memeriksa, dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam penunjukan pelatih. Ia mengklaim bahwa dalam penunjukan pelatih tersebut, terdapat kegagalan untuk membedakan antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi.

 

 


Hong Myung-bo Mundur

Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo menyaksikan jalannya laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Korea Selatan di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Rabu, 24 Juni 2026. (AP Photo/Moises Castillo)

Pada konferensi pers yang digelar Minggu (28/6/2026), Hong Myung-bo hanya membacakan pernyataan resmi tanpa menerima pertanyaan dari awak media.

Ini merupakan periode kedua Hong Myung-bo menangani Timnas Korea Selatan. Sebelumnya, ia juga menjadi pelatih saat Piala Dunia 2014 di Brasil, ketika Korea Selatan gagal lolos dari fase grup.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pencinta sepak bola Korea yang selalu mendukung tim nasional," ujar Hong, seperti dikutip dari ESPN.

"Hari ini saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan."

Mantan kapten timnas Korea Selatan itu mengakui menerima jabatan sebagai pelatih bukanlah keputusan yang mudah.

"Menerima posisi sebagai pelatih tim nasional tidak pernah menjadi keputusan yang mudah bagi saya. Namun sejak saya mengambil tanggung jawab tersebut, saya tidak pernah mencari alasan atau pembenaran. Saya percaya tugas saya hanyalah menjalankan amanah itu hingga akhir," lanjut pria berusia 57 tahun tersebut.

Sumber: The Athletic

Berita Terkait