Bola.com, Jakarta - Timnas Jerman harus pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026. Langkah Nationalelf terhenti di babak 32 besar usai disingkirkan Paraguay.
Jerman menelan kekalahan melalui adu penalti 3-4 dari Paraguay setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Boston Stadium, Selasa (30-6-2026) pagi WIB.
Jerman sebelumnya menjadi juara Grup E dengan membawa bekal kemenangan 7-1 atas Curacao, mengalahkan Pantai Gading 2-1, dan kalah 1-2 dari Ekuador.
Pada laga kontra Paraguay, Jerman sebenarnya tidak bermain buruk. Mereka unggul dalam penguasaan bola hingga 75 persen, kemudian jumlah total tembakan mencapai 21 kali, dan menyentuh bola sebanyak 41 kali di kotak penalti Paraguay.
Bermain Lambat
Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, menyebut permainan sederhana Paraguay pada akhirnya menghukum timnya.
DikIa mengakui ada ruang di skuadnya, yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.
"Jelas ada kecewa mendalam di ruang ganti. Sayangnya, begitulah sepak bola, terkadang beberapa tim bisa menang dengan cara-cara sederhana. Dan kami harus mampu bertahan secara konsisten menghadapi cara-cara seperti itu," ujar Nigelsmann.
"Kami terlalu lama membiarkan lawan memegang kendali permainan. Seharusnya kami bisa lebih sering mengirim bola ke dalam kotak penalti. Kami seharusnya bisa menuntaskan pertandingan sebelum sampai ke adu penalti. Permainan dalam membangun serangan kami terlalu lambat," jelas Nagelsmann.
Sedih dan Kecewa
Striker andalan Jerman, Kai Havertz, tak bisa menyembunyikan kesedihan dan kekecewaannya atas kegagalan Die Mannschaft.
Havertz bermain cukup apik selama Piala Dunia 2026, dengan membukukan tiga gol dari empat penampilan di Piala Dunia keduanya.
Havertz tampil menjanjikan saat Jerman meladeni Paraguay. Selain satu gol penyama kedudukan yang dibuatnya, pemain Arsenal tersebut juga mencatat tiga kali tembakan ke arah gawang. Pemain 27 tahun ini kecewa gagal membawa negaranya melaju jauh di Piala Dunia 2026.
"Saya sampai kehabisan kata-kata. Ini adalah Piala Dunia kedua saya, dan kedua kalinya pula hasilnya nihil. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf," kata Havertz.
"Menurut saya, permainan kami tidak buruk di beberapa turnamen terakhir, tapi selalu ada sesuatu yang kurang. Hal yang sama terjadi hari ini. Kami harus melakukan interospeksi yang mendalam," tambah Havertz.
Sumber: FIFA
Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS